Tampilkan postingan dengan label Warta Online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta Online. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Mei 2013

Tentara Inggris Dipenggal, Ratusan Warga Gelar Demo Anti-Islam

Aksi protes anti-Islam terjadi di Inggris menyusul pembunuhan sadis seorang tentara Inggris di siang hari bolong. Aksi demo itu dilakukan oleh ratusan orang.

Sekitar 250 orang pendukung anti-Islam English Defence League (EDL) berkumpul di stasiun kereta Woolwich, beberapa jam setelah pembunuhan keji di jalanan London tersebut.

Massa melemparkan botol-botol dan sempat terlibat bentrokan kecil dengan aparat polisi.

Pemimpin EDL Tommy Robinson ikut serta dalam aksi demo tersebut.

"Mereka memenggal kepala tentara kita. Ini Islam. Itulah yang kita lihat saat ini. Mereka memotong putus kepala tentara kita di jalanan London," cetusnya seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (23/5/2013).

"Semua orang sudah muak. Harus ada reaksi, pemerintah harus mendengar, polisi harus mendengar, memahami bagaimana marahnya publik Inggris," katanya berapi-api.

Setelah sempat terjadi bentrokan kecil dengan polisi, massa demonstran akhirnya membubarkan diri. Tak ada penangkapan yang dilakukan polisi.

Dalam peristiwa sadis yang terjadi pada Rabu (22/5) siang waktu setempat ini, ada dua pelaku yang menyerang seorang tentara Inggris. Serangan ini terjadi di jalanan yang ramai, dekat markas militer Inggris. Kedua pelaku menyerang korban dengan golok dan pistol.

Jumat, 31 Agustus 2012

Sebuah Ruko di Warung Buncit Terbakar

Kebakaran kembali melanda Ibukota, Jumat (31/8/2012) dini hari. Kali ini kebakaran melanda sebuah rumah toko (Ruko) di Jalan Warung Buncit Raya 30, Jakarta Selatan. Meski belum diketahui data pasti tentang jumlah ruko yang terbakar, namun untuk menjinakkan api, Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar PB) Jakarta Selatan mengerahkan sebanyak 8 unit mobil pemanadam. Salah seorang petugas piket Sudin Damkar PB Jakarta Selatan saat dihubungi mengakui adanya kebakaran tersebut. Menurutnya, hingga saat ini petugas masih berusaha memadamkan api. "Sampai saat ini belum ada data korban atau kerugian yang masuk, karena petugas masih dilapangan," kata petugas tersebut saat dihubungi, Jumat (31/8/2012) dini hari.

Terduga Teroris Arcamanik Ternyata Seorang Hacker

MK (27) yang diduga anggota jaringan teroris yang ditangkap di kawasan Arcamanik, Bandung diduga berperan sebagai pemberi dana operasi pelatihan militer di Poso. Hal tersebut disampaikan oleh Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Agus Riyanto. ”MK juga mendanai sejumlah operasi pelatihan militer di Poso. Ia juga penyandang dana jaringan teroris di Medan,“ kata Agus. Dana tersebut didapat MK dengan cara meretas (hacking) transaksi online. MK mampu meretas karena ia juga bekerja di sebuah perusahaan perangkat lunak komputer (software) di Bandung. Menurut Agus, saat menggerebek rumahnya di kawasan Arcamanik, Bandung, Kamis (30/8/2012), Densus menyita satu unit CPU yang diduga milik pelaku. Selain itu, disita pula barang-barang lain seperti 60 keping CD, dua handphone, tiga rekening Bank Mandiri, satu unit Mobil Nissan, satu berkas STNK dan BPKB mobil.

Selasa, 12 Juni 2012

Chairuman Harahap daftar ke Golkar

Anggota DPR RI Chairuman Harahap mendaftarkan diri sebagai calon Gubernur Sumatera Utara ke DPD Partai Golkar Sumut, siang ini. Chairuman merupakan calon pertama yang mengambil formulir ke partai berlambang pohon beringin tersebut untuk maju dalam Pilkada Sumut, 2013 mendatang. Chairuman datang ke Sekretariat DPD Golkar Sumut, Jalan Wahid Hasyim Medan, sekitar pukul 11.30 WIB. Chairuman yang datang bersama pendukungnya tersebut diterima oleh Sekretaris Tim Pemilukada yang juga Sekretaris DPD Golkar Sumut, Hanafiah Harahap didampingi sejumlah pengurus DPD Golkar lainnya. Chairuman sudah secara resmi mendaftar karena disamping mengambil formulir, Chairuman langsung mengisinya dan langsung mengembalikan formulir tersebut. "Pak Chairuman Harahap sudah sah mendaftar. Karena diambil dan dikembalikan langsung formulirnya. Kalau mengenai kelengkapannya, ditunggu sampai 25 Juni," kata juru bicara Golkar Sumut, Firdaus Nasution, hari ini. Sekretaris Tim Pemilukada Golkar Sumut, Hanafiah mengatakan, hingga saat ini, baru Chairuman yang secara resmi mendaftar ke partai tersebut. Golkar membuka pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur Sumut sejak hari ini hingga tanggal 25 Juni 2012.

