Tampilkan postingan dengan label Sumatera Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumatera Utara. Tampilkan semua postingan
Selasa, 12 Juni 2012
Minggu, 27 November 2011

Gempa guncang Tanah Masa Sumut

Kawasan Barat Laut Tanah Masa, Sumatera Utara, kembali diguncang gempa. Kali ini, kekuatan guncangan mencapai 5,5 Skala Richter (SR).
Berdasarkan situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 18.01 WIB, Minggu (27/11). Pusat gempa berada di kedalaman 10 Km di tepat di 71 km Barat Laut Tanah Masa, 71 km BaratLaut Tanah Masa Sumut, 92 km Barat Laut Tanahbala-Sumut , 119 km Tenggara Gunungsitoli-Sumut , 190 km BaratDaya Sibolga-Sumut , 1220 km BaratLaut Jakarta-Indonesia
Namun, menurut situs BMKG, gemoa Tanah Masa, Sumatera Utara, tidak berpotensi memunculkan tsunami.
Kamis, 24 November 2011

Hindari Sanksi, PSMS Bentuk Tim Tandingan

Surat edaran PSSI kepada klub-klub soal pencabutan pengelolaan kompetisi profesional dari PT Liga Indonesia tak ayal merupakan peringatan keras. Bahkan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS)- lah pemegang legal pengelolaan kompetisi 2011-2012 dengan rumusan kompetisi berlabel Indonesian Premier League (IPL)
Nah, jika klub membelot dari IPL, sanksi tentu menunggu. Gelagat PSMS menuju ISL yang kental terasa membuat beberapa pihak di PSMS berniat membentuk tim tandingan. Artinya tetap menjaga arah PSMS ke jalur resmi. 40 klub pemilik PSMS punya inisiatif demikian. Salah satu pemilik klub PSMS, PS Kinantan dan Medan Putra, Freddy Hutabarat, membenarkan hal itu.
"Kami, para klub anggota PSMS, sudah melihat kemungkinan ini (ke ISL-red). BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia-red) yang berhak mengeluarkan izin dan PT LPIS penyelenggara sah. Lalu apakah PSMS siap dengan sanksi jika tetap memaksakan diri ke ISL?" tanyanya di Sekretariat Gedung Mantan PSMS baru-baru ini.
Kabarnya pemain-pemain beberapa klub di Sumut seperti PS Pratama, Pro Duta juga PON Sumut, dan PSMS U-21 akan mengisi skuad PSMS tandingan ini. Tim ini bakal berlatih di Stadion TD Pardede. Freddy pun membenarkan pihaknya sudah menyiapkan 25 pemain jika benar PSMS berlaga di ISL.
"Nanti kalau sudah pasti. Ada beberapa pemain dari PSMS U-21 dan lainnya," jelasnya enggan membeberkan lebih detail.
Lalu bagaimana dengan nama klub? Tidak mungkin dalam kompetisi berbeda, tetap mengusung nama PSMS Medan.
"Ini hanya opsi jika PSMS disanksi, soal nama kan masih harus dirapatkan dulu dengan klub, karena PSMS ini pemiliknya adalah klub-klub dan tak semudah itu membuat tandingan," tegasnya lagi.
Freddy sendiri heran dengan tindak tanduk kebijakan yang kerap berubah. Apalagi sebelumnya PSMS sudah memastikan IPL saat Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap bertemu Ketua PSSI, Djohar Arifin.
"Klub-klub jangan dibodohi, pemilik klub-klub sudah pernah bertemu wali kota (ketum), dan IPL sudah oke. Bagaimana jika ISL tidak sampai semusim sudah dihentikan?” katanya.
Senin, 21 November 2011

Kehadiran Markus Geser AK?

PSMS Medan dipastikan akan kembali diperkuat Markus Haris Maulana. Kiper plontos ini sudah tiba di Medan sejak Sabtu lalu dan siap memulai latihan mulai Senin ini di Stadion Teladan.
"Tadinya kalau memang Sabtu, saya berniat langsung latihan. Tapi ternyata PSMS berujicoba dan tidak mungkin saya baru sampai langsung turun. Senin ini, saya akan bergabung latihan," ujarnya malam ini.
Sudah sejak lama Markus diwacanakan akan kembali ke klub yang membesarkan namanya itu. Artinya ini kedua kali ia comeback ke PSMS. Sejak hengkang ke Persik Kediri di musim 2007/2008, ia sempat kembali di pertengahan musim Liga Super 2008/2009. Setelah itu kiper plontos ini bertualang di Pulau Jawa dengan memperkuat Persib Bandung dan Arema Malang.
Pelatih kepala PSMS, Raja Isa menyambut positif Markus comeback. "Kita butuh pemain-pemain yang bisa kembali mengangkat pamor tim. Seperti Markus. Juga kita tunggu pemain-pemain lainnya seperti itu," katanya.
Namun kehadiran Markus menjadi sinyal berbahaya bagi Achmad Kurniawan. Sebelum Markus datang, kiper yang akrab dengan inisial AK ini digadang-gadang sebagai kiper utama. Wajar saja dari deretan kiper yang ada, AK paling berpengalaman dan punya kemampuan yang bisa diandalkan.
Anehnya, saat berujicoba dengan Pro Duta FC, Sabtu lalu, AK tak terlihat. Saat dikonfirmasi soal ketidakhadiran AK, Raja Isa mengatakan AK sedang menghadiri pernikahan kerabatnya jadi tidak mengikuti ujicoba tersebut.
"Dia sudah izin kesaya, jadi dia tidak hadir di sini. bukan karena berita yang beredar dia pergi karena Markus mau datang," katanya.
Senada dengan Raja Isa, Pelatih kiper PSMS, Sugiar, membenarkan AK sudah minta izin pulang kampung. "Adiknya nikah. Dia sudah izin untuk pulang ke Jakarta," ujarnya via telepon seluler.
Menurut Sugiar, kehadiran Markus justru akan membuat pihaknya bisa melakukan rotasi di bawah mistar.
"Kan tidak selamanya Markus bisa bermain. Karena itu kita akan lakukan rotasi. Kita akan berusaha menciptakan persaingan yang sehat. Artinya mereka harus bisa tunjukkan perkembangan yang baik," ujar mantan kiper PSMS ini.
Namun menurut Sugiar, pihaknya memastikan tak lagi melakukan pencoretan dengan komposisi empat kiper. Selain AK dan Markus, PSMS dipekuat Edi Kurnia, Sahbani plus kiper magang, Alrian Suhaibi.
"Kita hanya melakukan penambahan. Dan sudah koordinasi dengan pelatih kepala, tidak ada lagi pencoretan. Untuk Alrian, dia tetap dimagangkan," pungkasnya.
Kamis, 10 November 2011
Persebaya lawan perdana PSMS
Kompetisi Indonesian Premier League (IPL) semakin mantap melangkah. Kontroversi seputar adanya dualism kompetisi tak membuat IPL surut. Manager Meeting IPL di Jakarta baru-baru ini pun resmi menyerahkan manual liga yang selama ini kerap menjadi hambatan klub dalam bergerak.
Iswanda Ramli mengatakan pertemuan di Jakarta untuk PSMS memang memiliki dua agenda. Selain membahas soal kesepakatan persyaratan yang diminta PSMS kepada konsorsium, juga membagikan manual liga.
Dari jadwal IPL, lanjutnya, Ayam Kinantan ini akan melawan Persebaya Surabaya pada partai tertanggal 26 November 2011 di Stadion Teladan Medan. Setelah itu, laga berikutnya PSMS juga melakoni laga tandang melawan Persija Jakarta.
Artinya ada perubahan komposisi jumlah klub yang berlaga di IPL yang otomatis merubah penjadwalan. Pada pertemuan sebelumnya PSMS dijadwalkan bertandang ke Persiwa Wamena di laga perdananya. Wacana beredar Persiwa lebih memilih ikut serta di Indonesian Super League (ISL) bentukan PT Liga Indonesia.
Persebaya yang dihadapi PSMS tentunya Persebaya 1927 yang dipimpin Cholid Goromah. Sementara kubu Wisnu Wardhana berencana mendaftarkan Persebaya bentukan lainnya ke Divisi Utama.

