Tampilkan postingan dengan label PSMS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSMS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 November 2011

Hindari Sanksi, PSMS Bentuk Tim Tandingan



Surat edaran PSSI kepada klub-klub soal pencabutan pengelolaan kompetisi profesional dari PT Liga Indonesia tak ayal merupakan peringatan keras. Bahkan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS)- lah pemegang legal pengelolaan kompetisi 2011-2012 dengan rumusan kompetisi berlabel Indonesian Premier League (IPL)

Nah, jika klub membelot dari IPL, sanksi tentu menunggu. Gelagat PSMS menuju ISL yang kental terasa membuat beberapa pihak di PSMS berniat membentuk tim tandingan. Artinya tetap menjaga arah PSMS ke jalur resmi. 40 klub pemilik PSMS punya inisiatif demikian. Salah satu pemilik klub PSMS, PS Kinantan dan Medan Putra, Freddy Hutabarat, membenarkan hal itu.

"Kami, para klub anggota PSMS, sudah melihat kemungkinan ini (ke ISL-red). BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia-red) yang berhak mengeluarkan izin dan PT LPIS penyelenggara sah. Lalu apakah PSMS siap dengan sanksi jika tetap memaksakan diri ke ISL?" tanyanya di Sekretariat Gedung Mantan PSMS baru-baru ini.

Kabarnya pemain-pemain beberapa klub di Sumut seperti PS Pratama, Pro Duta juga PON Sumut, dan PSMS U-21 akan mengisi skuad PSMS tandingan ini. Tim ini bakal berlatih di Stadion TD Pardede. Freddy pun membenarkan pihaknya sudah menyiapkan 25 pemain jika benar PSMS berlaga di ISL.

"Nanti kalau sudah pasti. Ada beberapa pemain dari PSMS U-21 dan lainnya," jelasnya enggan membeberkan lebih detail.

Lalu bagaimana dengan nama klub? Tidak mungkin dalam kompetisi berbeda, tetap mengusung nama PSMS Medan.

"Ini hanya opsi jika PSMS disanksi, soal nama kan masih harus dirapatkan dulu dengan klub, karena PSMS ini pemiliknya adalah klub-klub dan tak semudah itu membuat tandingan," tegasnya lagi.

Freddy sendiri heran dengan tindak tanduk kebijakan yang kerap berubah. Apalagi sebelumnya PSMS sudah memastikan IPL saat Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap bertemu Ketua PSSI, Djohar Arifin.

"Klub-klub jangan dibodohi, pemilik klub-klub sudah pernah bertemu wali kota (ketum), dan IPL sudah oke. Bagaimana jika ISL tidak sampai semusim sudah dihentikan?” katanya.

Senin, 21 November 2011

Kehadiran Markus Geser AK?



PSMS Medan dipastikan akan kembali diperkuat Markus Haris Maulana. Kiper plontos ini sudah tiba di Medan sejak Sabtu lalu dan siap memulai latihan mulai Senin ini di Stadion Teladan.

"Tadinya kalau memang Sabtu, saya berniat langsung latihan. Tapi ternyata PSMS berujicoba dan tidak mungkin saya baru sampai langsung turun. Senin ini, saya akan bergabung latihan," ujarnya malam ini.

Sudah sejak lama Markus diwacanakan akan kembali ke klub yang membesarkan namanya itu. Artinya ini kedua kali ia comeback ke PSMS. Sejak hengkang ke Persik Kediri di musim 2007/2008, ia sempat kembali di pertengahan musim Liga Super 2008/2009. Setelah itu kiper plontos ini bertualang di Pulau Jawa dengan memperkuat Persib Bandung dan Arema Malang.

Pelatih kepala PSMS, Raja Isa menyambut positif Markus comeback. "Kita butuh pemain-pemain yang bisa kembali mengangkat pamor tim. Seperti Markus. Juga kita tunggu pemain-pemain lainnya seperti itu," katanya.

Namun kehadiran Markus menjadi sinyal berbahaya bagi Achmad Kurniawan. Sebelum Markus datang, kiper yang akrab dengan inisial AK ini digadang-gadang sebagai kiper utama. Wajar saja dari deretan kiper yang ada, AK paling berpengalaman dan punya kemampuan yang bisa diandalkan.