Senin, 14 Mei 2012

Cerita harta karun Belanda di Gunung Salak

Tercatat tujuh pesawat jatuh di Gunung Salak. Teranyar, Sukhoi Superjet 100 yang mengangkut 45 orang menabrak lereng Gunung Salak pada Rabu (9/5). Belum diketahui penyebab pasti jatuhnya pesawat pabrikan Rusia yang disebut-sebut memiliki teknologi canggih itu. Selama ini, jalur Gunung Salak memang dikenal angker bagi penerbang. Bagi masyarakat di sekitar, Gunung Salak bukan hanya sebuah tumpukan batu dan hutan belantara, tetapi juga memiliki cerita gaib. Gunung ini kerap dikaitkan dengan Prabu Siliwangi dan cerita soal harta karun Belanda. Cerita mengenai harta karun Belanda tersebut beredar dari mulut ke mulut di warga di lereng Gunung Salak. Cerita menyebut bahwa saudagar dan pasukan Belanda menguburkan harta mereka di Gunung Salak karena takut diambil tentara Jepang yang masuk ke Indonesia pada tahun 1942. Mereka lalu menguburkannya di Gunung Salak. Setelah berhasil menguburnya, para tentara Belanda itu kemudian membuat peta penunjuk arah yang disertai tanda-tanda fisik lokasi menuju ke lokasi penyimpanan. Pasukan Belanda berharap ketika mereka datang lagi ke Indonesia harta yang disimpan bisa diambil kembali, namun sejarah bercerita lain, setelah Jepang kalah dalam perang dunia, Indonesia kemudian memproklamirkan kemerdekaan. Serdadu Belanda pun tidak bisa masuk lagi ke Indonesia, sedangkan peninggalannya masih tertimbun di lereng Gunung Salak. Kabar adanya harta timbunan itu di Gunung Salak sempat menghebohkan warga Cihadu Sukabumi pada tahun 1953. Sejumlah warga Cidahu mendengar kabar harta karun itu dikubur di wilayah kaki Gunung Salak tersebut. Info yang sempat beredar di warga tanda fisik tempat penyimpanan harta itu adalah tembok yang tebalnya 120 centimeter persegi. Ada juga yang menyebut bahwa harta karun berada di sekitar Kawah Ratu. Alhasil, karena kabar tersebut, hampir seluruh warga Cidahu beramai-ramai mencarinya. "Itu cerita masa lalu kang. Dulu memang sempat ramai, tapi sekarang sudah jarang yang percaya," ujar warga Cidahu Husni. Ketika demam harta karun tersebut merebak, setiap ada tembok sisa peninggalan Belanda dihancurkan warga. Dalam beberapa bulan, tembok sisa pembatas perkebunan milik Belanda dengan penduduk pribumi saat itu, langsung ludes menjadi puing. Warga juga berusaha mencari harta peninggalan Belanda tersebut di Kawah Ratu, namun nahas, banyak warga yang justru tewas. Karena tak jua ketemu, kabar burung adanya harta karun kemudian lenyap. Baru pada tahun 2006 kabar itu kemudian muncul kembali, namun tetap masih sebatas kabar burung perihal harta karun tersebut. Sumber : Harta Karun Di Gunung Salak

Beda frekuensi, penyebab ELT Sukhoi tidak terdeteksi

Saat Sukhoi Superjet 100 jatuh di Gunung Salak, Rabu (9/5), Emergency Located Transmitter (ELT) tidak terdeteksi oleh tim SAR. Perbedaan frekuensi, ternyata menjadi penyebabnya. "ELT dulu namanya Emergency Located Beacon Aircraft (ELBA). Alat itu sudah merupakan standar penerbangan sipil kalau ada pesawat jatuh dengan tekanan atau tinggi di atas 5 dia akan memancar frekuensi sehingga kalau dia jatuh bisa dicari," kata pengamat telematika Roy Suryo Notodiprojo di Cijeruk, Bogor Roy yang juga anggota Komisi I DPR ini diminta bantuan oleh Kepala Badan SAR Nasional Daryatmo untuk mendeteksi peralatan yang ditemukan tim SAR dari evakuasi korban di Gunung Salak. Roy menjelaskan, di Indonesia, otoritas penerbangan menggunakan frekuensi 406 Mhz untuk memonitor ELT. Sedangkan, ELT yang digunakan Sukhoi yang nahas tersebut adalah model lama dengan frekuensi 105. "Ternyata terjawablah sekarang. Yang kita jadikan panduan dalam monitor satelit yang kerjasama dengan Basarnas, yang memonitor di frekuensi 406. Ternyata ELT yang digunakan pesawat Sukhoi (model) lama, masih menggunakan frekuensi lama di 105, sehingga akibatnya, tidak lagi termonitor karena 105 VHF itu jenis pancarannya line offline atau lurus," papar pria bergelar Kanjeng Raden Mas Tumenggung ini. Dengan sinyal lurus tersebut, maka jika pancaran sinyal terhalang gunung tidak akan terdeteksi oleh alat penerima. "Andaikan sempat menyala, ELT tidak terdeteksi karena terhalang gunung. Di Indonesia rata-rata menggunakan frekuensi 406," ujarnya. "Ini akan jadi koreksi kalau pesawat ini masih dipasarkan. Kita ada pakai VHF tapi untuk latihan terbang saja," pungkas Roy.

Penyebar foto palsu korban Sukhoi inisialnya YS

Tim Cyber Crime Mabes Polri sedang menyelidiki pelaku penyebar foto palsu korban pesawat Sukhoi Superjet 100. Foto-foto itu dinilai telah meresahkan keluarga korban. Dalam penyelidikan tahap awal, polisi sudah mengantongi pelaku yang diduga sebagai penyebar foto. Pelaku itu berinisial YS. "Terkait penyelidikan terhadap gambar-gambar di sosial media, tim penyidik cyber Polri saat ini sedang menyelidiki. Jika terbukti nanti akan kami kenakan UU Nomor 11 Tahun 2008," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Boy Rafli Amar di Rumah Sakit Kramatjati Jakarta, Senin (14/5). Boy mengimbau, masyarakat tidak menyebarkan foto-foto yang bisa memprovokasi dan menyinggung perasaan keluarga korban Sukhoi. Biar tidak terulang, Polri tetap menyelidiki kasus ini. "Kami imbau kepada masyarakat tidak menyebarkan gambar-gambar meresahkan. Nanti akan ada penyelidikan langkah hukum terkait hal ini," tegas Boy. Dalam beberapa hari ini, muncul foto-foto korban kecelakaan pesawat. Foto-foto itu menyebar lewat media sosial. Setelah ditelusuri, ternyata foto-foto itu bukan korban Sukhoi, tetapi korban pesawat India Air. Sumber : Penyebar Foto Palsu Korban Sukhoi Inisial YS

Senin, 16 April 2012

Judul HeadLine Berita Kocak















Sabtu, 07 April 2012

Cara Baca Rp. 907.045.178.203.465.897.599

Cara Baca Rp. 907.045.178.203.465.897.599 - Selama ini kita hanya mengenal angka sampai triliyun, itupun jika melebihi triliyun kita masih menyebutnya juta triliyun atau ribu triliyun. itupun wajar, karna selama ini dalam bentuk kekayaan ataupun angka2 yang beredar tidak atau belum sampai jumlah seperti itu lazimnya digunakan di masyarakat umum.