Tender di RSUD Pirngadi Rp5,3 M menyalah

Tender pengadaan alat kedokteran umum di RSU Pirngadi, Medan senilai Rp5,3 miliar dituding hanya akal-akalan saja, karena Panitia Pelelangan/Pemilihan dan Penunjukan Langsung Pengadaan Barang/Jasa itu tidak transparan dalam menentukan pemenang.
"Salah satu contoh panitia tender akal-akalan, karena sengaja tidak mengundang atau mengkonfirmasi peserta tender mengenai data penawaran yang tidak terbaca saat dikirim via email. Peserta tender tahu permasalahan itu saat menanyakan hasil pelelangan kepada panitia," kata Direktur CV Pandi Mandiori, Sahat P Pandiangan, tadi malam.
Dia mengatakan, seharusnya panitia menyurati Lembaga Kebijakan Penyelenggara Pengadaan (LKPP) terkait tidak terbacanya file dokumen penawaran peserta yang tidak terbaca, dan menunggu jawaban LKPP sebelum mengumumkan pemenang tender tersebut.
"Kami mempunyai bukti bahwa dokumen penawaran yang kami upload itu telah terkirim ke server Lembaga Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) Pemprovsu. Ini dibuktikan saat kami melakukan enskripsi file melalui aplikasi pengaman dokumen LPSE untuk peserta," kata dia menjelaskan. Setelah sukses mengirim data pada 18 Oktober 2011, pada tanggal itu ada pula email yang masuk dari LPSE Pemprovsu menyatakan bahwa pengiriman data telah sukses. :Karena itu kami meminta panitia mambatalkan pengumuman tender, sebelum ada hasil uji forensik atau analisa dokumen," sebutnya.
Pandiangan mengatakan, karena persoalan itu perusahaannya sangat dirugikan. "Kami berharap pejabat berwenang meninjau ulang pengumuman tersebut, dan mohon semua dokumen diperiksa kembali dan dihadirkan saksi dari tiap-tiap perusahaan," kata dia.
Karena, menurutnya, meski panitia menyatakan data CV Pandi Mandiori tidak terbaca, tetapi panitia tetap membuat skor (nilai) terhadap alat-alat kedokteran yang diajukan Pandi Mandiori. "Tentu ini hal aneh, mereka menyatakan dokumen kami tidak terbaca, tetapi di lain pihak bisa membuat nilai terhadap barang yang kami ajukan. Berdasarkan apa mereka (panitia) membuat nilai itu," kata dia menjelaskan, ada enam item barang yang ditenderkan, yaitu, ventilator, bor syaraf, microskope bedah syaraf multi purpose, patient monitor, neboalizer dan EKG 3 channel dengan harga perkiraan sementara (HPS) Rp5.302.563.200 bersumber dana dari P-APBD 2011.
Dia juga menyebutkan, pada pengumuman pemenang tender 25 Oktober 2011, calon pemenang CV DMP memberi penawaran Rp5.270.000.000, sedangkan CV Pandi Mandiori Rp4.347.600.000. "Ada selisih sekitar Rp1 miliar antara pemenang dengan perusahaan kami yang dikalahkan," kata dia.
Masalah selisih angka itu juga menjadi persoalan bagi Jhonson Batubara, SE, direktur CV Anda Mandiri Sejahtera, karena penawaran
pihaknya Rp4.473.669.600 juga dikalahkan. "Kami sepakat dengan beberapa perusahaan lain agar tender ini dibatalkan, dan diulang kembali," kata Batubara.
Ketua panitia tender M Hasyim, membantah tender tersebut dinilai akal-akalan. Dia menerangkan, dalam mengirimkan file dokumen penawaran, CV. Pandi Mandiori mengirimnya dua kali. “Satu file yang berisi tentang rahasia mereka terbaca, dan kita nilai. Sedangkan file dukungan dari distributor tidak terbaca. Makanya, mereka tidak digugurkan pada saat administrasi, tetapi mereka gugur saat penilaian teknis, karena file yang berisi dukungan dari distributor tidak terbaca,” imbuhnya.
Menurutnya, soal tidak terbacanya file tersebut, pihaknya sudah mengkonfirmasi ke LKPP. Bahkan, LKPP bilang kesalahan tidak pada server, sehingga, LKPP minta dilanjutkan. “Mereka pun sudah datang, kitapun sudah menjelaskan. Kita nggak merekayasa,” jelasnya.