Anehnya, saat berujicoba dengan Pro Duta FC, Sabtu lalu, AK tak terlihat. Saat dikonfirmasi soal ketidakhadiran AK, Raja Isa mengatakan AK sedang menghadiri pernikahan kerabatnya jadi tidak mengikuti ujicoba tersebut.

"Dia sudah izin kesaya, jadi dia tidak hadir di sini. bukan karena berita yang beredar dia pergi karena Markus mau datang," katanya.

Senada dengan Raja Isa, Pelatih kiper PSMS, Sugiar, membenarkan AK sudah minta izin pulang kampung. "Adiknya nikah. Dia sudah izin untuk pulang ke Jakarta," ujarnya via telepon seluler.

Menurut Sugiar, kehadiran Markus justru akan membuat pihaknya bisa melakukan rotasi di bawah mistar.

"Kan tidak selamanya Markus bisa bermain. Karena itu kita akan lakukan rotasi. Kita akan berusaha menciptakan persaingan yang sehat. Artinya mereka harus bisa tunjukkan perkembangan yang baik," ujar mantan kiper PSMS ini.

Namun menurut Sugiar, pihaknya memastikan tak lagi melakukan pencoretan dengan komposisi empat kiper. Selain AK dan Markus, PSMS dipekuat Edi Kurnia, Sahbani plus kiper magang, Alrian Suhaibi.

"Kita hanya melakukan penambahan. Dan sudah koordinasi dengan pelatih kepala, tidak ada lagi pencoretan. Untuk Alrian, dia tetap dimagangkan," pungkasnya.

Kamis, 10 November 2011

Persebaya lawan perdana PSMS


Kompetisi Indonesian Premier League (IPL) semakin mantap melangkah. Kontroversi seputar adanya dualism kompetisi tak membuat IPL surut. Manager Meeting IPL di Jakarta baru-baru ini pun resmi menyerahkan manual liga yang selama ini kerap menjadi hambatan klub dalam bergerak.

Iswanda Ramli mengatakan pertemuan di Jakarta untuk PSMS memang memiliki dua agenda. Selain membahas soal kesepakatan persyaratan yang diminta PSMS kepada konsorsium, juga membagikan manual liga.

Dari jadwal IPL, lanjutnya, Ayam Kinantan ini akan melawan Persebaya Surabaya pada partai tertanggal 26 November 2011 di Stadion Teladan Medan. Setelah itu, laga berikutnya PSMS juga melakoni laga tandang melawan Persija Jakarta.

Artinya ada perubahan komposisi jumlah klub yang berlaga di IPL yang otomatis merubah penjadwalan. Pada pertemuan sebelumnya PSMS dijadwalkan bertandang ke Persiwa Wamena di laga perdananya. Wacana beredar Persiwa lebih memilih ikut serta di Indonesian Super League (ISL) bentukan PT Liga Indonesia.

Persebaya yang dihadapi PSMS tentunya Persebaya 1927 yang dipimpin Cholid Goromah. Sementara kubu Wisnu Wardhana berencana mendaftarkan Persebaya bentukan lainnya ke Divisi Utama.

Rabu, 09 November 2011

Juninho pastikan ke Medan



Kebutuhan akan sosok gelandang serang membuat PSMS Medan sangat menantikan kedatangan wajah-wajah baru. Salah satunya Orlando de Melo Juninho yang santer dikabarkan akan datang.

Awalnya, Juninho direncanakan hadir di Medan sejak pekan lalu. Namun mantan pemain Minangkabau FC ini menunda kedatangannya karena urusan di Brazil yang tidak bisa ditinggalkan.

Ia harus mengantar ibunya berobat di Brazil, namun memastikan dalam dua hari ke depan akan tiba di Medan. Pemain yang disebut-sebut jebolan Akademi Sepakbola Manchester United itu terdengar sangat antusias ke Medan.

"PSMS klub yang besar dan punya suporter yang fanatik dan punya historis yang luar biasa," ujarnya saat dikonfirmasi baru-baru ini.

Pemain berusia 22 tahun ini mencoba semakin mencintai sepakbola Indonesia. Meskipun sempat terbesit kekecewaan karena pengalaman pengalaman di Liga Primer Indonesia (LPI) yang hanya bertahan setengah musim.

"Yang saya inginkan hanyalah punya kesempatan untuk bermain dan saya harap kesempatan itu ada di PSMS," jelasnya.

