Tampilkan postingan dengan label Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bola. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 November 2011

Duka Ferdinand, Duka Semen Padang



Ferdinand Sinaga adalah salah satu eksekutor yang gagal pada adu penalti di final SEA Games 2011 melawan Malaysia. Semen Padang, sebagai klub pemilik, pun merasakan kesedihan yang sama.

Ferdinand ditunjuk Rahmad Darmawan sebagai eksekutor ke empat pada laga yang berakhir dengan kemenangan Malaysia itu. Sayang tendangannya mampu dibendung oleh Khairul Fahmi, sebelum Bakhtiar Baddrol mencetak gol dan memastikan kemenangan tim tamu.

Rasa kecewa jelas dirasakan oleh sang pemain. Perasaan yang sama dirasakan oleh Semen Padang, yang baru memboyong mantan pemain Persidafon Dafonsoro itu ke tanah Minang.

"Sangat disayangkan. Tapi segala sesuatunya bisa terjadi dalam adu penalti, apalagi ditambah beban mental. Bahkan pemain kelas dunia seperti (Wayne) Rooney pun bisa melenceng tendangannya," ujar CEO Semen Padang Erizal Anwar.

"Saya sudah bicara dengan Ferdinand usai laga dan beri dia support," ungkap Erizal.

"Saya bilang 'kamu sudah bermain bagus, kita punya keinginan tapi tidak semua keinginan kita bisa diraih meski sudah bekerja keras'. Yang terpenting semua tim sudah bermain bagus, sungguh-sungguh dan all-out," ujar sang CEO.

Meski tidak mendapat mengakhiri dehidrasi gelar di SEA Games selama 20 tahun, Erizal tetap memberikan aplaus pada Rahmad Darmawan yang dinilai bisa membangun tim kuat hanya dalam waktu singkat.

"Saya salut pada RD yang bisa membuat tim bagus seperti ini meski hanya persiapan selama tiga bulan," sambung Erizal.

Ketika ditanya adakah keinginan untuk menarik RD ke kursi pelatih Semen Padang, Erizal menampik hal tersebut.

"Ah kami sekarang masih dilatih oleh adiknya RD (Nil Maizar)," tukasnya sambil tertawa. "Beliau cukup memuaskan musim lalu, jadi kita akan terus pertahankan."

Hindari Sanksi, PSMS Bentuk Tim Tandingan



Surat edaran PSSI kepada klub-klub soal pencabutan pengelolaan kompetisi profesional dari PT Liga Indonesia tak ayal merupakan peringatan keras. Bahkan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS)- lah pemegang legal pengelolaan kompetisi 2011-2012 dengan rumusan kompetisi berlabel Indonesian Premier League (IPL)

Nah, jika klub membelot dari IPL, sanksi tentu menunggu. Gelagat PSMS menuju ISL yang kental terasa membuat beberapa pihak di PSMS berniat membentuk tim tandingan. Artinya tetap menjaga arah PSMS ke jalur resmi. 40 klub pemilik PSMS punya inisiatif demikian. Salah satu pemilik klub PSMS, PS Kinantan dan Medan Putra, Freddy Hutabarat, membenarkan hal itu.

"Kami, para klub anggota PSMS, sudah melihat kemungkinan ini (ke ISL-red). BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia-red) yang berhak mengeluarkan izin dan PT LPIS penyelenggara sah. Lalu apakah PSMS siap dengan sanksi jika tetap memaksakan diri ke ISL?" tanyanya di Sekretariat Gedung Mantan PSMS baru-baru ini.

Kabarnya pemain-pemain beberapa klub di Sumut seperti PS Pratama, Pro Duta juga PON Sumut, dan PSMS U-21 akan mengisi skuad PSMS tandingan ini. Tim ini bakal berlatih di Stadion TD Pardede. Freddy pun membenarkan pihaknya sudah menyiapkan 25 pemain jika benar PSMS berlaga di ISL.

"Nanti kalau sudah pasti. Ada beberapa pemain dari PSMS U-21 dan lainnya," jelasnya enggan membeberkan lebih detail.

Lalu bagaimana dengan nama klub? Tidak mungkin dalam kompetisi berbeda, tetap mengusung nama PSMS Medan.