Kuala Namu Akhirnya 'bersih'

Pendudukan atas lahan Bandara Kuala Namu di Deli Serdang, Sumatera Utara oleh 32 Kepala Keluarga (KK) akhirnya selesai.
Pihak pengelola Bandara Kuala Namu,PT (Persero) Angkasa Pura (AP) II akhirnya memberikan ganti rugi. Ke-32 orang tersebut telah nendapatkan ganti rugi dari pihak AP II melalui pihak PTPN 2 Tanjung Marowa. Ke 32 orang keluarga eks karyawan PTPN II yang bermukim di Desa Pasar VI, Kuala Namu, Kecamatan Beringin, Deli Serdang tersebut juga mulai meninggalkan perumahan karyawan yang dimereka tempati dan diberikan biaya pindah.
Bagi pensiunan karyawan PTPN 2, akan diberikan biaya Rp8 juta, untuk karyawan yang masih aktif diberikan Rp4 juta sedangkan karyawan harian lepas diberikan biaya Rp2 juta. Dalam tempo sepekan ada tiga kepala keluarga yang pindah antara lain Sahat, Kewati, Rumini. Kemudian bakal menyusul pada tanggal 10 November mendatang dua kepala keluarga. "Selain dari PTPN 2. Anggkasa Pura (AP) II turut memberikan biaya pindah kepada penghuni, tetapi dananya hanya 50 persen dari kemampuan PTPN 2," kata Humas PTPN 2 Rahmudin, tadi malam.
Dilanjutkanya, bahwa sampai saat ini PTPN 2 menghitung jumlah unit rumah yang masih berdiri. Sedangkan jumlah kepala keluarga (KK) yang bertahan disana, merupakan bukan masuk perhitungan PTPN 2. Soalnya, unit rumah yang masih berdiri 28 unit. Sedangkan jumlah KK, sekitar 32 KK. "Soalnya, PTPN 2 menempatkan karyawanya satu kepala keluarga untuk satu unit rumah. Sedangkan anak atau cucu mantan karyawan PTPN 2 bukan tanggung jawab PTPN2," jelasnya.
Seperti diketahui, 32 keluarga sejak mulai pembangunan bandara Kuala Namu sempat bertahan karena tidak mendapatkan ganti rugi. Pihak AP II sempat kewalahan mengatasi kasus ini dengan alasan tidak ada lagi dana untuk diberikan oleh para keluarga tertsebut karena trelah mengeluarkan dana tersebut ke pihak PTPN 2.
Rabu, 09 November 2011

Juninho pastikan ke Medan

Kebutuhan akan sosok gelandang serang membuat PSMS Medan sangat menantikan kedatangan wajah-wajah baru. Salah satunya Orlando de Melo Juninho yang santer dikabarkan akan datang.
Awalnya, Juninho direncanakan hadir di Medan sejak pekan lalu. Namun mantan pemain Minangkabau FC ini menunda kedatangannya karena urusan di Brazil yang tidak bisa ditinggalkan.
Ia harus mengantar ibunya berobat di Brazil, namun memastikan dalam dua hari ke depan akan tiba di Medan. Pemain yang disebut-sebut jebolan Akademi Sepakbola Manchester United itu terdengar sangat antusias ke Medan.
"PSMS klub yang besar dan punya suporter yang fanatik dan punya historis yang luar biasa," ujarnya saat dikonfirmasi baru-baru ini.
Pemain berusia 22 tahun ini mencoba semakin mencintai sepakbola Indonesia. Meskipun sempat terbesit kekecewaan karena pengalaman pengalaman di Liga Primer Indonesia (LPI) yang hanya bertahan setengah musim.
"Yang saya inginkan hanyalah punya kesempatan untuk bermain dan saya harap kesempatan itu ada di PSMS," jelasnya.
PSMS memang sangat membutuhkan gelandang yang mampu mewarnai lini tengah. Batalnya Inkyun Oh (Korsel) bergabung dan Stephen Mennoh yang kemungkinan tak lagi bersedia kembali membuat tim seleksi harus berpikir keras mendatangkan sosok gelandang yang sesuai harapan.
Kamis, 03 November 2011

Penipu 49 CPNS Di Tangkap

Seorang tenaga honor di Pemprov Sumut ditangkap polisi atas dugaan memalsukan tanda tangan pejabat Pemprov Sumut untuk menipu calon pegawai negeri sipil (CPNS). Tersangka T Hasanul Bolqiah, 27, warga Marelan, berhasil meraup uang korbannya sebanyak Rp500 juta lebih.
Kabid Humas Polda Sumut melalui Kasubid Pengeola Informasi dan Data (PID) AKBP MP Nainggolan, mengatakan, tersangka telah menipu 49 CPNS di lingkungan Pemprov Sumut. “Kepada korbannya dia mengaku bisa mengeluarkan surat keputusan (SK) pengangkatan dari CPNS menjadi PNS dengan syarat membayar Rp10 juta hingga Rp25 juta,” kata Nainggolan.
Kasus itu terungkap setelah salah satu korbannya Hendra Arif Ritonga, 31, mempertanyakan kesalahan tahun lahirnya kepada Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan dan Pembinaan Pemprov Sumut, Khaiman Turnip yang tanda tangannya tertera dalam SK pengangkatan itu. Pada SK itu tertulis tahun lahirnya 1990, padahal seharusnya 1980.
Tetapi saat itu Khaiman Turnip mengaku tidak pernah menandatangani SK pengangkatan CPNS. Kesal ulah pegawai honor tersebut, Turnip kemudian menghubungi personel Intelkam Poldasu dan menyusun rencana penangkapan.
Korban penipuan Hendra Arif Ritonga diminta menghubungi pelaku agar SK yang salah itu diganti, sekaligus menyerahkan sisa uang Rp15 juta. Dalam pembicaraan itu pelaku meminta korban datang ke kawasan Jalan T Amir Hamzah.
“Pada Kamis (28/10) malam, saat tersangka menyerahkan SK yang baru, dan korban memberikan uang Rp15 juta, polisi langsung melakukan penangkapan,” kata Nainggolan.
Sementara disaat bersamaan, Turnip membuat laporan pemalsuan dilakukan tersangka. Kedua kasus tersebut kini masih disidik Direktorat Reskrim.
Korban Hendra Arif mengatakan, diminta pelaku Rp25 juta agar SK pengangkatannya sebagai PNS bisa dikeluarkan. Dia menyerahkan dana awal Rp10 juta, dan sisanya akan diserahkan setelah SK diterima. Selain dia, banyak juga korban lainnya. Tersangka diancam pasal 263 dan pasal 335 KUH Pidana tentang pencemaran nama baik dan penipuan.