Ternyata di dalam buku Pintar seri senior edisi 39, ada penyebutan yang di bakukan dalam bahasa indonesia, disana terlihat sampai 63 angka nol masih ada sebutannya.

Tanpa banyak basa-basi begini gan cara bacanya :

Rp. 907.045.178.203.465.897.599

Sembilan ratus tujuh trita empat puluh lima dwiyar seratus tujuhpuluh delapan triliyun dua ratus tiga milyar empat ratus enam puluh lima juta delapan ratus sembilan puluh tujuh ribu lima ratus sembilan puluh sembilan rupiah



Berikut dijabarkan sebutannya baik dalam bahasa kita maupun istilah asing :

SIMBOL BILANGAN DAN SEBUTANNYA
Indonesia, Amerika, Prancis Inggris dan Jerman



Keterangan :

* Dalam APBN Republik Indonesia Dwita diganti dengan kata Triliyun

Nah kaloRp.978.079.334.245.645.687.344.111.234.876.466.098.56 7.435.786.456.467.234.876.456.890.098.697.885.00,-

5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia



Douglas Wilson secara luar bisa mendetail memaparkan keunggulan kota-kota paling berpengaruh dalam sejarah.

Anda akan menemukan makna penting dari:

1. Sejarah kompleks Yerusalem dan karakternya yang begitu kuat sebagai kota kebebasan, tempat orang menemukan kemerdekaan spiritual.

2. Pengaruh intelektual Athena sebagai kota penalaran dan tempat lahirnya demokrasi.

3. Evolusi Roma sebagai kota hukum dan keadilan serta segala kebebasan dan keterbatasan yang terkandung dalam kemerdekaan.

4. Posisi London dalam sejarah dunia sebagai kota sastra, tempat imajinasi kesusastraan manusia mendapat dukungan.

5. Perkembangan New York dalam popularitas global sebagai kota perdagangan dan bagaimana kota ini memicu kekayaan, industri, serta perdagangan yang tak ada tandingannya ke seluruh dunia.

Buku ini memaparkan kehancuran, kebangkitan, kepribadian, dan struktur kekuatan yang telah mengubah pusat politik, spiritual, serta moral dunia dari waktu ke waktu.

Suatu sudut pandang global dengan inspirasi dan pencerahan yang mendorong para pembaca untuk menghormati sejarah kita bersama, berkontribusi bagi masa kini, dan menatap masa depan dengan harapan yang teguh.

Judul Buku: 5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia

ISBN: 9789792280821

Penulis: Douglas Wilson

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit:Maret 2012

Tebal: 238 Halaman

Wah, 'Dompet Digital' Google Diserang



Dalam laporan malware Kaspersky, Februari lalu, Google didapati menjadi sorotan para ahli keamanan TI. Raksasa mesin pencari ini mendapat beberapa serangan. Ingin tahu?

Pertama, Kaspersky Lab mendeteksi gelombang infeksi melibatkan pengembangan kode berbahaya yang disamarkan sebagai kode Google Analytics.

Pengguna yang mengunjungi situs yang diretas akan dibawa ke beberapa tautan sebelum akhirnya masuk server hosting BlackHole Exploit Kit. Jika exploit ini sukses diluncurkan seperti dilaporkan Kaspersky, komputer pun terinfeksi.

Kedua, Kaspersky mendeteksi dua metode meretas Google Wallet, yakni sistem e-payment yang membuat pengguna mampu membayar barang dan jasa menggunakan HP Android dengan Near Field Communication (NFC) atau transaksi tanpa kontak.

Sebelumnya, diketahui, melalui root access (RA) pada telepon,tak butuh waktu lama bagi peretas mendapat empat digit kode PIN aplikasi Google Wallet.

Sehari kemudian, celah aplikasi Google Wallet mulai terdeteksi. Seseorang bisa mengakses akun Google Wallet melalui ponsel yang hilang atau dicuri tanpa perlu meretas sistem atau mendapat RA.

Kerentanan kedua ini kemudian diperbaiki, namun hingga Maret lalu tak ada informasi mengenai masalah pertama, yaitu BlackHole Exploit Kit.

Minggu, 04 Maret 2012

SPESIAL: Sepuluh Hasil Buruk Indonesia Sepanjang Sejarah



Sepuluh. Angka ini mendadak tidak lepas dari benak pikiran serta ramai menjadi pembahasan penggemar sepakbola tanah air, Rabu (29/2) malam lalu. Pasalnya, telah tercipta sejarah yang sayangnya merupakan peristiwa memalukan bagi timnas Indonesia. Pada laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia, Indonesia ditelan tuan rumah Bahrain, 10-0.

Sepuluh gol tercipta ke dalam gawang Andi Muhammad Guntur. Seakan kian melengkapi penderitaan, Samsidar menerima kartu merah pada menit ketiga pertandingan, menyusul kartu merah kepada pelatih Aji Santoso, dan empat kali hukuman penalti yang dijatuhkan wasit Andre El Haddad asal Libanon. Sejarah juga mencatat, tidak ada tim lain setelah Brighton & Hove Albion pada Maret 1989 yang menerima empat hukuman penalti sekaligus pada satu pertandingan.

Goal.com Mencoba merangkum sepuluh hasil pertandingan terburuk yang pernah dialami Indonesia sepanjang sejarah. Definisi "terburuk" tidak mesti berarti kekalahan dengan skor besar, tetapi juga hasil-hasil mengejutkan dan di luar dugaan yang mencegah terwujudnya mimpi Indonesia untuk berprestasi. Sepuluh pertandingan ini juga dipilih berdasarkan dampaknya terhadap perkembangan sepakbola tanah air secara keseluruhan. Dengan demikian, kekalahan 7-1 dari Uruguay, misalnya, pada laga ujicoba tidak masuk dalam catatan.

Catatan hasil-hasil ini juga tidak dimaksudkan untuk menghujat, melainkan dilakukan dengan semangat pembelajaran dari pengalaman yang sudah dialami Indonesia. Sepakbola tidak melulu soal kemenangan, tetapi juga bagaimana caranya bangkit dari keterpurukan.