"Ini hanya opsi jika PSMS disanksi, soal nama kan masih harus dirapatkan dulu dengan klub, karena PSMS ini pemiliknya adalah klub-klub dan tak semudah itu membuat tandingan," tegasnya lagi.

Freddy sendiri heran dengan tindak tanduk kebijakan yang kerap berubah. Apalagi sebelumnya PSMS sudah memastikan IPL saat Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap bertemu Ketua PSSI, Djohar Arifin.

"Klub-klub jangan dibodohi, pemilik klub-klub sudah pernah bertemu wali kota (ketum), dan IPL sudah oke. Bagaimana jika ISL tidak sampai semusim sudah dihentikan?” katanya.

Persib Dinilai Tidak Punya Sopan Santun



Persib Bandung sudah meninggalkan IPL dan bergabung ke ISL. Hal ini membuat Ketua Komisi Disiplin PSSI Bernard Limbong menilai tim berjuluk Maung Bandung ini tidak memiliki sopan santun.

Deadline yang diberikan untuk Persib hingga 26 November mendatang, merupakan kesempatan untuk memikirkan kembali mengenai keputusan yang sudah diambil.

Limbong sangat menyayangkan keputusan Persib. Pasalnya, jika dari awal Persib mengisyaratkan untuk bergabung ke ISL, tidak perlu mengikuti setiap rangkaian acara yang digelar IPL.

“Persib saat ini tidak tahu sopan santun. Kalau datangnya mengucapkan salam, seharusnya pergi juga mengucapkan salam. Ini sih Persib mengambil keputusan sepihak yang diumbar ke media tanpa Persib memberikan surat keterangan bagi PSSI,” ujar Limbong saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (24/11/2011).

Surat keputusan mengundurkan diri dari IPL memang belum dilayangkan oleh manajemen Persib. Hal ini dinilai tidak menghargai keputusan IPL yang telah mencantumkan nama Persib pada daftar klub yang mengikuti kompetisi tersebut.

Keputusan Persib yang bermula bergabung di IPL juga merupakan hal yang salah karena jika akhirnya bergabung ke ISL, Maung Bandung tidak perlu menjalani kompetisi melawan Semen Padang beberapa waktu lalu.

Senin, 21 November 2011

Kehadiran Markus Geser AK?



PSMS Medan dipastikan akan kembali diperkuat Markus Haris Maulana. Kiper plontos ini sudah tiba di Medan sejak Sabtu lalu dan siap memulai latihan mulai Senin ini di Stadion Teladan.

"Tadinya kalau memang Sabtu, saya berniat langsung latihan. Tapi ternyata PSMS berujicoba dan tidak mungkin saya baru sampai langsung turun. Senin ini, saya akan bergabung latihan," ujarnya malam ini.

Sudah sejak lama Markus diwacanakan akan kembali ke klub yang membesarkan namanya itu. Artinya ini kedua kali ia comeback ke PSMS. Sejak hengkang ke Persik Kediri di musim 2007/2008, ia sempat kembali di pertengahan musim Liga Super 2008/2009. Setelah itu kiper plontos ini bertualang di Pulau Jawa dengan memperkuat Persib Bandung dan Arema Malang.

Pelatih kepala PSMS, Raja Isa menyambut positif Markus comeback. "Kita butuh pemain-pemain yang bisa kembali mengangkat pamor tim. Seperti Markus. Juga kita tunggu pemain-pemain lainnya seperti itu," katanya.

Namun kehadiran Markus menjadi sinyal berbahaya bagi Achmad Kurniawan. Sebelum Markus datang, kiper yang akrab dengan inisial AK ini digadang-gadang sebagai kiper utama. Wajar saja dari deretan kiper yang ada, AK paling berpengalaman dan punya kemampuan yang bisa diandalkan.

Anehnya, saat berujicoba dengan Pro Duta FC, Sabtu lalu, AK tak terlihat. Saat dikonfirmasi soal ketidakhadiran AK, Raja Isa mengatakan AK sedang menghadiri pernikahan kerabatnya jadi tidak mengikuti ujicoba tersebut.

"Dia sudah izin kesaya, jadi dia tidak hadir di sini. bukan karena berita yang beredar dia pergi karena Markus mau datang," katanya.