Sabu Senilai 2,5 M Diamankan

Aksi penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu di Pelabuhan Teluk Nibung, Tanjung Balai, Sumatera Utara, digagalkan petugas Bea dan Cukai Teluk Nibung, dengan mengamankan 6 tersangka dan barang bukti sabu seberat 1.001 gram atau ditaksir sekitar Rp2,5 miliar diamankan.
Ironisnya, guna mengelabui petugas, barang haram tersebut dimasukkan tersangka ke dalam rongga badan melalui dubur dan sepatu. Mereka datang dari Port Klang, Malaysia. Demikian dikatakan Kepala Kantor Bea dan Cukai Teluk Nibung, Rahmady Effendi Hutahaean hari ini.
Menurut dia, penangkapan ini dilakukan, saat petugas mencurigai seorang penumpang Kapal Ferry MV Pacific Jet Star yang merapat dari Port Klang. "Petugas melakukan pemindaian terhadap barang bawaan penumpang dengan menggunakan mesin X-Ray. Berdasarkan profiling dan targeting, petugas mencurigai salah seorang penumpang bernama Salman," terang Rahmady.
Selanjutnya barang bawaan tersangka Salman berupa tas sandang warna hitam dimasukan ke dalam mesin X-Ray dan diperoleh tampilan gambar berupa benda mencurigakan. Benda itu disembunyikan di dalam sepatu.
"Setelah dilakukan pemeriksaan secara mendalam, diperoleh hasil di dalam sepatu dimaksud kedapatan 3 kapsul serbuk berwarna putih. Berdasarkan pengembangan selanjutnya, didapati 5 (lima) orang penumpang lainnya yang berdasarkan teknik profiling dan targeting dicurigai," jelasnya.
Berdasarkan penyelidikan dan pengakuan para tersangka ditemukan di dalam rongga tubuh bagian bawah pelaku terdapat benda berbentuk kapsul sabu. Dari ke-enam pelaku tersebut diperoleh jumlah barang berupa methamphetamine berjumlah 16 kapsul dan setelah ditimbang berat keseluruhan berjumlah 1.001 gram.
Adapun nama-nama penumpang ferry yang kedapatan membawa sabu itu adalah Salman yang membawa tiga kapsul seberat 159 gram di dalam sepatu. Lalu, Zulkifli tiga kapsul seberat 172 gram dimasukkan ke dalam dubur, Faisal tiga kapsul 171 gram dimasukkan ke dalam dubur.
Kemudian, Andinukamal membawa dua kapsul 115 gram dimasukkan ke dalam dubur. Muharram Muhammad dengan empat kapsul seberat 106 gram, dua dalam sepatu dan sisanya dimasukkan ke dalam dubur. Hasadi membawa dua kapsul seberat 221 gram dimasukkan ke dalam dubur. Selanjutnya, keenam orang tersangka dan barang buktinya diserahkan kepada Polres Tanjung Balai.
Rabu, 02 November 2011

Perpustakaan UMSU Akan Datangkan 3000 Judul Buku Baru

Abey - Desember mendatang Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ( UMSU ) akan menambah 3000 judul buku baru,penambahan buku baru itu dimaksudkan untuk lebih meningkatkan wawasan dan kwalitas keilmuan civitas akademika dilingkungan kampus UMSU,bahkan kita berharap kedepannya Perpustakaan UMSU dapat menjadi "jendela dunia". Saat ini Perpustakaan UMSU memiliki 17000 eksemplar buku dengan 6500 judul ,dengan penambahan buku pada akhir desember mendatang diharapkan minat baca mahasiswa semakin tinggi, terutama bagi para dosen dan mahasiswa yang aktif melakukan program penelitian diberbagai disiplin ilmu pengetahuan" ujar Rektor UMSU Agussani melalui Humas Anwar Bakti.
Kepala Perpustakaan UMSU Irfan Bustami ketika ditemui diruangan kerjannya mengatakan "kami kini tengah menerapkan sistem otomasi, yakni sistem pelayanan terpadu dengan sitem digital" diharapkan dengan sistem baru ini semua penggunaan buku lebih terkontrol dan mudah memperolehnya. Mahasiswa yang dilayani tentunya mereka yang telah memiliki kartu tanda mahasiswa (KTM) sedangkan sebelumnya memakai kartu tanda anggota( KTA).
Kedepannya perpustakaan UMSU juga menggunakan sistem WEB yang dapat diakses diluar kampus yang kini pengerjaannya tengah dikelola pihak pengelola IT UMSU ujar Irfan Bustami.
Untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada civitas akademika, perpustakaan UMSU dengan 15 orang personilnya siap melayani pungunjung mulai dari jam 8 pagi sampai pukul 21.30 WIB ujar Irfan.
Sementara itu Anwar Bakti juga menjelaskan bahwa perpustakaan UMSU selama ini telah menunjukkan kiprah terbaiknya dalam mengembangkan wawasan berbagai elemen masyarakat, terbukti dari ramainya masyarakat luar kampus yang memanpaatkan perpustakaan tersebut sebagai tempat mencari berbagai informasi ilmu pengetahuan. Karena kiprahnya yang sangat besar itu, beberapa kali perpustakaan UMSU memperoleh penghargaan sebagai perpustakaan terbaik untuk tingkat Sumatera Utara dan Perguruan Tinggi.
Selasa, 01 November 2011

Pasca Bentrok Mahasiswa, USU Libur

Abey - Pascabentrok antar mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) kemarin, Kepolisian Resor atau Polresta Medan telah menetapkan 25 tersangka dalam kasus ini.
Sementara itu, pihak USU langsung meliburkan aktivitas perkuliahannya selama 2 hari setelah bentrok antara mahasiswa Fakultas Teknik Mesin, Fakultas Pertanian dan Fakultas Ekonomi.
Staf humas USU, Bisru Hanafi membenarkan libur ini diberlakukan untuk meredam suasana di kampus. Selain itu juga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrok susulan antar mahasiswa. Dalam peristiwa itu, belasan mahasiswa mengalami luka, dua sepeda motor dibakar dan sejumlah fasilitas kampus rusak.
Kapolresta Medan, Komisaris Besar Tagam Sinaga, mengatakan pihaknya melakukan penyisiran karena melihat gejala akan terjadi bentrok susulan di kawasan kampus USU. "Penyisiran kita lakukan untuk mencegah bentrok susulan. Polisi telah menetapkan 25 tersangka dan saat ini mereka menjalani pemeriksaan di Mapolresta Medan," ujarnya hari ini.
Jumat, 21 Oktober 2011

Amir Hamzah nama Bandara Kuala Namu ?

Pahlawan Nasional Tengku Amir Hamzah diusulkan menjadi nama untuk Bandara Internasional Kuala Namu. Hal itu terungkap dalam Seminar Nasional 100 Tahun Amir Hamzah hari ini.
Pada kesempatan itu, Munthe dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) mengatakan, sebaiknya nama Tengku Amir Hamzah diabadikan sebagai bandara untuk mengenang kepahlawanan beliau.
Sementara itu, MS Kaban, mantan Menteri Kehutanan selaku pembicara dalam seminar tersebut mengatakan, dirinya juga sangat setuju bila nama Tengku Amir Hamzah diabadikan menjadi nama bandara pengganti Bandara Internasional Polonia Medan itu. Dia juga meminta DPRD Sumut untuk dan pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumut mengusulkan dan mengesahkannya. Seperti Cengkareng itu Bandara Soekarno-Hatta, dan di Makassar ada Bandara Hasanuddin. "Jadi di Sumut, ada Bandara Tengku Amir Hamzah," ujarnya.
Selain itu, lambannya penyelesaian proyek Bandara Kuala Namu juga menjadi sorotan MS Kaban. “Proyek ini sudah lama sekali tapi tidak juga ada kepastian penyelesaiannya,” kata Kaban.
Hingga kini, beragam masalah masih menggelayuti pembangunan Bandara Kuala Namu. Mulai dari pembebasan lahan, hingga pembangunan landasan pacu yang masih kekurangan pasir serta masalah galian C ilegal. Belum lagi pembangunan akses jalan dari dan menuju bandara pengganti Polonia Medan ini juga tidak pasti kapan akan selesai.
Namun, beberapa waktu lalu, Menteri Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan, Bandara Kuala Namu harus sudah rampung dan sudah bisa dipergunakan tahun 2012. "Saya tegaskan harus siap, tidak boleh ada istilah tidak siap," kata Hatta Radjasa di Medan beberapa waktu lalu.
Rabu, 27 Agustus 2008

Bandar Togel Diringkus
MEDAN - Tim Reskrim Polsekta Percut Seituan, membekuk seorang tersangka bandar judi togel, Lomo Sumarno,43, warga Jalan Cucakrawa dari TKP Jalan Camar 4 Perumnas Mandala, Deliserdang.
Menurut informasi di kepolisian, Rabu (26/8), tersangka dibekuk berkat informasi masyarakat yang resah adanya praktik judi togel berkedok pertandingan pacuan kuda di Singapura di Jalan Camar 4 Perumnas Mandala. Modusnya, pataruh hanya menghubungi agen dan menuliskan angka tebakan kemudian menyerahkan uang di sebuah tempat jika berhasil uang diserahkan di lokasi yang telah ditentukan tersangka.
Di hadapan petugas tersangka mengaku praktik itu baru beroperasi beberapa pekan. Polisi menyita 2 buku tafsir mimpi, 3 blanko kupon, 1 pulpen serta uang tunai Rp133.000.
Untuk mempertanggungjawabkan pebuatannya, tersangka dijebloskan ke dalam tahanan.
Menurut informasi di kepolisian, Rabu (26/8), tersangka dibekuk berkat informasi masyarakat yang resah adanya praktik judi togel berkedok pertandingan pacuan kuda di Singapura di Jalan Camar 4 Perumnas Mandala. Modusnya, pataruh hanya menghubungi agen dan menuliskan angka tebakan kemudian menyerahkan uang di sebuah tempat jika berhasil uang diserahkan di lokasi yang telah ditentukan tersangka.
Di hadapan petugas tersangka mengaku praktik itu baru beroperasi beberapa pekan. Polisi menyita 2 buku tafsir mimpi, 3 blanko kupon, 1 pulpen serta uang tunai Rp133.000.
Untuk mempertanggungjawabkan pebuatannya, tersangka dijebloskan ke dalam tahanan.
Sabtu, 16 Februari 2008