1. Mogok di debut regional, vs Thailand 1-1, SEA Games 1977
Untuk kali pertama Indonesia berpartisipasi di pesta olahraga negara Asia Tenggara, SEA Games. Di cabang sepakbola, Indonesia disematkan status favorit karena sudah langganan tampil di turnamen antarnegara seperti Merdeka Games, Piala Raja Thailand, atau Piala Presiden Korea Selatan. Status favorit kian lantang ketika Indonesia mampu mengalahkan tuan rumah Malaysia 2-1 pada laga debut SEA Games. Setelah laga itu, skuad Indonesia menuding kubu tuan rumah menerapkan strategi tidak sportif dengan jadwal ketat. Puncaknya terjadi ketika di laga semi-final Indonesia memprotes kepemimpinan wasit Othman Omar, asal Malaysia, yang dianggap berat sebelah. Pemain Indonesia berkelahi dengan Thailand dan wasit menghentikan pertandingan pada menit ke-60 pada kedudukan 1-1. Indonesia menolak melanjutkan laga sehingga panitia memberikan kemenangan kepada Thailand. Indonesia pun melanjutkan protes dengan mogok bertanding pada pertandingan perebutan medali perunggu melawan Burma.

2. Super-Mokh membungkam Senayan, vs Malaysia 0-1, SEA Games 1979
Setelah kasus mogok pada partisipasi debut, Indonesia berhasil melaju ke babak puncak SEA Games 1979 yang digelar di kandang sendiri. Ratusan ribu pasang mata memadati Senayan berharap Indonesia mampu melengkapi gelar juara umum dengan medali emas cabang primadona, sepakbola. Apalagi musuh di laga puncak adalah seteru abadi, Malaysia. Harapan masyarakat Indonesia musnah di kaki penyerang legendaris Harimau Malaya, Mokhtar Dahari. Memanfaatkan kecerobohan Ronny Pattinasarany, pemain berjuluk Super-Mokh itu berhasil membobol gawang Ronny Paslah pada menit ke-21. Indonesia gagal membalas sepanjang sisa pertandingan dan rivalitas dua negara tetangga ini pun kian dalam.


3. Raksasa melawan liliput, vs Fiji 3-3, Kualifikasi Piala Dunia 1982
Indonesia tak mampu mengalahkan Fiji, negara seukuran provinsi Nusa Tenggara Barat, dalam dua pertemuan pada kualifikasi Piala Dunia 1982. Tergabung di Sub Grup A kualifikasi Piala Dunia 1982 bersama Selandia Baru, Australia, Taiwan, dan Fiji, Indonesia nyaris saja terhempas menjadi juru kunci. Hasil buruk dibukukan pada empat laga pertama ketika dibekuk Selandia Baru 2-0 dan 5-0, kandang dan tandang, menyerah 2-0 dari Australia di Melbourne, dan bermain imbang 0-0 melawan tuan rumah Fiji. PSSI memutuskan mengganti pelatih Harry Tjong dengan Endang Witarsa. Di Senayan, dua hari sebelum melawan Fiji, seperti dilansir Tempo, manajer Syarnoebi Said akan menyuruh pemain Indonesia bersumpah guna menepis kecurigaan kemungkinan disuap. Di lapangan, Indonesia sempat unggul 3-1 sebelum akhirnya disamakan 3-3 oleh Fiji hingga pertandingan berakhir. Beruntung Indonesia selamat dari posisi juru kunci setelah menaklukkan Australia 1-0 pada laga pamungkas yang sudah tidak menentukan.

4. Antiklimaks Garuda 1, vs Thailand 0-7, SEA Games 1985
Hanya empat bulan setelah sukses menjuarai Sub Grup B kualifikasi Piala Dunia 1986 dan hanya kalah dari Korea Selatan yang lolos ke Meksiko, Indonesia tidak tampil dengan standar yang sama di SEA Games di Thailand. Padahal Indonesia tampil dengan sisa-sisa skuad Garuda 1 yang berlatih khusus di Brasil. Bedanya, Bertje Matulapelwa ditunjuk menjadi pelatih menggantikan Sinyo Aliandoe. Pada partisipasi kali ini, Indonesia hanya mampu bermain imbang sekali dalam empat pertandingan. Puncaknya adalah kekalahan telak 7-0 dari tuan rumah Thailand di semi-final. Usai SEA Games, Bertje tetap dipercaya PSSI menangani timnas. Seperti diketahui, Bertje kemudian sukses membawa Indonesia menempati peringkat keempat Asian Games 1986. Kegagalan SEA Games rupanya menjadi pelecut Indonesia untuk melaju jauh di Asian Games dan kemudian sukses menjuarai SEA Games 1987 yang digelar di Jakarta.

5. Gol bunuh diri Mursyid Effendy, vs Thailand 2-3, Piala Tiger 1998
Untuk menghindari tuan rumah sekaligus favorit Vietnam di semi-final, Indonesia dan Thailand "menolak" menang pada pertandingan terakhir babak penyisihan Grup A. Kedua tim sudah dipastikan lolos ke semi-final, tetapi hasil imbang saja sudah cukup bagi Thailand untuk menempati posisi runner-up dan terhindar dari laga melawan Vietnam. Ketidakseriusan memuncak usai jeda. Indonesia memimpin dua kali sebelum selalu disamakan Thailand. Puncaknya, pada menit ke-90 Mursyid Effendi melesakkan bola ke dalam gawang sendiri! Thailand menang 3-2 dan berhadapan dengan Vietnam di semi-final. Ketua Umum PSSI Azwar Anas menyambut kepulangan timnas di bandara dan sambil berlinang air mata menyatakan pengunduran diri karena insiden memalukan itu. Setelahnya, Mursyid juga mendapat sanksi larangan bermain untuk timnas seumur hidup oleh FIFA.