Senada dengan Raja Isa, Pelatih kiper PSMS, Sugiar, membenarkan AK sudah minta izin pulang kampung. "Adiknya nikah. Dia sudah izin untuk pulang ke Jakarta," ujarnya via telepon seluler.

Menurut Sugiar, kehadiran Markus justru akan membuat pihaknya bisa melakukan rotasi di bawah mistar.

"Kan tidak selamanya Markus bisa bermain. Karena itu kita akan lakukan rotasi. Kita akan berusaha menciptakan persaingan yang sehat. Artinya mereka harus bisa tunjukkan perkembangan yang baik," ujar mantan kiper PSMS ini.

Namun menurut Sugiar, pihaknya memastikan tak lagi melakukan pencoretan dengan komposisi empat kiper. Selain AK dan Markus, PSMS dipekuat Edi Kurnia, Sahbani plus kiper magang, Alrian Suhaibi.

"Kita hanya melakukan penambahan. Dan sudah koordinasi dengan pelatih kepala, tidak ada lagi pencoretan. Untuk Alrian, dia tetap dimagangkan," pungkasnya.

Kamis, 10 November 2011

Persebaya lawan perdana PSMS


Kompetisi Indonesian Premier League (IPL) semakin mantap melangkah. Kontroversi seputar adanya dualism kompetisi tak membuat IPL surut. Manager Meeting IPL di Jakarta baru-baru ini pun resmi menyerahkan manual liga yang selama ini kerap menjadi hambatan klub dalam bergerak.

Iswanda Ramli mengatakan pertemuan di Jakarta untuk PSMS memang memiliki dua agenda. Selain membahas soal kesepakatan persyaratan yang diminta PSMS kepada konsorsium, juga membagikan manual liga.

Dari jadwal IPL, lanjutnya, Ayam Kinantan ini akan melawan Persebaya Surabaya pada partai tertanggal 26 November 2011 di Stadion Teladan Medan. Setelah itu, laga berikutnya PSMS juga melakoni laga tandang melawan Persija Jakarta.

Artinya ada perubahan komposisi jumlah klub yang berlaga di IPL yang otomatis merubah penjadwalan. Pada pertemuan sebelumnya PSMS dijadwalkan bertandang ke Persiwa Wamena di laga perdananya. Wacana beredar Persiwa lebih memilih ikut serta di Indonesian Super League (ISL) bentukan PT Liga Indonesia.

Persebaya yang dihadapi PSMS tentunya Persebaya 1927 yang dipimpin Cholid Goromah. Sementara kubu Wisnu Wardhana berencana mendaftarkan Persebaya bentukan lainnya ke Divisi Utama.

Rabu, 09 November 2011

Juninho pastikan ke Medan



Kebutuhan akan sosok gelandang serang membuat PSMS Medan sangat menantikan kedatangan wajah-wajah baru. Salah satunya Orlando de Melo Juninho yang santer dikabarkan akan datang.

Awalnya, Juninho direncanakan hadir di Medan sejak pekan lalu. Namun mantan pemain Minangkabau FC ini menunda kedatangannya karena urusan di Brazil yang tidak bisa ditinggalkan.

Ia harus mengantar ibunya berobat di Brazil, namun memastikan dalam dua hari ke depan akan tiba di Medan. Pemain yang disebut-sebut jebolan Akademi Sepakbola Manchester United itu terdengar sangat antusias ke Medan.

"PSMS klub yang besar dan punya suporter yang fanatik dan punya historis yang luar biasa," ujarnya saat dikonfirmasi baru-baru ini.

Pemain berusia 22 tahun ini mencoba semakin mencintai sepakbola Indonesia. Meskipun sempat terbesit kekecewaan karena pengalaman pengalaman di Liga Primer Indonesia (LPI) yang hanya bertahan setengah musim.

"Yang saya inginkan hanyalah punya kesempatan untuk bermain dan saya harap kesempatan itu ada di PSMS," jelasnya.

PSMS memang sangat membutuhkan gelandang yang mampu mewarnai lini tengah. Batalnya Inkyun Oh (Korsel) bergabung dan Stephen Mennoh yang kemungkinan tak lagi bersedia kembali membuat tim seleksi harus berpikir keras mendatangkan sosok gelandang yang sesuai harapan.