PSMS memang sangat membutuhkan gelandang yang mampu mewarnai lini tengah. Batalnya Inkyun Oh (Korsel) bergabung dan Stephen Mennoh yang kemungkinan tak lagi bersedia kembali membuat tim seleksi harus berpikir keras mendatangkan sosok gelandang yang sesuai harapan.

Minggu, 18 September 2011

Sistem satu wilayah bahayakan PSMS



Abey - Euphoria lolosnya PSMS sebagai salah satu calon peserta kompetisi PSSI level 1 sepertinya segera berakhir. Pasalnya hasil Rapat Komite Eksekutif PSSI kemarin, PSSI kini berubah pikiran untuk tetap menggunakan format satu wilayah. Meralat keputusan sebelumnya soal kompetisi dua wilayah.

Artinya klub-klub pun dirampingkan. Dari 32 klub rencana awal, PSSI kemungkinan menetapkan maksimal 20 klub. Verifikasi ulang pun akan dilakukan. Bahkan kali ini akan lebih ketat.
Bahkan Anggota Exco, La Nyalla mengatakan 15 klub ISL musim lalu akan mendapat keutamaan dari PSSI untuk verifikasi. Jika demikian sisa slot peserta untuk tim-tim lain tentu tak lagi banyak.

Nah, ini merupakan sinyal bahaya bagi PSMS Medan. Betapa tidak, status PSMS sebagai penghuni level kedua, Divisi Utama tentu membuat Ayam Kinantan tak berada dalam zona diutamakan itu.

PSMS pun kalang kabut. Plt Ketua Umum PSMS, Idris, kini memprotes sikap plin plan PSSI yang merubah aturan soal kompetisi dua wilayah. Menurutnya PSSI harusnya bisa menjelaskan kondisi Indonesia yang tak sama seperti Eropa sehingga belum bisa menggelar kompetisi dua wilayah.

"Harusnya memang dua wilayah. Letak geografis kita kan tidak memungkinan untuk satu wilayah. Tentunya pembiayaan klub membengkak. Bahkan luas wilayah kita lebih besar dari Brazil yang sampai saat ini masih menggunakan dua wilayah,” tukas Idris.

Wajar jika PSMS kelimpungan. Pasalnya PSMS juga tidak sedang berada dalam kondisi safety untuk bisa melewati ujian verifikasi yang disebut-sebut ketat itu. Lihat saja Stadion Teladan yang sampai sekarang tak juga disentuh untuk dibenahi. Belum lagi kondisi internal yang tidak sehat. Persiapan teknis perekrutan pemain juga tidak maksimal.

Jumat, 16 September 2011

Wawan Widiantoro coba peruntungan di PSMS



Abey - Calon peserta level 1, PSMS Medan, kembali kebanjiran lamaran. Kali ini pemain sayap gaek Persik Kediri, Wawan Widiantoro, mencoba peruntungannya di klub berjuluk Ayam Kinantan ini. Wawan sendiri tak membantah keinginannya hengkang dari klub yang diperkuatnya sejak 2003 itu.

“Saya terpaksa hengkang dari Persik karena sudah tidak lagi masuk dalam rencana kedepan. Semoga saya bisa diterima PSMS," ungkap pemain yang selalu memakai nomor punggung 32 itu.

Wawan tak lantas akan langsung berkostum hijau PSMS. Ia terlebih dahulu harus menjalani seleksi bersama dengan para pemain lain yang direkomendasikan. Sebelumnya, Wawan tak termasuk dalam list pemain Persik yang dipertahankan. Jaya Hartono, arsitek Persik memutuskan hanya mempertahankan enam pemain dari skuad musim lalu.

Wawan turut andil salah satu pemain veteran yang pernah membawa tim "Macan Putih" juara Liga Indonesia pertama pada 2003 silam, akhirnya memilih hengkang. Sebelumnya, PSMS menetapkan 27 nama calon pemain termasuk di antaranya pemain asing seperti Osas Marvellous Saha, Pierre Njanka, dan pemain-pemain lokal yang berpengalaman di liga.

Seleksi sendiri telah dimulai sejak Senin kemaran di Stadion Kebun Bunga Medan setelah sempat tertunda karena banyaknya pemain yang belum bergabung. Calon Pelatih PSMS, Abdul Rahman Gurning, mengatakan akan lebih dulu memantau kemampuan pemain yang disodorkan manajemen.

"Yang pasti saya lihat awalnya dari simulasi game. Baru kemudian melihat fisik pemain," ujar Gurning.

Pierre Njanka tiba di Medan



Abey - Satu dari tiga pemain asing yang akan memperkuat PSMS Medan sudah mendarat di Medan. Adalah Pierre Njanka Beaka, pemain asal Kamerun yang sudah tiba di Mess PSMS di Kebun Bunga malam ini. Sementara dua pemain lainnya Ikpefua Osas Marvellous Saha, dan Stephen Nagbe Mennoh menyusul.

Menurut calon asisten pelatih PSMS, Roekinoy, Pierre Njanka baru akan mengikuti latihan. Sama seperti yang lain, Njanka akan lebih dulu dipantau sebelum mendapat sodoran kontrak dari manajemen.

“Pemain asing tetap harus dipantau dan nantinya melalui persetujuan pelatih kepala," ujar Kinoy yang juga pelatih PSMS U-21.

Sebelumnya, Pierre Njanka bermain di klub Aceh United. Namun di putaran kedua ia tak lagi dipertahankan di luar status kompetisi LPI yang bubar di tengah jalan. Pemain kelahiran 15 Maret 1975 sebelumnya bermain di Arema Indonesia pada musim kompetisi ISL 2009-2010.

Perannya di lini belakang sukses mengantar Singo Edan menjuarai ISL musim tersebut. Njanka adalah salah satu anggota dari timnas Kamerun yang bermain di Piala Dunia 1998 dan 2002, kemudian di Piala Afrika 2004. Dia telah memperkuat timnas Kamerun sebanyak 47 kali dan mencetak 2 gol.

Seleksi calon pemain PSMS 2011-2012 sampai saat ini belum bisa dilakukan secara maksimal karena belum bergabungnya seluruh pemain yang dipanggil. Pemain-pemain lokal yang mengikuti seleksi di antaranya Ramadhan Syahputra (Persita), Arie Priatna, Zinal Anwar (Persipasi), Anto Samba (Persikabo), Simon Kujiro (Semarang United), Dede Sulaiman (PSPS), Arifin Genuni (PSAP), Masrudin Almassi (Persematra) dan Denny Rumba (PSPS).

Selain mereka ada empat mantan pemain yang dipertahankan dari skuad PSMS 2010/2011 yakni Zulkarnaen, Mahadi Rais, Sahbani, dan Novi Handriawan.

Senin, 12 September 2011

Suharto & Roekinoy jadi asisten pelatih

Teka-teki siapa pendamping Abdul Rahman Gurning sudah terjawab. PSMS Medan sudah menentukan seluruh perangkat kepelatihan 2011/2012. Beberapa nama yang diprediksi sebelumnya didapuk sebagai asisten Gurning.

Bisa dibilang perangkat pelatih musim ini terbilang ramai. Betapa tidak, PSMS tidak hanya menunjuk dua asisten seperti musim-musim sebelumnya melainkan tiga orang. Dua untuk posisi asisten pelatih teknis dan satu posisi pelatih kiper.

Dua nama yang mengisi asisten pelatih teknis sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya. Roekinoy dan Suharto selama ini disebut-sebut kandidat kuat pendamping Gurning. Hanya saja yang mengherankan bukan salah satunya yang dipilih, melainkan keduanya.

Menilik kapasitas kedua nama di atas memang tak meragukan. Roekinoy yang saat ini duduk sebagai pelatih PSMS U-21 bukan sosok yang asing bagi Gurning. Ia asisten Gurning saat membesut tim sepakbola PON Sumut di tahun 2004. Karena itu ketika nama Gurning disebut-sebut sebagai calon asistennya, Gurning menyetujui.

Untuk Suharto juga tak kalah mumpuni. Bahkan ia sosok penting saat membawa PSMS ke Babak Delapan Besar Divisi Utama musim lalu. Namun lisensi kepelatihan Suharto yang belum memenuhi syarat membuat PSMS terganjal untuk menetapkan Suharto sebagai pelatih kepala. Sedikit aneh, posisi Suharto turun setingkat menjadi asisten pelatih.

Gurning sejatinya tak menganggap hal itu sebuah masalah. Ia siap bekerjasama dengan siapapun baik Roekinoy, Suharto dan Mardianto. Hanya saja sedikit janggal karena ia harus membawahi pelatih kepala musim lalu.