6. Antiklimaks di Negeri Tirai Bambu, vs Cina 0-5, Piala Asia 2004
Bersama pelatih Bulgaria yang senantiasa didampingi penerjemah bahasa Indonesia, Ivan Kolev, membawa Garuda mengejutkan Asia dengan menundukkan Qatar 2-1 pada laga perdana Grup A Piala Asia 2004. Hasil tersebut menyebabkan Qatar memecat pelatih Philippe Troussier. Optimisme pun melambung karena minimal Indonesia membutuhkan satu poin tambahan melawan Cina dan Bahrain pada dua laga susulan. Nyatanya, Indonesia tampil lesu pada laga kedua menghadapi tuan rumah Cina. Alex Pulalo mendapat kartu merah pada menit ke-29 dan Garuda menyerah 5-0. Pada laga terakhir Indonesia dikalahkan Bahrain 3-1 dan gagal masuk delapan besar. Kolev kemudian tidak melanjutkan tugas sebagai pelatih dan digantikan oleh Peter Withe untuk Piala AFF tahun yang sama. Tim besutan Withe, dengan mengandalkan bintang baru seperti Boaz Solossa dan Ilham Jayakesuma, tampil mempesona di turnamen tersebut.

7. Blunder Garuda Muda, vs Suriah 0-7, kualifikasi Piala Dunia 2010
Gairah publik meningkat setelah penampilan Indonesia di Piala Asia 2007 yang terbilang memuaskan meski gagal lolos ke babak perempat-final. Semangat melaju jauh di kualifikasi Piala Dunia pun mengapung ketika berhadapan dengan Suriah di babak eliminasi. Apa lacur, 9 November, Indonesia harus mengakui keunggulan tim tamu 4-1. Merasa tak lagi punya peluang, Indonesia mengirimkan tim U-23 yang disiapkan mengikuti SEA Games 2007. Kebijakan itu terbukti menjadi blunder. Garuda Muda menyerah 7-0 di Damaskus dan gagal total di Nakhon Rachasima, Thailand. Pelatih Ivan Kolev yang dipuja-puja saat Piala Asia pun sontak kehilangan kepercayaan PSSI dan digantikan dengan Benny Dollo di awal 2008.

8. Tersandung di Bukit Jalil, vs Malaysia 0-3, leg pertama final Piala AFF 2010
Sejengkal lagi perjuangan Indonesia mengakhiri puasa gelar sejak 1991 akan terwujud di Piala AFF 2010. Indonesia selalu menang dalam tiga pertandingan penyisihan grup dan dua laga semi-final melawan tim kejutan Filipina. Lawan di laga puncak adalah Malaysia, tim muda yang ditelan 5-1 pada laga pembuka di Senayan. Dengan segala sorotan dan eksploitasi terhadap tim asuhan Alfred Riedl, termasuk dengan kegiatan tim mengikuti pengajian sebelum laga final, Indonesia tersandung di Bukit Jalil. Malaysia mengejutkan dengan kemenangan 3-0 dan hasil itu hanya mampu dibalas 2-1 pada laga kedua di Senayan beberapa hari berselang. Harapan publik untuk berprestasi pun kembali pupus. Enam bulan setelah turnamen, terjadi pergantian kepemimpinan PSSI dan Riedl secara kontroversial dipecat untuk digantikan dengan Wim Rijsbergen.

9. Skandal Senayan, vs Yugoslavia Selection 2-3, Laga eksebisi
Almarhum Tony Pogacnik tercenung setiap kali ditanya wartawan tentang peristiwa memalukan yang terjadi di tengah persiapan Indonesia menghadapi Asian Games 1962 di negeri sendiri. Persiapan untuk cabang sepakbola digelar serius dengan menggelar pelatnas dan membentuk dua tim, Banteng dan Garuda. Sejumlah laga ujicoba digelar, antara lain menghadapi Torpedo Moskwa dan Yugoslavia Selection. Pada kekalahan 3-2 melawan Yugoslavia Selection disinyalir sejumlah pemain timnas menerima suap. Pogacnik bahkan sampai berlinang air mata ketika kepolisian memeriksa dan menahan beberapa pemain atas tuduhan tersebut. Pada akhirnya, Pogacnik terpaksa membentuk tim yang sama sekali baru. Di Asian Games, Indonesia gagal terbang tinggi dan tersisih di penyisihan grup.

10. Tragedi Manama, vs Bahrain 0-10, Kualifikasi Piala Dunia 2014
Terakhir, tentu saja hasil yang baru saja terjadi di pertandingan terakhir kualifikasi menuju Brasil 2014. Tak lagi punya peluang, ditambah dengan masalah dualisme kompetisi, PSSI memberangkatkan tim yang hanya diisi para pemain dari kompetisi legal. Wim Rijsbergen tidak lagi menjadi pelatih dan Aji Santoso dipercaya menukangi tim. Hasil buruk rupanya merusak laga debut Aji serta sebagian besar para pemain di ajang internasional. Kekalahan 10-0 di Manama ini merupakan yang terbesar dialami Indonesia sepanjang sejarah, melampaui rekor 9-0 ketika dikalahkan Denmark pada 1974.

Rabu, 29 Februari 2012

Botol minuman bahayakan kesehatan



Tidak mudah pecah, anti bocor, ringan dan menarik secara penampakan, kemasan plastik serasa menjadi solusi mengemas makanan dan minuman yang paling ideal. Anda yang terbiasa membawa sebotol minuman ke mana-mana, atau suka membeli makanan dan minuman secara take home tentu sangat senang dengan kemasan ini.

Namun kepraktisan ini ternyata juga membawa bahaya untuk kesehatan. Bahan plastik memiliki bahan kimia yang bisa mengontaminasi makanan dan minuman yang disimpan di dalamnya, yaitu bahan kimia yang disebut phthalates dan BPA (Bisphenol A). Penelitian ini dilakukan di University of Michigan dan menemukan bahwa bahan-bahan kimia ini akan memengaruhi level hormon tiroid Anda.

Seperti diberitakan di fyiliving, studi yang melibatkan 1346 orang dewasa dan juga 329 remaja ini menemukan ada hubungan yang signifikan antara meningkatnya kadar kimia kemasan yang ikut masuk ke dalam tubuh manusia dengan level hormon tiroid seseorang. Kadar kimia ini dilihat dari tes urine yang dilakukan pada subyek penelitian. Keterkaitan ini paling tinggi ada pada bahan kimia bernama DEHP, sebuah phthalate yang umumnya ikut masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan. DEHP dan juga jenis phthalates lainnya ditemukan juga di berbagai perangkat plastik dan barang-barang yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Subyek penelitian dengan level DEHP tertinggi memiliki penurunan level hormon tiroid hingga 10 persen.

Perlu diketahui, kelenjar tiroid sangat penting untuk kelangsungan berbagai proses metabolis dalam tubuh. Hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid sangat memengaruhi level energi dan juga memengaruhi fungsi reproduktif, kardiovaskuler, sistem paru-paru serta tingkat kecemasan seseorang. Oleh karena itu segala hal yang berkaitan dengan kelenjar tiroid selalu menjadi fokus penting para praktisi kesehatan.

Rabu, 08 Februari 2012

Anggota DPRD Tertangkap Nonton Film Porno



Perilaku menonton film porno yang dilakukan oleh wakil rakyat ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Hal tersebut juga terjadi di India, keduanya pun langsung disarankan mundur dari jabatannya.

Dua orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Negara Bagian Karnataka, India tertangkap basah menonton film porno di ponselnya saat sidang paripurna berlangsung.

Lakshman Savadi dan koleganya, CC Patil menonton film porno saat mereka hadir di sidang, namun sayangnya kelakuan mereka langsung tertangkap oleh kamera tersembunyi. Tingkah kedua menteri India itu langsung dipublikasikan ke dalam televisi lokal India, meski demikian Savadi tidak mengakui perbuatannya.

Menurut laporan dari Times Now, kedua pria itu mengutarakan alasan yang heboh saat tertangkap menonton film porno. Salah seorang dari mereka mengatakan, mereka sedang menonton rekaman video yang berupa rekaman penganiayaan seorang warga negara asing.

Meski demikian, laporan itu menyebutkan, kedua anggota DPRD itu menonton dua cuplikan film di dalam ponsel dan salah satu di antaranya adalah film porno. Perilaku Patil dan Savadi sangat mempermalukan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang mereka wakilkan. Para pejabat BJP pun sangat marah.

Seperti diberitakan PTI, Rabu (8/2/2012), Presiden BJP Nitin Gadkari yang saat ini ada di Uttar Pradesh langsung menelpon salah seorang pejabatnya, Sadananda Gowda dan sejumlah pejabat partainya untuk mendiskusikan kasus Patil dan Savadi.

Bila memang kedua menteri itu terbukti bersalah, mereka akan segera ditindak oleh Ketua Parlemen India atas perbuatannya. Setelah peristiwa ini terjadi, kediaman milik Savadi juga tampak dilempari batu oleh para demonstran.

Jumat, 03 Februari 2012

Tiga Jasad Pelancong Tewas di Sibolangit Ditemukan


iga pelancong tewas setelah tersapu banjir bandang di kawasan hutan wisata Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara. Proses evakuasi korban sendiri sempat tergendala karena beratnya lokasi kawasan hutan.

Ketiga pelancong itu, Gadis, Samratih, dan Hadi Putra tersapu banjir bandang, Kamis (2/2) sore. Tim SAR yang melakukan pencarian sempat mengalami kesulitan, karena medan yang berat dan cuaca buruk.

Tim kemudian melanjutkan pencarian, Jumat (3/2) pagi, dengan menyusuri Sungai Lau Betimus. Akhirnya, ketiga jenazah korban ditemukan tersangkut di aliran sungai di kawasan Dusun Satu, Desa Durin Sirugun, Kecamatan Sibolangit.

Proses evakuasi jenazah korban juga mengalami kendala karena sungai berada di jurang dengan kedalaman seratus meter lebih. Akhirnya, Tim SAR akhirnya berhasil mengevakuasi jenazah korban dengan cara diangkat dari dasar jurang.

Sabtu, 28 Januari 2012

ABG Penabrak 15 Orang Gunakan Honda Jazz Ayahnya



Tabrakan beruntun yang dilakukan remaja 14 tahun Resky Ramadani dalam lima kejadian tabrakan di lokasi berbeda pada Sabtu (28/1/2012) sore tadi merupakan kejadian serupa yang kedua kalinya terjadi di Makassar dalam empat bulan terakhir.

Sebelumnya, seorang remaja berusia 16 tahun juga melakukan 6 kali tabrakan beruntun hingga akhirnya remaja tersebut ditangkap di Jl Boulevard Makassar, Oktober 2011 lalu.

Resky, si pengemudi muda itu sendiri diketahui beralamat di Jl A Tonro Perumahan Griya Penamas Blok B no 2. Dia mengendarai mobil Honda Jazz DD 175 UG.

Pemilik mobil yang dikemudikannya diketahui bernama Nadir yang tak lain ayahnya.

Dari keterangan warga, mobil terlibat tabrakan pertama kali terlihat di Jl Baji Gau, dekat SMP 3 Makassar.

Tabrakan kembali berlanjut dengan pengemudi yang sama di Jl Cendrawasih, dekat gereja Bukit Zaitun.

Tabrakan ketiga terjadi Jl Dangko, tabrakan keempat juga terjadi di lingkungan perumahan Hartaco. Dan mobil itu terhenti setelah tabrakan kelima kalinya secara beruntun di Jl Daeng Tata I.

Korban yang ditabrak mobil Jazz tersebut diperkirakan sebanyak 15 orang meliputi korban roda dua, roda empat, dan tukang becak.

Selasa, 24 Januari 2012

Inilah Tersangka Pembunuh 9 Pejalan Kaki Di Kawasan Tugu Tani Jakarta

Inilah Foto Afriyani Susanti, warga Tanjung Priok Jakarta Utara tepatnya yang bertempat tinggal di Jalan Ranggang Terus No. 142 Sungai Bambu, Jakarta Utara yang menjadi tersangka Kecelakaan maut di Kawasan Tugu Tani, Jalan Ridwan Rais Gambir Jakarta Pusat.

Kecelakaan maut akibat kecerobohan pengemudi ini telah melukai 12 orang pejalan kaki, 8 orang diantaranya tewas di tempat seketika, 1 orang meninggal di Rumah Sakit dan 3 orang luka serius dan sedang mengalami perawatan di Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Subroto.