Minggu, 16 Oktober 2011

FA Selidiki Rasisme Luis Suarez


Federasi Sepakbola Inggris (FA) akan menginvestigasi tudingan Patrice Evra bahwa striker Liverpool Luis Suarez telah berlaku rasis. Tindakan itu diterima Evra saat United bermain imbang 1-1 dengan Liverpool di Anfield kemarin malam.

Kepada media, Evra mengatakan bahwa Suarez telah menyerangnya dengan perlakuan rasis. FA kemudian memberikan konfirmasi bahwa mereka akan menindaklanjuti tudingan itu setelah wasit Andre Marriner juga membuat laporan.

"Federasi telah mengetahui insiden yang ditudingkan ini saat Liverpol menghadapi Manchester United di Anfield. FA akan menindaklanjuti hal ini," tulis statemen FA, seperti dikutip The Daily Star.

Juru bicara Liverpool mengatakan sendiri membantah tudingan tersebut. Luis menurut mereka telah membantah tudingan tersebut.

Sepanjang pertandingan, Evra mengakui Suarez berulang kali melakukan tindakan rasis. Keduanya memang kerap tertangkap kamera tengah bersitegang. Namun Evra enggan menyebut tindakan rasis apa yang diperbuat oleh bomber Uruguay itu.

Minggu, 18 September 2011

Sistem satu wilayah bahayakan PSMS



Abey - Euphoria lolosnya PSMS sebagai salah satu calon peserta kompetisi PSSI level 1 sepertinya segera berakhir. Pasalnya hasil Rapat Komite Eksekutif PSSI kemarin, PSSI kini berubah pikiran untuk tetap menggunakan format satu wilayah. Meralat keputusan sebelumnya soal kompetisi dua wilayah.

Artinya klub-klub pun dirampingkan. Dari 32 klub rencana awal, PSSI kemungkinan menetapkan maksimal 20 klub. Verifikasi ulang pun akan dilakukan. Bahkan kali ini akan lebih ketat.
Bahkan Anggota Exco, La Nyalla mengatakan 15 klub ISL musim lalu akan mendapat keutamaan dari PSSI untuk verifikasi. Jika demikian sisa slot peserta untuk tim-tim lain tentu tak lagi banyak.

Nah, ini merupakan sinyal bahaya bagi PSMS Medan. Betapa tidak, status PSMS sebagai penghuni level kedua, Divisi Utama tentu membuat Ayam Kinantan tak berada dalam zona diutamakan itu.

PSMS pun kalang kabut. Plt Ketua Umum PSMS, Idris, kini memprotes sikap plin plan PSSI yang merubah aturan soal kompetisi dua wilayah. Menurutnya PSSI harusnya bisa menjelaskan kondisi Indonesia yang tak sama seperti Eropa sehingga belum bisa menggelar kompetisi dua wilayah.

"Harusnya memang dua wilayah. Letak geografis kita kan tidak memungkinan untuk satu wilayah. Tentunya pembiayaan klub membengkak. Bahkan luas wilayah kita lebih besar dari Brazil yang sampai saat ini masih menggunakan dua wilayah,” tukas Idris.

Wajar jika PSMS kelimpungan. Pasalnya PSMS juga tidak sedang berada dalam kondisi safety untuk bisa melewati ujian verifikasi yang disebut-sebut ketat itu. Lihat saja Stadion Teladan yang sampai sekarang tak juga disentuh untuk dibenahi. Belum lagi kondisi internal yang tidak sehat. Persiapan teknis perekrutan pemain juga tidak maksimal.

Senin, 12 September 2011

Suharto & Roekinoy jadi asisten pelatih

Teka-teki siapa pendamping Abdul Rahman Gurning sudah terjawab. PSMS Medan sudah menentukan seluruh perangkat kepelatihan 2011/2012. Beberapa nama yang diprediksi sebelumnya didapuk sebagai asisten Gurning.

Bisa dibilang perangkat pelatih musim ini terbilang ramai. Betapa tidak, PSMS tidak hanya menunjuk dua asisten seperti musim-musim sebelumnya melainkan tiga orang. Dua untuk posisi asisten pelatih teknis dan satu posisi pelatih kiper.

Dua nama yang mengisi asisten pelatih teknis sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya. Roekinoy dan Suharto selama ini disebut-sebut kandidat kuat pendamping Gurning. Hanya saja yang mengherankan bukan salah satunya yang dipilih, melainkan keduanya.