“Suharto pelatih kepala musim lalu. Sekarang asisten saya. Pastinya sedikit berbeda, tapi kami bisa bekerjasama dengan baik karena saya juga mengenalnya baik,” tukas Gurning.

Suharto sendiri mencoba profesional. Kecintaannya dengan PSMS membuatnya rela turun pangkat jadi asisten pelatih. “Tidak ada masalah kalau musim ini saya dipercaya sebagai asisten. Lagipula ini jadi tantangan buat saya,” ujarnya.

Minggu, 07 Maret 2010

Keyword


Kamis, 20 Maret 2008

Mantan PSMS Jenguk The Killer

Mantan pemain PSMS era 1950 s/d 1960-an menjenguk ‘The Killer' Letkol Pol (Purn) H Yusuf Siregar yang menderita lumpuh dan mengharuskannya pakai kursi roda di kediamannya Jalan Masjid Taufik Gg Perwira I Desa Tegal Rejo Kecamatan Medan Timur, Rabu (19/3).

Didampingi istri Hj Nurmilan Rangkuty, Yusuf menangis haru atas kedatangan rekan-rekannya semasa bermain bola dulu, yakni H Dollah Unai, H Yusuf Siahaan, H Jamaluddin, H Sunaryo dan Achmad Kadir.

"Saya tidak menyangka kalian datang menjenguk saya. Beginilah keadaan saya sekarang ini," ujar pria kelahiran Sibolga 28 Agustus 1928 itu.

Yusuf kena stroke tahun lalu dan sampai saat ini mengalami lumpuh pada kedua kakinya. "Sekarang ini saya menggunakan kursi roda dengan bantuan istri. Anak-anak saya juga turut membantu," terangnya.

Untuk penyembuhan telah dilakukan berbagai upaya seperti berobat ke Penang Malaysia dan RS Harapan Kita Jakarta serta sekarang ini masih terus berobat jalan. Kecintaan Yusuf Siregar terhadap PSMS sangat luar biasa. Itu juga diakui Nurmilan Rangkuty. "Setiap PSMS bertanding dan disiarkan televisi, bapak selalu menonton," ungkap Nurmilan.

Yusuf Siregar menyatakan prihatin dengan kondisi tim PSMS sekarang ini. "Untuk membangun sebuah tim tangguh dibutuhkan kekompakan dan fanatisme kedaerahan yang tinggi. Mudah-mudahan PSMS tetap berjaya di masa datang," ujarnya.

Dollah Unai menyebutkan, kunjungan mantan pemain PSMS era 1950-1960-an merupakan silaturahmi dan kepedulian terhadap sesama pemain bola yang turut mengantarkan tim Ayam Kinantan menuai prestasi.

"Yusuf Siregar dulunya pemain tangguh yang dijuluki The Killer. Mudah-mudahan dengan kedatangan rekan-rekannya sepermainan dulu dapat mengangkat motivasi dalam perjuangan untuk menyembuhkan penyakit," harap Dollah.

Menurutnya, Yusuf yang menempati posisi kiri dalam bukan hanya berprestasi di tingkat nasional. Namun dia juga telah menorehkan tinta emas dengan menampilkan permainan maksimal saat berhadapan dengan tim-tim luar negeri seperi dari Swiss, Swedia, Rusia (Uni Soviet), Hongkong dan lainnya.

Sabtu, 16 Februari 2008

Nasib Ayam Kinantan Tergantung Pengurus Plus 40 Klub Anggota

Rencana pertemuan pengurus PSMS Medan dengan perwakilan 40 klub anggota dipastikan akan menentukan nasib Ayam Kinantan dalam persiapan mengikuti kompetisi Liga Indonesia (LI) 2008.

Pertemuan akan dilakukan dalam waktu dekat ini, setelah para pengurus bertemu dengan Ketua Umum Drs H Abdillah Ak MBA dan Ketua Harian DR Drs H Ralim MM di Jakarta pekan ini.

Disebutkan, program pembentukan tim yang sudah dirancang sebelumnya oleh manajemen dengan pengurus, tidak bisa berjalan karena munculnya larangan Ayam Kinantan tidak bisa lagi menggunakan dana APBD Kota Medan.

