Tampilkan postingan dengan label Pearls Say. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pearls Say. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 September 2010

T.U.H.A.N - K.U

Tuhanku….
ketika hati menangis, hanya kau saja yg tahu

Tuhanku….
Ketika mereka meninggalkan aku sendiri
Ketika dunia tiada simpati, Kau tetap mendengar rintihanku
PadaMu tempatku menagih kasih
Ketenangan kurasa mendekatiMu
Syahdu malam tak terasa sunyi


Tuhanku….
Ketika aku dalam kepayahan, dalam kesendirian dihimpit cobaan
Kau beri aku kesabaran, pengalaman mengajar arti kematangan
Lantas Kau membuka pintu hatiku, untuk memberi kemaafan
Pada mereka yang pernah melupakanku

Tuhanku….
Ketika aku buntu
Kau berikan aku kekuatan, kau tunjukkan aku jalan
Kau tak biarkan aku sendirian
kau berikanku teman..sahabat utkku berbagi

Tuhanku….
Yang Maha Pengasih, Rahmatmu tak terkira
Syukurku melangit pun tak tercapai
Sungguh aku merasa berdosa karena dulu sering lalai
Semoga penyesalanku Kau terima ....
terima kasihku sobat..utk setiap ucap dan lakumu.smg ttp indah dlm kebersamaan ini..

Selasa, 13 Januari 2009

Apakah Anda " Sahabat Sejati " Bagi Sahabat Anda

Persahabat Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan
dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai
nilai yang indah. Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan,
tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh
bersama karenanya...

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses
yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat
menajamkan sahabatnya. Persahabatan diwarnai dengan berbagai
pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan,
didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah
sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk
menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan
diri menegur apa adanya. Sahabat tidak pernah membungkus pukulan
dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan
tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari
kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah
kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan
pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif
memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena
tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua
orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang
berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya. Ingatlah
kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada
di samping anda ?? Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak
dicintai ?? Siapa yang ingin bersama anda saat anda tak bisa
memberikan apa2?


MEREKALAH SAHABAT ANDA Hargai dan peliharalah selalu persahabatan
anda dengan mereka.

** Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam
kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita **


Mutiara Cinta

Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa
mendo'akannya walaupun dia tidak berada disisi
kita.
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika
kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali
menyerah jika kamu masih merasa sanggup.
Jangan sesekali mengatakan kamu tidak
mencintainya lagi, jika kamu masih tidak dapat
melupakannya.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai
harapan, walaupun mereka telah dikecewakan.
Kepada mereka yang masih percaya, walaupun
mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang
masih ingin mencintai, walaupun mereka telah
disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang
mempunyai keberanian dan keyakinan untuk
membangunkan kembali kepercayaan
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu
beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi
sembuh,
penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan
kemarahan menjadi rahmat.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang
tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah
mencintai seseorang dan kamu tidak pernah
memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu
kepadanya
Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang
mencintai kamu sepenuh hati, sehingga kamu
kehilangannya
Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia
sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya.
Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, kiranya kamu
benar-benar mencintainya setulus hati
Cinta adalah keabadian ... dan kenangan adalah hal
terindah yang pernah dimiliki
Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak
seorangpun pandai menilai cinta karena cinta
bukanlah suatu
objek yang bisa dilihat oleh kasat mata, sebaliknya
cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan
perasaan.
Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang
kamu cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak
merubahnya menjadi
gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu
hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu
temukan didalam dirinya.
Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga
memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang
yang kita cintai
itulah yang sukar diperoleh.
Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk
mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah
hadir.

Datang Dan Pergi Mu

Tanpa permisi ....
kau masuki khayalanku
menghias alam dunia dibawah sadarku
berlari mendekat dipelupuk mataku
dan tanpa kau sadari ...
namamu sudah terukir dihatiku

Dan kini ....
saat ku tau kau pergi
hatiku perih

Kau pergi membawa cintaku
kau pergi membawa jiwaku
kau pergi membawa rasa dan rinduku

Tak ingin ku buka mata ini
yang jika ku memandang
tak ada kau disampingku

Aku yang lemah ...
tak tau harus bagaimana ????
salahkah aku mengharap kedatangan
cintamu .....???