Refleksi Pembangunan Kota Medan Pasca 2000, Tempat Nyaman Kehidupan Beragama
KOTA Medan pasca tahun 2000 ditandai dengan semakin intensifnya pembangunan di sektor agama dan keberagamaan. Kota ini menjadi tempat yang sangat nyaman bagi umat beragama. Berbagai sendi keberagamaan diperhatikan secara serius untuk menumbuhkan rasa saling percaya, saling memahami dan saling toleransi yang tinggi. Faktor yang dominan menciptakan hal ini tidak lain adalah kepemimpinan di kota Medan—merupakan faktor perekat dari berbagai perbedaan yang ada. Perhatian pada satu bagian akan selalu dibarengi pada perhatian pada bagian yang lain. Pembangunan pada satu bagian akan berdampak positif dan menimbulkan sinergi pada bagian yang lain.
Maka jadilah kota Medan semakin relijius dan semakin matang dalam menyikapi perbedaan. Medan sebagai barometer Sumatera Utara telah memberikan contoh teladan yang baik bagi daerah kabupaten/kota yang lain dalam hal menjaga keseimbangan keberagamaan. Satu hal yang perlu digarisbawahi lagi bahwa pembangunan di satu bagian akan berdampak positif pada bagian yang lain, bahkan bersinergi. Contoh yang paling nyata adalah pelaksanaan zikir akbar di setiap malam pergantian tahun. Sebelumnya kegiatan hura-hura yang cenderung merugikan yang membawa hal negatif bisa tereduksi dengan kegiatan zikir ini.
Berbagai kepentingan publik akan semakin terjaga. Hingar bingar malam pergantian tahun berganti kesyahduan yang semakin mendekatkan diri masyarakat kota Medan kepada sang khalik. Tidak hanya zikir akbar di malam tahun baruan saja. Prinsip kebijakan kepemimpinan kota Medan pasca tahun 2000 adalah mengganti berbagai karakter negatif yang selama ini ada, menjadi karakter positif yang memberi manfaat kepada siapa saja yang berdomisili di kota Medan.
Ada semacam semangat kolektif untuk menjadikan agama sebaga fokus perhatian utama, atau dasar pertimbangan utama dalam setiap hal yang dilakukan. Bahkan orang yang tengah melakukan suatu kegiatan yang dilarang agama sekalipun akan 'berbisik-bisik' untuk mempertimbangkan larangan agama yang mereka langgar. Semangat inilah yang menjadi mainstream (arus utama) kehidupan keberagamaan di kota Medan pasca tahun 2000.
Semakin kentara terasa ketika bulan Ramadhan tiba. Ramadhan Fair juga digagas pasca tahun 2000. Ini juga merupakan cerminan dari pola kehidupan yang berfokus pada pertimbangan keagamaan. Ramadhan Fair jadi seperti icon pembangunan keberagamaan di kota Medan.
Kepemimpinan kota Medan pasca tahun 2000 juga menjadikan para ulama sebagai orang-orang yang perlu dihargai. Karena ulama adalah orang yang memiliki kelebihan dan merupakan penjaga akidah umat sebagai pengganti nabi. Maka kesan yang selama ini melekat pada diri ulama sebagai orang yang terbelakang secara ekonomi telah berganti pasca tahun 2000. Ulama juga semakin memiliki peran dalam pemberdayaan umat. Bukan hanya diperlukan ketika terjadi 'ancaman akidah' saja.
Pembangunan keberagamaan ini dilakukan sehingga semakin menimbulkan kesefahaman umat akan hal ini. Baik kegiatan agama Islam, Kristen, Hindu dan Budha, masing-masing punya proporsi sendiri. Berbagai keberhasilan yang dicapai Medan dalam pembangunan bidang keberagamaan ini menjadi pilot-project atau percontohan bagi daerah-daerah lain. Ramadhan Fair kini juga diadopsi beberapa daerah lain. Zikir akbar khas Medan, yang mensinergikan pemerintah kota dengan berbagai elemen umat Muslim juga jadi percontohan di daerah lain.
Sebagai warga kota Medan sudah sewajarnya berbangga dengan kondisi ini. Kita bahkan merindukan 'belaian' kepemimpinan yang menyayangi rakyatnya. Berbagai kebijakan pemerintah kota yang mendorong kematang keberagamaan umat inilah yang membuat Walikota Medan H. Abdillah, Ak, MBA disayang pemuka agama dan rakyatnya.
Maka jadilah kota Medan semakin relijius dan semakin matang dalam menyikapi perbedaan. Medan sebagai barometer Sumatera Utara telah memberikan contoh teladan yang baik bagi daerah kabupaten/kota yang lain dalam hal menjaga keseimbangan keberagamaan. Satu hal yang perlu digarisbawahi lagi bahwa pembangunan di satu bagian akan berdampak positif pada bagian yang lain, bahkan bersinergi. Contoh yang paling nyata adalah pelaksanaan zikir akbar di setiap malam pergantian tahun. Sebelumnya kegiatan hura-hura yang cenderung merugikan yang membawa hal negatif bisa tereduksi dengan kegiatan zikir ini.
Berbagai kepentingan publik akan semakin terjaga. Hingar bingar malam pergantian tahun berganti kesyahduan yang semakin mendekatkan diri masyarakat kota Medan kepada sang khalik. Tidak hanya zikir akbar di malam tahun baruan saja. Prinsip kebijakan kepemimpinan kota Medan pasca tahun 2000 adalah mengganti berbagai karakter negatif yang selama ini ada, menjadi karakter positif yang memberi manfaat kepada siapa saja yang berdomisili di kota Medan.
Ada semacam semangat kolektif untuk menjadikan agama sebaga fokus perhatian utama, atau dasar pertimbangan utama dalam setiap hal yang dilakukan. Bahkan orang yang tengah melakukan suatu kegiatan yang dilarang agama sekalipun akan 'berbisik-bisik' untuk mempertimbangkan larangan agama yang mereka langgar. Semangat inilah yang menjadi mainstream (arus utama) kehidupan keberagamaan di kota Medan pasca tahun 2000.
Semakin kentara terasa ketika bulan Ramadhan tiba. Ramadhan Fair juga digagas pasca tahun 2000. Ini juga merupakan cerminan dari pola kehidupan yang berfokus pada pertimbangan keagamaan. Ramadhan Fair jadi seperti icon pembangunan keberagamaan di kota Medan.
Kepemimpinan kota Medan pasca tahun 2000 juga menjadikan para ulama sebagai orang-orang yang perlu dihargai. Karena ulama adalah orang yang memiliki kelebihan dan merupakan penjaga akidah umat sebagai pengganti nabi. Maka kesan yang selama ini melekat pada diri ulama sebagai orang yang terbelakang secara ekonomi telah berganti pasca tahun 2000. Ulama juga semakin memiliki peran dalam pemberdayaan umat. Bukan hanya diperlukan ketika terjadi 'ancaman akidah' saja.
Pembangunan keberagamaan ini dilakukan sehingga semakin menimbulkan kesefahaman umat akan hal ini. Baik kegiatan agama Islam, Kristen, Hindu dan Budha, masing-masing punya proporsi sendiri. Berbagai keberhasilan yang dicapai Medan dalam pembangunan bidang keberagamaan ini menjadi pilot-project atau percontohan bagi daerah-daerah lain. Ramadhan Fair kini juga diadopsi beberapa daerah lain. Zikir akbar khas Medan, yang mensinergikan pemerintah kota dengan berbagai elemen umat Muslim juga jadi percontohan di daerah lain.
Sebagai warga kota Medan sudah sewajarnya berbangga dengan kondisi ini. Kita bahkan merindukan 'belaian' kepemimpinan yang menyayangi rakyatnya. Berbagai kebijakan pemerintah kota yang mendorong kematang keberagamaan umat inilah yang membuat Walikota Medan H. Abdillah, Ak, MBA disayang pemuka agama dan rakyatnya.
Selasa, 12 Februari 2008