"Saya masih akan menunggu hasil pertemuan dengan orang nomor satu dan kedua di kepengurusan PSMS itu termasuk dialog klub. Kalau hasilnya kondusif, tentu rencana yang sudah disusun bisa dijalankan, kalau gagal diperkirakan kelanjutannya tidak bisa lagi dipertahankan," kata seorang pengurus PSMS.

Di samping itu, mengenai kesediaan tokoh masyarakat Sumut bersama pengusaha nasional di Jakarta seperti DR Ir Benny Pasaribu Mec, Ketua Komisi III DPR-RI Trimedia Panjaitan dan Tommy Winata menyiapkan dana guna keperluan PSMS juga akan dibicarakan dengan Ketua Umum dan Ketua Harian.
"Ungkapan Benny Pasaribu yang siap menyelamatkan PSMS merupakan solusi yang harus didukung," lanjutnya.

Selain membantu proses pembentukan tim, konflik yang terjadi setelah adanya tuntutan pemain terhadap gajinya yang tertinggal satu minggu, dapat teratasi serta akan bisa pula meminang calon investor untuk mendanai PSMS.

"Pak Benny sudah melakukan pembicaraan dengan calon investor PSMS dan tinggal selangkah menuju kata sepakat," ujar orang dekat calon Wagubsu pasangan Tri Tamtomo itu di Pilkada Gubsu nanti.
Pengurus juga telah membahas adanya rencana pembentukan PT (Perseroan Terbatas) sebagai badan hukum PSMS, menjadi prioritas utama. Dengan PT, PSMS bisa menggaet calon pemodal untuk mendanai klub setelah tidak lagi mendapat dukungan dana APBD.

"Pembentukan PT bukan berarti menjual PSMS. Sebagian klub anggota masih ada yang beranggapan seperti itu dan itu keliru. Ini semua dilakukan guna perbaikan PSMS ke depan," tegas seorang pengurus PSMS pula.

Rencana ini didukung anggota DPRD Medan yang juga merupakan pengurus PSMS, H Sabar Sitepu dan Drs Hendra DS. Keduanya secara pribadi mengatakan dukungannya atas rencana tersebut demi pembenahan PSMS.

"Tujuannya sama, yakni demi menyelamatkan PSMS. Kami juga ingin PSMS ke depan bisa lebih baik," tegas Sabar dan Hendra DS.

Mantan pemain PSMS Drs Benny Tomasoa berharap semua pihak memberi kesempatan dan dukungan pembenahan di skuad PSMS. "Beri dukungan moril dan kesempatan kepada mereka. Konflik yang tidak kunjung selesai, justru merugikan klub kebanggaan kita ini," katanya.

PSMS Masih Terbaik Di Mata Remaja


Prestasi gemilang PSMS yang berhasil mencapai babak final sangat dihargai dan disambut suka cita oleh para fans PSMS yang tergabung dalam Kampak FC atau Kesatuan Anak Medan Pecinta Ayam Kinantan Fans Club, selalu mendukung penampilan Si Ayam Kinantan setiap pertandingan.

Bentuk dukungannya pun beragam. Mulai dari menonton pertandingan PSMS kalo maen di Stadion Teladan atau menggelar nonton bareng kalo tim kesayangannya main di kandang lawan bahkan sampe mengirim anggota Kampak FC untuk memberikan dukungan langsung di kota tempat PSMS bertanding.
Menurut Koordinator Wilayah Kampak SMAN 12 Medan, M. Yusuf, sebagai anggota sekaligus pengurus Kampak sangat senang dengan prestasi PSMS mencapai babak final. Namun juga rasa sedih nggak bisa dipungkiri karena ternyata PSMS nggak berhasil menduduki posisi pertama Liga Djarum 2007 ini.

Namun secara pribadi, Yusuf mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pelatih yang berhasil membawa timnya ke final. "Bagaimanapun juga, seharusnya warga Medan tetap dukung PSMS karena tanpa suport masyarakat Medan, PSMS nggak bakal hidup," katanya.

Kampak, sebagai organisasi tempat berkumpulnya para penggemar PSMS, tetep mendukung PSMS di berbagai kondisi dan mensuport tiap pertandingan yang disaksikan secara langsung ataupun tidak. Dengan segala atribut dan yel-yelnya, Kampak siap memberi semangat bahkan nyanyian-nyanyian yang selalu diteriakkan dengan lantang.