Tampilkan postingan dengan label Kencan Online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kencan Online. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Maret 2010

Seks Guru-Murid 12 Tahun Terungkap di FB

London – Seorang asisten guru telah ditangkap karena dituduh berhubungan seks dengan murid 12 tahun setelah pesan percintaan ditemukan di halaman Facebook.

Orang tua anak itu melapor ke polisi Inggris setelah menemukan "pesan cinta" antara putra mereka dan guru bantu berusia 23 tahun.

Penyelidik Pelecehan Anak melakukan penyelidikan dan wanita itu kemudian ditangkap karena dicurigai melakukan tindakan seks pada anak.

Dia diduga melakukan pelanggaran itu di sekolah tempat ia bekerja di Bromley, London Tenggara. Polisi melepas wanita itu dengan jaminan sampai akhir bulan ini, apakah ia akan dikenai tuntutan atau tidak.
Seorang sumber mengatakan: "Penyelidikan dilakukan karena pesan yang ditemukan pada situs Facebook anak itu".

"Mereka diduga telah saling berkirim surat cinta satu dengan yang lain melalui Facebook termasuk detail yang telah dilakukan. Orang tua anak laki-laki yang sangat kesal itu kemudian segera memberitahu polisi."

Polisi menyita komputer yang digunakan oleh wanita dan anak itu dan para pakar saat ini menganalisis hard drivenya.

Seorang juru bicara polisi mengukuhkan bahwa seorang wanita telah ditangkap atas tuduhan seks dengan anak di bawah 13 tahun menurut Koran The Sun.

Teman Kencan Online Bisa Dipercaya?

Sebuah penelitian dari University of Kansas melalui wawancara dengan 5020 laki-laki dan perempuan mengungkap kencan lewat media internet.

Penelitian itu mengungkap sebagian besar pengguna layanan kencan online tidak melakukan kebohongan saat menjalin hubungan.

Tapi di lain pihak, mereka lebih memilih untuk mengungkapkan segala sesuatunya dengan ungkapan yang umum untuk menunjukkan keunggulan pribadi.

Kebanyakan orang ingin disukai, baik secara online maupun offline (kehidupan tatap muka) kata Profesor Jeffrey Hall dalam penelitian tersebut.
“Kebanyakan dari mereka menampilkan dirinya seolah-olah baik dalam lingkup online, termasuk dalam interaksi nyata,” ujar Hall.

Penelitian yang dipublikasikan di Journal Social and Personal Relationship itu menggunakan skala 10 poin untuk mengindikasikan “tidak terlalu suka” hingga “sangat suka”

Menurut Hall, kesimpulan dari penelitian itu menyangkut kebohongan tidak terletak pada jenis kelamin pengguna jasa kencan online, tapi bagaimana mereka merefleksikan dirinya sendiri kepada orang lain secara sempurna.

Penelitian dilakukan bersama Profesor Namkee Park dari University of Oklahoma, Hayeon Song dari University of Wisconsin dan Michael Cody dari University of Southern California.