80 Persen Guru Tak Lulus Portofolio Sertifikasi
DPRD Sumut melalui Komisi E prihatin terhadap program sertifikasi guru di Sumut, karena dari kuota 12.616 guru, sebanyak 85 persen guru yang tidak lulus penilaian (assessment) portofolio.
"Padahal ini salah satu syarat uji sertifikasi guru," kata Ketua Komisi E Rafriandi Nasution dalam rapat dengar pendapat dengan Dinas Pendidikan, LPTK-Unimed, LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) dan P4TK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik Tenaga Kependidikan) di gedung DPRD Sumut, Senin (11/2)
Anggota Komisi E lainnya Burhanuddin Rajagukguk, Abul Hasan, M. Nuh dan Yantoni Purba pesimis 150 ribu lebih guru bisa selesai disertifikasi sesuai target nasional tahun 2009. "Ini menunjukkan kelemahan dalam pelaksanaan sertifikasi guru antara Disdik, LPTK, LPMP dan P4TK, dan tidak adanya koordinasi terkait data jumlah guru antara Disdik dengan LPMP berbeda data. Demikian halnya, mensosialisasikan ke kabupaten/kota masih kurang," kata Rajagukguk.
Proses sertifikasi guru perlu dilakukan percepatan, mengingat peran tenaga pendidik sangat penting meningkatkan mutu pendidikan sebagai salah satu pilar pembangunan pendidikan nasional.
"Kita memahami keterbatasan dana sehingga kuota diberikan pusat relatif kecil setiap tahunnya, tapi bisa dicari solusinya dengan penyertaan dana provinsi untuk tunjangan profesi bagi guru sudah disertifikasi," tambah Yantoni.
Banyak Kelemahan
Rektor Unimed Syawal Gultom mengakui, sebagian besar guru di Sumut masih memiliki banyak kelemahan dalam portofolionya terutama dalam karya pengembangan profesi dan lemahnya kompetensi guru diindikasikan dari rendahnya persentase peserta yang lulus dari assessment portofolio yakni 10 persen untuk guru Diknas dan 15 persen guru Depag.
Diungkapkan, ada 12 catatan penting dari prosedur rangkaian kegiatan sertifikasi guru, di antaranya guru yang lulus melalui assessment portofolio sangat kecil (15 %), tidak lulus 85 persen, akibat kesulitan memenuhi karya pengembangan profesi atau nilai O, informasi yang dikirim dari kabupaten/kota ke Diknas sering mengalami kendala teknis dan catatan lainnya.
Padahal nilai positif sertifikasi guru tujuannya untuk kesejahteraan guru, karena guru yang sudah disertifikasi mendapat tunjangan guru 1 x gaji pokok guru, karena tahun 2008, pusat telah mengalokasikan anggaran di APBN untuk 200 guru yang disertifikasi.
Kadis Pendidikan Sumut Taroni Hia menyebutkan, jumlah guru negeri/swasta di Sumut mencapai 152.930 guru yang harus disertifikasi, tapi kuota dari pusat hanya 112.616 guru. Karena itu, perlu penambahan kuota peserta diklat sesuai kebutuhan dan kondisi daerah masing-masing, dan diharapkan pusat menambah anggaran mengikuti kualifikasi S1/D4.
Karena itu, Rafriandi Nasution selaku pimpinan rapat menyimpulkan, masalah sertifikasi guru harus dibicarakan kembali di tingkat pimpinan masing-masing instansi, karena terkait masalah data yang belum sinkron merupakan tugas LPMP mengundang LPMP kabupaten/Kota dan Pemkab/Pemko se-Sumut.
Untuk sosialisasi sertifikasi guru tugas Diknas Sumut dan Unimed dan masalah follow up sertifikasi guru, perlu dilakukan koordinasi, sinkronisasi dan partisipasi kabupaten/kota dan semua stakeholder akan terlibat dalam pertemuan selanjutnya, sedangkan masalah tunjangan profesi perlu disepakati berapa bisa ditampung di APBD Sumut.
"Padahal ini salah satu syarat uji sertifikasi guru," kata Ketua Komisi E Rafriandi Nasution dalam rapat dengar pendapat dengan Dinas Pendidikan, LPTK-Unimed, LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) dan P4TK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik Tenaga Kependidikan) di gedung DPRD Sumut, Senin (11/2)
Anggota Komisi E lainnya Burhanuddin Rajagukguk, Abul Hasan, M. Nuh dan Yantoni Purba pesimis 150 ribu lebih guru bisa selesai disertifikasi sesuai target nasional tahun 2009. "Ini menunjukkan kelemahan dalam pelaksanaan sertifikasi guru antara Disdik, LPTK, LPMP dan P4TK, dan tidak adanya koordinasi terkait data jumlah guru antara Disdik dengan LPMP berbeda data. Demikian halnya, mensosialisasikan ke kabupaten/kota masih kurang," kata Rajagukguk.
Proses sertifikasi guru perlu dilakukan percepatan, mengingat peran tenaga pendidik sangat penting meningkatkan mutu pendidikan sebagai salah satu pilar pembangunan pendidikan nasional.
"Kita memahami keterbatasan dana sehingga kuota diberikan pusat relatif kecil setiap tahunnya, tapi bisa dicari solusinya dengan penyertaan dana provinsi untuk tunjangan profesi bagi guru sudah disertifikasi," tambah Yantoni.
Banyak Kelemahan
Rektor Unimed Syawal Gultom mengakui, sebagian besar guru di Sumut masih memiliki banyak kelemahan dalam portofolionya terutama dalam karya pengembangan profesi dan lemahnya kompetensi guru diindikasikan dari rendahnya persentase peserta yang lulus dari assessment portofolio yakni 10 persen untuk guru Diknas dan 15 persen guru Depag.
Diungkapkan, ada 12 catatan penting dari prosedur rangkaian kegiatan sertifikasi guru, di antaranya guru yang lulus melalui assessment portofolio sangat kecil (15 %), tidak lulus 85 persen, akibat kesulitan memenuhi karya pengembangan profesi atau nilai O, informasi yang dikirim dari kabupaten/kota ke Diknas sering mengalami kendala teknis dan catatan lainnya.
Padahal nilai positif sertifikasi guru tujuannya untuk kesejahteraan guru, karena guru yang sudah disertifikasi mendapat tunjangan guru 1 x gaji pokok guru, karena tahun 2008, pusat telah mengalokasikan anggaran di APBN untuk 200 guru yang disertifikasi.
Kadis Pendidikan Sumut Taroni Hia menyebutkan, jumlah guru negeri/swasta di Sumut mencapai 152.930 guru yang harus disertifikasi, tapi kuota dari pusat hanya 112.616 guru. Karena itu, perlu penambahan kuota peserta diklat sesuai kebutuhan dan kondisi daerah masing-masing, dan diharapkan pusat menambah anggaran mengikuti kualifikasi S1/D4.
Karena itu, Rafriandi Nasution selaku pimpinan rapat menyimpulkan, masalah sertifikasi guru harus dibicarakan kembali di tingkat pimpinan masing-masing instansi, karena terkait masalah data yang belum sinkron merupakan tugas LPMP mengundang LPMP kabupaten/Kota dan Pemkab/Pemko se-Sumut.
Untuk sosialisasi sertifikasi guru tugas Diknas Sumut dan Unimed dan masalah follow up sertifikasi guru, perlu dilakukan koordinasi, sinkronisasi dan partisipasi kabupaten/kota dan semua stakeholder akan terlibat dalam pertemuan selanjutnya, sedangkan masalah tunjangan profesi perlu disepakati berapa bisa ditampung di APBD Sumut.
Selasa, 22 Januari 2008