Menilik kapasitas kedua nama di atas memang tak meragukan. Roekinoy yang saat ini duduk sebagai pelatih PSMS U-21 bukan sosok yang asing bagi Gurning. Ia asisten Gurning saat membesut tim sepakbola PON Sumut di tahun 2004. Karena itu ketika nama Gurning disebut-sebut sebagai calon asistennya, Gurning menyetujui.

Untuk Suharto juga tak kalah mumpuni. Bahkan ia sosok penting saat membawa PSMS ke Babak Delapan Besar Divisi Utama musim lalu. Namun lisensi kepelatihan Suharto yang belum memenuhi syarat membuat PSMS terganjal untuk menetapkan Suharto sebagai pelatih kepala. Sedikit aneh, posisi Suharto turun setingkat menjadi asisten pelatih.

Gurning sejatinya tak menganggap hal itu sebuah masalah. Ia siap bekerjasama dengan siapapun baik Roekinoy, Suharto dan Mardianto. Hanya saja sedikit janggal karena ia harus membawahi pelatih kepala musim lalu.

“Suharto pelatih kepala musim lalu. Sekarang asisten saya. Pastinya sedikit berbeda, tapi kami bisa bekerjasama dengan baik karena saya juga mengenalnya baik,” tukas Gurning.

Suharto sendiri mencoba profesional. Kecintaannya dengan PSMS membuatnya rela turun pangkat jadi asisten pelatih. “Tidak ada masalah kalau musim ini saya dipercaya sebagai asisten. Lagipula ini jadi tantangan buat saya,” ujarnya.

Selasa, 21 Desember 2010

Christian Gonzalez Profile



Timnas sepakbola Indonesia mendapat suntikan amunisi pemain asing naturalisasi dalam rangka menghadapi piala AFF bulan November 2010, yaitu Christian Gonzales dan Irfan Bachdim. Walaupun Christian Gonzales bisa dikatakan sudah “berumur”, tetapi reputasinya di persepakbolaan di Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Bagi anda yang belum mengetahui kisah, profil dan biografi Christian Gonzales yang sekarang bermain untuk klub Persib Bandung, silahkan baca profilnya berikut ini.

Nama lengkap: Christian Gerard Alvaro Gonzalez
Templat, tanggal lahir: Montevideo, Uruguay, 30 Agustus 1976
Tinggi / Berat Badan: 177 cm / 80 Kg
Posisi: Striker
Julukan: El Loco
Istri: Eva Nurida Siregar
Anak: Fernando, Florencia, Amanda, Michael
Nomor Punggung Klub: 99
Klub:
1990-1995 Defensor Sporting
1995-1997 Sud America – Main 1 – Gol 0
1997-1999 Huracan Ctes (status: pinjaman) – Main 3 – Gol 0
1999-2000 Sud America – Main 12 – Gol 1
2000-2003 Deportivo Maldonado – Main 22 – Gol 1
2003-2005 PSM Makassar – Main 26 – Gol 27
2005-2008 Persik Kediri – Main 83 – Gol 88
2008-2009 Persib Bandung (status: pinjaman) – Main 16 – Gol 14
2009- Persib Bandung – Main 38 – Gol 32

Ia adalah salah satu Penyerang yang paling mematikan sepanjang sejarah kompetisi sepakbola Indonesia. Kemampuannya dalam menendang, mencetak gol, penempatan posisi, visi permainan, dan sundulan adalah andalannya. Disamping kemampuannya, ia juga terkenal memiliki fisik yang prima.

Pada saat bermain di Uruguay, ia ditugaskan sebagai gelandang serang, tapi produktivitasnya dalam mencetak gol sangatlah kurang. Di penghujung tahun 2002, setelah sempat bermain untuk sebuah klub di Portugal, Campo Mayor, Cristian Gonzales memutuskan menerima sebuah tawaran bermain di Indonesia, negeri asal istrinya, Eva Nurida Siregar. Karena itu, pada Liga Indonesia (LI) IX/2003, Gonzales sudah berkostum PSM Makassar, klub pertamanya di Indonesia.