Sejak Minggu, 22 Januari 2012 nama Afriyani Susanti atau yang lebih dikenal @siNengApril (Nama AKunnya di Twitter) menjadi trending topic di beberapa perbincangan seakan menjadi artis dadakan.

Afriyani yang mengendarai sebuah mobil Xenia bernomor polisi B 2479 XI dengan kecepatan diatas 100km/jam, bersama ke-3 temannya hendak kembali kerumah setelah menghabiskan akhir pekannya dengan berpesta sabu di Hotel Borobudur Jakarta Pusat. Awalnya ia tidak mengakui telah mengkonsumsi narkotika, namun setelah menjalani sederetan tes ia dinyatakan positif mengkonsumsi sabu-sabu, ekstasi dan ganja. Ditambah lagi, tersangka ternyata tidak memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi) dan STNK (Surat Tanda Kendaraan Bermotor). Wow!



Walaupun keadaan mobil yang dikemudikan Afriyani ringsek di bagian depannya, ia bersama ketiga temannya (Deny Mulyana (30), Adistria Putri Grani (26) dan Arisendi (34)) tidak mengalami luka sedikitpun, namun 12 orang yang ditabraknya mengalami luka berat bahkan sampai harus kehilangan nyawanya.





Berikut 8 Nama Korban Tewas Di Tempat Akibat Kecelakaan Maut:
1. Ujai (15)
2. Firmasnya (21)
3. Suyatmi (51)
4. Pipit Alfia fitiriasih (18)
5. Wawan (17)
6. Ari (16)
7. Yusuf Sigiti (2,5)
8. Nani Riyanti (25)

9 Nama Korban Luka-Luka Yang Masih Di Rawat Di RSAD Gatot Subroto:
1. Siti Mukaromah (30)
2. M Akbar (22)
3. Kenny (9)
4. Indra (11) (Tewas Di Rumah Sakit)
5. Teguh

Sayang sangat disayangkan, kejadian yang merengut banyak nyawa ini hanya dapat memberikan Afriyani hukuman selama 6 tahun penjara dan denda Rp. 12.000.000. Sungguh, hukum Indonesia sangat tersangat MURAH! Apakah hanya segitu harga nyawa 9 orang yang telah dihilangkannya?

Seharusnya, Afriyani Susanti mendapat hukuman 54 Tahun penjara karena sudah menghilangkan 9 nyawa (1 nyawa = 6 tahun) dan denda sebesar Rp. 144.000.000 (12 orang menjadi korban).

Berikut detail pasal-pasal yang akan menjerat Afriyani:
1. Pasal 310 ayat 4 UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas,
Kecelakaan yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 12.000.000.

2. Pasal 283 UU Lalulintas,
Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan, dipidana dengan pidana kurungan selama 3 bulan atau denda paling banyak Rp. 750.000.

3. Pasal 288 UU Lalulintas,
Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia, dipidana dengan pidana kurungan selama 2 bulan atau denda paling banyak Rp. 500.000.

4. Pasal penyalahgunaan narkoba, UU No 35/2009 tentang Narkoba

Inilah video amatir yang merekam kejadian tersebut :

Minggu, 15 Januari 2012

Raja Abdullah Ampuni TKI Asal Sukabumi


Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz memberi pengampunan terhadap tenaga kerja kerja Indonesia (TKI) dari ancaman hukuman mati.

Berdasarkan siaran pers KBRI Riyadh, Sabtu (14/1/2012), dua TKI bernama Neneng Sunengsih binti Mamih Ujan dan Mesi Binti Darna Idon telah dibebaskan dari hukuman mati pada hari Senin, 12 Januari 2012.

Disebutkan, Mesi dibebaskan setelah mendapat pengampunan dari Raja Abdullah, dan Neneng dibebaskan dengan jaminan dari pengacara.

Mesi binti Dama Idon, asal Kampung Pasir Ceuri, Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat, yang dikirim oleh PT. Jasebu Prima Internusa dan Amal Al Mubasher Agency telah bekerja di Arab Saudi sejak 2008 dengan pengguna jasa Abdullah Dhoifullah Haji Al Rugi.

Pada tanggal 2 Maret 2011, Mesi divonis hukuman mati oleh Pengadilan Umum Saqra (sekitar 250 km dari Riyadh) atas pengakuannya melakukan sihir kepada suami-istri majikannya.

Namun, pada saat persidangan, Mesi mencabut dan menolak pengakuan tersebut karena pada saat pembuatan berita acara dirinya mengaku di bawah tekanan.

Putusan vonis mati dilimpahkan oleh Pengadilan Umum Saqra ke Pengadilan Kasasi.

KBRI Riyadh menindaklanjuti berkas perkara ke pengadilan kasasi dan mendapat penjelasan bahwa berkas perkara terdakwa telah dikembalikan ke pengadilan umum Saqr dan diberi pertimbangan agar Mesi tidak dihukum mati karena pengakuannya di bawah tekanan.

Belakangan, pada tanggal 28 Juli 2011, pengadilan meringankan hukuman mati menjadi hukuman penjara 10 tahun dan 500 kali cambukan.

Satgas KBRI Riyadh kembali melakukan pendekatan ke Pengadilan Kasasi dan mendapat penjelasan bahwa Mesi telah diampuni oleh Raja Abdullah dan telah diinstruksikan untuk membebaskan dan segera memulangkannya ke Indonesia.

Adapun Neneng Sunnengsih (35 tahun), asal Desa Bojong Kalong, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, dikirim oleh PT Jasmindo Olah Bakat dan Al Rawabi Recruitment Office, telah bekerja selama 11 bulan pada pengguna jasa Asraf Roja Al Rajan.

Pada tanggal 12 November 2011, Neneng ditangkap oleh pihak kepolisian Al Jouf (sekitar 1.200 km dari Riyadh) atas tuduhan membunuh bayi perempuan majikan yang berumur tahun bulan dan dituduh Neneng berusaha melarikan diri dari rumah majikannya.

Setelah ditangkap, Neneng menjalani penahanan untuk pemeriksaan oleh pihak kepolisian Al Jouf dan Biro Investigasi dan Penuntutan guna pengumpulan bukti-bukti.

Selama proses tersebut, Neneng ditahan di penjara Al-Jouf, katanya. KBRI Riyadh menunjuk pengacara setempat, Naseer Al Dandani, untuk membela Neneng.

Disebutkan, kepada Dandani, Neneng menjelaskan, bayi perempuan itu sebelum meninggal sempat menderita sakit, dan ia menyarankan kepada majikan agar dirawat di rumah sakit, namun ditolaknya.

Selang beberapa jam kemudian, Neneng melihat kondisi bayi kian memburuk, dan pada saat kritis tersebut ia berusaha berulang-ulang kali menelpon istri majikan untuk melaporkan keadaan sang bayi yang kian kritis. Namun, majikan tidak menjawab telepon Neneng, dan akhirnya bayi itu pun meninggal.

Dalam keadaan rasa takut dan panik, Neneng meninggalkan rumah majikan dan tidak segera melapor kejadian itu kepada pihak kepolisian hingga akhirnya dia ditangkap atas tuduhan membunuh bayi itu.

Penjelasan Neneng tersebut kemudian menjadi dasar pembelaan oleh pengacara Al Dandani.

Pengacara menegaskan kepada pihak pengadilan bahwa kesalahan tidak seharusnya ditimpakan kepada Neneng yang tidak memiliki keahlian untuk merawat bayi dalam keadaan sakit parah.

Kematian bayi majikan tidak ada unsur kesengajaan dan tidak terdapat bukti kuat bahwa Nenenglah yang menyebabkan kematian anak majikannya.

Sementara itu, pihak majikan sendiri tidak mengizinkan jasad bayinya diautopsi.

Ketua Tim Satgas Penanganan WNI Terancam Hukuman Mati di Luar Negeri, Maftuh Basyuni, saat kunjungannya ke Riyadh pada tanggal 24 Desember 2011, melalui pengacara telah mendesak pihak terkait di penjara AlJouf untuk membebaskan Neneng dari penjara

Sabtu, 17 Desember 2011

Perhari, 14040 Pelanggar Lalin Disidangkan


Masuki Pekan ketiga operasi penegakan displin yang dilakukan oleh jajaran Satlantas Polresta Medan dan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatra Utara, angka pelanggaran lalu lintas semakin meningkat yang diproses sidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Angka yang sangat fantastis tersebut, membuat gedung pengadilan ini dipenuhi ribuan manusia yang bakal mengikuti persidangan kasus pelanggaran lalu lintas yang nota bene 90 persen pelanggaran tidak menghidupkan lampu utama pada siang hari.

Bahkan dari pantauan wartawan, membludak para pelanggar tilang yang melebihi 10 ribuan ini, Ketua Pengadilan Negeri Medan, menugaskan 6 orang hakim tunggal dan menyediakan enam ruangan untuk menyidangkan perkara pelanggaran lalu lintas tersebut.

Tak hanya itu, jumlah kenderaan yang parkir dihalaman pengadilan tidak tertampung lagi sehingga harus terpaksa masuk ke dalam Lapangan Benteng Medan. Bahkan persidangan kasus tilang ini berlangsung dari pukul 09.00 Wib hingga pukul 18.00 Wib.

Menurut Humas PN Medan, Ahmad Guntur memaparkan jumlah kasus pelanggaran displin lalu lintas ini mencapai 14.040 orang, melihat angka yang sangat fantastis tersebut, pihak Ketua PN Medan, Erwin Mangatas Malau SH langsung menugaskan enam orang hakim untuk memimpin sidang kasus pelanggaran lalu lintas.

"Ruangan yang dipakai itu ruangan Kartika, Cakra III, Cakra VI, Cakra VII, Candra I dan Candra II, dimana kedua ruangan ini berada di Lantai III Gedung Pengadilan Negeri Medan,"ujar Ahmad Guntur.

Dikatakan, Guntur melalui telephon seluler bahwa proses persidangan tersebut selesai pada hari ini juga, sebab sidang kasus pelanggaran tilang itu sidang cepat. "Sedangkan mengenai berapa jumlah tilang dirinya belum bisa menyebutkan berapa jumlahnya, karena masih dihitung,"ujarnya.

Adapun majelis hakim yang menyidangkan kasus pelanggaran lalu lintas diantaranya, Zulkifli, Asban Panjaitan, Ramli Darasu, Muhammad Nur, Baslin Sinaga

Kamis, 24 November 2011

2014, Pramono Edhie Ancaman Kuat Prabowo Subianto



Nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Pramono Edhie Wibowo mulai diperhitungkan sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden. Selain beberapa kali disebut dari internal Demokrat, kalangan Golkar juga ingin menyandingkan ipar Presiden SBY tersebut dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Tapi sejauhmana peluangnya dan apakah sudah pas untuk masuk ke gelanggang politik nasional?

"Peluang Pramono Edhi itu cukup besar. Dia keturunan dinasti politik Indonesia. Bapaknya Jenderal terkenal (Sarwo Edhie). Iparnya Presiden. Kakaknya Ibu Negara. Nama Pramono Edhie Wibowo itu sendiri sudah bunyi di kalangan masyarakat menengah ke atas," kata pengamat politik M. Qodari hari ini.

Menurut pendiri Indo Barometer ini, kompetensi adik Ani Yudhoyono itu tak perlu diragukan. Karena dia sudah melewati rangkaian karir kemiliteran. "Dia jenderal penuh, sekarang KSAD. Sudah punya karir militer yang panjang. Tak ada yang mempertanyakan kompetensi dia. Sekarang ini mau atau tidak mau. Kedua bisa populer nggak di masyarakat," ucapnya.

Meski begitu, dia memandang, bahwa masuknya nama Pramono Edhie Wibowo bisa jadi ancaman bagi Gerindra yang akan mengajukan mantan Danjen Kopassus Prabowo Subianto sebagai capres. Karena keduanya memiliki latar belakang yang sama. "Bisa jadi (ancaman). Kalau Pramono maju, ini akan menempati kavling politik yang sama dengan Prabowo. Cuman masalahnya Pramono ini belum dikenal masyakat Indonesia secara luas seperti Prabowo. Profilnya juga belum semenonjol Prabowo," tandasnya.