Pembangunan Bandara Kualanamu Lambat
Pembangunan Bandara Kualanamu, Deliserdang, pengganti Bandara Polonia Medan dinilai lambat. DPD RI, katanya, akan menggebrak Menteri Perhubungan dan instansi terkait di Jakarta untuk mempercepat pembangunannya.
"Pembangunan bandara baru di Sumatera Utara hanya janji-janji saja dan hingga kini kesan kami belum ada apa-apa di lapangan," kata Wakil Ketua DPD RI Irwan Gusman menjawab pertanyaan wartawan di VIP room Bandara Polonia Medan setiba dari Jakarta, Senin (21/1).
Menurut Irwan, Sumatera Utara dan Medan pada umumnya mempunyai pintu gerbang terbesar untuk arus kunjungan pariwisata dan investor ke daerah ini.
"Kalau pintu gerbang seperti bandara tidak siap-siap bagaimana orang mau datang, padahal pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara setiap tahun tergolong besar," ujar Irwan dibenarkan anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba, SH.
Menurut Irwan, terdapat berbagai kendala menyebabkan pembangunan mega proyek itu masih tertunda. Pertama, pihak penentu pekerjaan tidak pernah memberi peluang kepada pengusaha Sumatera Utara atau pengusaha lokal.
"Bagaimana bisa cepat selesai," kata Irwan yang membidangi 10 provinsi di Indonesia bagian barat.
Dia turun ke Sumatera Utara dalam rangka melihat keberhasilan infrastruktur pembangunan, baik di bidang industri seperti kelangkaan arus listrik Inalum, gas, jalan, jembatan dan lainnya di Sumatera Utara.
"Ini sebagai masukan bagi kami untuk melaporkan kepada pemerintah pusat terutama listrik hidup padam di Sumatera Utara dan gas tergolong langka, sehingga 11 perusahaan sarung tangan (glove) di KIM menutup industrinya," katanya.
Bahkan Parlindungan Purba mengakui belakangan ini harga semen mencekik leher di Tebing Tinggi dan P. Siantar, namun setelah ada eksen dari DPD RI harga semen mulai menurun menjadi Rp35 ribu hingga Rp 40ribu per zak dan sudah mudah diperoleh.
Namun yang menjadi masalah sekarang, lanjutnya, harga besi memberatkan masyarakat dan kalangan pengembang sedang melaksanakan pembangunan.
Irwan maupun Purba mengakui, Selasa (22/1), 32 anggota DPD RI melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Utara. Ikut dalam rombongan Ratu Hemas, Ichsan Lelembah dan lainnya.
Mereka Selasa (23/1) malam akan mengadakan pertemuan internal di Medan dan membahas amandemen UUD 1945. Selama ini aspek itu sering dibicarakan oleh kalangan DPR RI. Mereka rencana akan berada di daerah ini hingga 25 Januari 2008.
"Pembangunan bandara baru di Sumatera Utara hanya janji-janji saja dan hingga kini kesan kami belum ada apa-apa di lapangan," kata Wakil Ketua DPD RI Irwan Gusman menjawab pertanyaan wartawan di VIP room Bandara Polonia Medan setiba dari Jakarta, Senin (21/1).
Menurut Irwan, Sumatera Utara dan Medan pada umumnya mempunyai pintu gerbang terbesar untuk arus kunjungan pariwisata dan investor ke daerah ini.
"Kalau pintu gerbang seperti bandara tidak siap-siap bagaimana orang mau datang, padahal pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara setiap tahun tergolong besar," ujar Irwan dibenarkan anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba, SH.
Menurut Irwan, terdapat berbagai kendala menyebabkan pembangunan mega proyek itu masih tertunda. Pertama, pihak penentu pekerjaan tidak pernah memberi peluang kepada pengusaha Sumatera Utara atau pengusaha lokal.
"Bagaimana bisa cepat selesai," kata Irwan yang membidangi 10 provinsi di Indonesia bagian barat.
Dia turun ke Sumatera Utara dalam rangka melihat keberhasilan infrastruktur pembangunan, baik di bidang industri seperti kelangkaan arus listrik Inalum, gas, jalan, jembatan dan lainnya di Sumatera Utara.
"Ini sebagai masukan bagi kami untuk melaporkan kepada pemerintah pusat terutama listrik hidup padam di Sumatera Utara dan gas tergolong langka, sehingga 11 perusahaan sarung tangan (glove) di KIM menutup industrinya," katanya.
Bahkan Parlindungan Purba mengakui belakangan ini harga semen mencekik leher di Tebing Tinggi dan P. Siantar, namun setelah ada eksen dari DPD RI harga semen mulai menurun menjadi Rp35 ribu hingga Rp 40ribu per zak dan sudah mudah diperoleh.
Namun yang menjadi masalah sekarang, lanjutnya, harga besi memberatkan masyarakat dan kalangan pengembang sedang melaksanakan pembangunan.
Irwan maupun Purba mengakui, Selasa (22/1), 32 anggota DPD RI melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Utara. Ikut dalam rombongan Ratu Hemas, Ichsan Lelembah dan lainnya.
Mereka Selasa (23/1) malam akan mengadakan pertemuan internal di Medan dan membahas amandemen UUD 1945. Selama ini aspek itu sering dibicarakan oleh kalangan DPR RI. Mereka rencana akan berada di daerah ini hingga 25 Januari 2008.
Langganan:
Postingan (Atom)