Setelah tinggal di Indonesia yang sebagian besar penduduknya muslim, Gonzales bisa mengenal lebih jauh dunia Islam. Karena sudah berinteraksi dengan masyarakat Indonesia, Gonzales mengenal Islam tidak hanya dari istrinya, tapi juga dari lingkungan sekitarnya. Tidak mengherankan kalau pria yang terkenal pendiam ini semakin memiliki kesan positif terhadap Islam.

Akhirnya, setelah menuntaskan musim pertamanya di Indonesia dengan mencetak 33 gol dan mengantarkan PSM menjadi runner-up LI IX/2003, Gonzales memutuskan masuk Islam pada tanggal 9 Oktober 2003.
Ustaz Mustafa, seorang ahli masjid di Masjid Agung Al-Akbar Surabaya, merupakan orang yang mengislamkan Gonzales. Sebagai seorang mualaf yang baru memeluk agama Islam, Gonzales masih memerlukan pembimbing.

Selain Ustaz Mustafa, Gonzales juga memiliki dua guru spiritual lainnya, yaitu Hj. Fatimah asal Mojosari dan Hj. Nurhasanah di Gresik.Seperti dituturkan Eva, Hj. Fatimah merupakan seorang kepala dusun yang sudah menjabat selama 30 tahun di daerah Mojosari. Sedangkan Hj. Nurhasanah adalah pemilik sebuah majelis zikir di Gresik.

“Mereka adalah ibu angkat Gonzales dan keluarga kami. Mereka sangat sayang dan selalu memberikan bimbingan buat Gonzales dan keluarga kami sampai sekarang,” tutur Eva. Setelah menikah, ia memiliki paspor Indonesia, istrinya adalah wanita Indonesia bernama Eva Nurida Siregar. Dari pernikahannya, ia memperoleh dua orang anak (Fernando dan Florencia). Ia juga telah mempunyai dua anak hasil pernikahan sebelumnya (Amanda dan Michael).

Pada musim 2006, ia adalah pemain termahal di Liga Indonesia menurut data Badan Liga Indonesia dengan bayaran Rp 1,2 milyar. Sebenarnya keinginannya untuk menjadi WNI (warga Negara Indonesia) sudah sangat lama. ”Saya sangat ingin jadi WNI. Bahkan saya sudah pernah mencoba bertanya ke imigrasi. Tapi, hingga sekarang belum ada hasil yang memuaskan. Saya merasa dipersulit,” ujarnya, dengan nada tinggi.

Saat ke imigrasi itu, ada oknum yang menawari Gonzales. Dia bisa mulus keinginannya menjadi WNI, asal diminta uang. Berapa? Gonzales menyebut kisarannya sekitar ratusan juta. ”Jelas saya keberatan. Kalau pun ada uang, ndak sebanyak itu. Apalagi kami harus memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari,” ujarnya.
Dia mengatakan, selama berusaha mengurus administrasi untuk menjadi WNI, tidak ada pihak yang membantunya. ”Padahal, tujuan saya, ingin menjadi bagian dari Timnas agar sepak bola Indonesia bisa berprestasi di level internasional,” tuturnya.

Gonzales merasa, pengurus elite PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) tidak menghendaki dia menjadi WNI. Padahal, lanjutnya, banyak negara lain yang melakukan itu. ”Kenapa PSSI tidak melakukan itu? Alasan untuk memakai pemain muda sampai sekarang juga belum berhasil,” tuturnya.

Dia menandaskan, keinginannya menjadi WNI sudah muncul sejak 2003. ”Selama berkarir di sini, saya sangat jarang pulang ke Uruguay. Terhitung baru sekali kembali ke Uruguay, yakni pada Agustus 2005. Itu pun hanya sepekan, ketika orang tua saya sakit keras hingga koma,” jelasnya.

Gonzales merasa sudah tak beda dengan WNI lainnya. Dia begitu mencintai Indonesia. ”Apalagi istri saya orang Indonesia,” tandasnya. Akankah tekatnya untuk menjadi WNI masih tetap menggelora, sementara upayanya banyak menemui kendala? ”Mungkin saya harus bersabar. Yang jelas, saya tidak akan meninggalkan Indonesia, meski nanti saya sudah tak lagi bermain bola,” katanya.

Go Christian Gonzales … Harumkan nama Indonesia …

Dari berbagai sumber.