By : SaMuRaI_X
co_pencuri_hati@yahoo.com

Semu

dulu yang ku mau
tapi itu yang ku tahu

dulu terasa haru
kini kunikmati kelabu

ada apa denganku
ketika terlihat mulai sayu

entah, akankah ini berlalu
seperti waktu dulu

masa yang ku tunggu
dan berlalunya sebuah waktu

hanyalah ada satu
dan akan selalu ku rindu

mengerti apa yang ku tuju
bahwa, sedianya kau untukku


itu yang ku mau
dengan sepenuh ikhlasmu

bukan soal aku ragu
akan yang kau tau

akan itu...
sebuah janjimu

akankah semu
dan seolah layu

itulah batinku
yang mulai sendu

termakan waktu
yang terus melaju

mangertilah akan daku
yang selalu mencintaimu

Kamis, 08 Januari 2009

Ada Apa Dengan Cinta

Bosan Hidup

Seorang pria mendatangi Sang Master, "Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati."

Sang Master tersenyum, "Oh, kamu sakit."

"Tidak Master, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati."

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Master meneruskan, "Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, 'Alergi Hidup'. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan."

Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.

Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah-tangga, bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.

"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku." demikian sang Master.

"Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup." pria itu menolak tawaran sang guru.

"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?"

"Ya, memang saya sudah bosan hidup."

"Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang."

Giliran dia menjadi bingung. Setiap Master yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut "obat" oleh Master edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

Begitu rileks, begitu santai!

Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau.

Suasananya santai banget!

Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, "Sayang, aku mencintaimu."

Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi.

Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Sang istripun merasa aneh sekali Selama ini, mungkin aku salah. "Maafkan aku, sayang."

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini, Boss kita kok aneh ya?" Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda.

Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya. Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan.

Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu."

Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, "Pi, maafkan kami semua. Selama ini, Papi selalu stres karena perilaku kami."

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?

Ia mendatangi sang Guru lagi.

Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, "Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan.

Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan."

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!!!

Hidup?

Bukanlah merupakan suatu beban yang harus dipikul?. Tapi merupakan suatu anugrah untuk dinikmati

Senin, 05 Januari 2009

Takuha Kau

Tahukah
ketika malam turun seperti ini
dan dingin perlahan menusuk
sepi
ketika semua terlelap dalam mimpi indahnya

tahukah kau
saat itu aku masih terjaga
bersama dingin dan sepi
ku lukis wajahmu
di setiap inci hatiku

tahukah
dirimu yang bertahta disana
dirimu yang terpahat begitu dalam
terpatri begitu kuat

Kamis, 05 Juni 2008

Kalau Aku Sudah Tua

Kalau aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.
Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku.

Kalau pakaianku terciprat sup,
kalau aku lupa bagaimana mengikat sepatu,
ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Kalau aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu
yang telah bosan kau dengar,
bersabarlah mendengarkan,
janganlah memutus pembicaraanku.

Ketika kau kecil,
aku selalu harus mengulang cerita
yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tertidur.

Kalau aku memerlukanmu untuk memandikanku,
janganlah marah padaku.
Ingatlah sewaktu kecil aku harus memakai
segala cara untuk membujukmu mandi?

Kalau aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi
dan hal-hal baru, jangan mengejekku.
Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar
menjawab setiap "mengapa" darimu.

Kalau aku tak dapat berjalan,
ulurkanlah tanganmu yang masih kuat untuk memapahku.
Seperti aku memapahmu saat kau
belajar berjalan waktu masih kecil.

Kalau aku seketika melupakan pembicaraan kita,
berilah aku waktu untuk mengingat.
Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting,
asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Kalau kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.
Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika
kamu mulai belajar menjalani kehidupan.
Waktu itu aku memberi petunjuk
bagaimana menjalani kehidupan ini,

Sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.
Beri aku cintamu dan kesabaran,
aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur,
dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu