Tampilkan postingan dengan label The Health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Health. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Agustus 2012

Antara Raut Wajah, Cinta, Jangka Panjang, Ranjang

Dari raut wajah bisa terlihat apakah seseorang hanya memiliki daya tarik seksual sesaat atau menginginkan komitmen jangka panjang.

Seperti telah diduga bahwa perempuan cenderung tertarik pada pria yang bertampang kekasih sejati, sementara pria akan menatap lekat wanita yang menunjukkan sinyal one night stand.

Ini bukan kesimpulan warung kopi tapi tercantum dalam jurnal Evolution and Human Behavior. Selama survei, peneliti 'mengumpulkan' tampang mahasiswa yang dikatagorikan sebagai berwajah kinclong yang mencari cinta sejati, atau hinggap sana-sini.

Sekitar 700 mahasiswa yang jadi partisipan. Sebagian besar hasil baca wajah itu benar adanya. Sebanyak 72% partisipan mengiyakan hasil penilaian peneliti terhadap wajahnya.

"Mereka mempunyai insting namun tidak banyak yang memahami dan melukiskan dengan kata-kata," tulis Profesor Linda Boothroyd, dari University Durham Inggris yang memimpin penelitian.

Pria berwajah seperti aktor Clive Owen yang memiliki tulang rahang persegi, beralis tebal, hidung dan mata kecil, umumnya cenderung menyukai hubungan sesaat alias doyan seks semata. Sedangkan pria yang memiliki raut muka halus konon lebih suka mencari pasangan untuk jangka panjang.

Sementara, wanita berpenampilan hot umumnya lebih banyak menyukai fling alias tebar pesona sana-sini.

Baik pria dan wanita yang ikut dalam survei umumnya sepakat bahwa wanita yang atraktif lebih menarik untuk diajak yang serba kilat. Meskipun ini benar, namun Boothroy tidak menggambarkan detail wajah. Hanya dikatakan ini adalah golongan wanita yang memiliki daya tarik klasik.

Teori Boothroy hanya menguatkan sepakat publik, wajah cantik membuka peluang penyebar action apalagi jika berusia 18 tahun. Walaupun sebagian dari kita pura-pura menampik namun sebenarnya pepatah menilai buku dari sampulnya, ada benar juga.


Minggu, 18 September 2011

Ingin jantung sehat, menikahlah !!!

Abey - Menikah ternyata dapat membuat seorang wanita tiga kali lebih kebal dari serangan jantung. Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari Universitas Rochster, New York, Amerika Serikat, baru-baru ini.

Penelitian melibatkan rekor medis dari 225 wanita yang telah menikah. Ditemukan, mereka yang bahagia dalam pernikahannya memiliki harapan hidup pasca serangan jantung tiga kali lebih tinggi, jika dibandingkan mereka yang tidak. Para peneliti juga menemukan, sebanyak 83 persen wanita yang bahagia selamat setelah serangan jantung, 28 persen dari mereka yang tidak berbahagia, dan 27 persen dari mereka yang tidak menikah.

"Inilah kehebatan sebuah hubungan yang dapat membuat kita selalu pada jalurnya. Kuncinya adalah kebahagiaan. Untuk merasakan efek hebatnya, para istri diwajibkan untuk merasa puas dan bahagia dengan pernikahan mereka," kata pimpinan penelitian, Profesor Kathleen King.

Marah? Jangan menangis



Abey - Menangis ternyata bukan metode yang baik untuk menyalurkan emosi. Saat Anda merasa depresi, keluarkan isi hati Anda dan menangislah, maka Anda akan merasa lega.

Anda mungkin pernah mendengar saran semacam ini, namun tahukah Anda, ternyata menangis bukanlah metode penyaluran emosi yang baik bagi kejiwaan Anda?

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Research in Personality mengumpulkan 97 wanita berusia 18-48 tahun di Belanda.

Para responden diberi waktu 73 hari untuk mencatat dalam buku harian yang berisi mood yang mereka dirasakan dan kapan mereka menangis.

Seperti diberitakan Daily Mail, hasil riset ini menyebutkan 61 persen responden tidak merasa lebih baik setelah menangis.

Sebaliknya, mereka justru merasakan mood yang jauh lebih buruk ketimbang sebelum menangis dan berlangsung hingga dua hari setelahnya.

Hanya 30 persen responden yang merasa nyaman dan lega setelah meluapkan emosi melalui air mata.

Penelitian ini juga menyebutkan, menangis sambil ditemani orang lain akan menghasilkan efek yang lebih positif ketimbang menangis seorang diri.

Ini disebabkan orang lain yang hadir di saat itu akan berusaha meredakan emosi para responden yang menangis di dekatnya.

Selain ditemani orang lain, menangis sambil meluapkan emosi dengan gerak tubuh dan menjerit juga baik bagi kondisi psikis.

Di saat itulah Anda akan merasa lega dan bebas, jauh lebih baik dari sekedar menangis diam-diam.

Sabtu, 17 September 2011

Jangan Sepelekan Kantuk

Abey - Angka kecelakaan saat arus mudik dan balik terus meningkat setiap tahunnya. Hasil laporan kepolisian saat arus mudik tahun 2011, dari jumlah kecelakaan yang terjadi, sebagian besar disebabkan karena supir atau pengemudi mengantuk.

Kantuk memang masih dianggap hal yang biasa bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.
Kebanyakan orang menganggap kalau mengantuk itu hanya karena kelelahan atau kurang tidur. Mengantuk sianggap bukan sebagai tanda penyakit.

Padahal kantuk itu justru menandakan adanya gangguan tidur seseorang. Gangguan tidur itu bisa disebabkan adanya penyakit.

Kondisi seseorang yang sudah memiliki gangguan tidur semakin diperparah saat memasuki bulan Ramadan dan libur Lebaran. "Saat bulan puasa, pola tidur seseorang berubah dan berkurang. Ditambah lagi jadwal mudik dan aktivitas selama libur Lebaran untuk bersilahturahmi," ujar dr Andreas Prasadj.

Akan tetapi kecelakaan tidak akan terjadi jika pengendara benar-benar menyadari bagaimana harus menjaga kesehatannya termasuk jumlah tidurnya agar perjalanan saat mudik dan kembali ke kota asal aman. Menurut Andreas, ada banyak cara untuk mencegah terjadinya kecelakaan akibat mengantuk di jalan.

"Yang utama, sebelum berangkat usahakan tidur minimal 6 jam agar tubuh segar dan siap menempuh perjalanan," kata dr Andreas.

Bagi mereka yang benar-benar merasa lelah dan membutuhkan waktu tidur, sudah tentu bisa menambah lagi jam tidur mereka agar tidak mengantuk. Terutama jika masih merasa waktu tidurnya masih kurang dengan tanda-tanda menguap, air mata berair, dan mata mengejap-ngejap.

Dokter Andreas juga menyarankan jangan sekali-kali mencari cara lain untuk menghilangkan rasa kantuk itu. Misalnya minum kopi atau mendengarkan musik yang keras. Itu sifatnya sementara dan tidak membuat tubuh terjaga karena yang dibutuhkan tubuh adalah tidur.

"Jadi kalau di tengah jalan terasa sangat mengantuk, sebaiknya sesegara mungkin mencari tempat menginap dan tidur," kata dokter pria yang senang membagi tip melalui Twitter @IDTidurSehat.

Selama perjalanan mudik, waktu yang ideal untuk menjaga tubuh agar tetap bugar dan kesehatan tidur tetap terjaga adalah dengan beristirahat setiap tiga jam sekali. Saat istirahat itu tidak selalu harus tidur tetapi bisa juga hanya sekadar meluruskan punggung, makan dan minum, serta menggerakkan tubuh.

Hanya saja, bagi mereka yang merasa kantuk mulai menyerang, sebaiknya mencari tempat untuk beristirahat. Tidak harus tidur dalam waktu yang panjang seperti tidur di rumah yang penting, rasa kantuk itu hilang meski tidur hanya beberapa menit saja.

Dan satu hal yang pasti, jangan pernah melakukan perjalanan pada malam hari. "Jangan membiasakan untuk menempuh perjalanan malam hari di saat tubuh membutuhkan waktu untuk tidur," kata dr Andreas.

Yang paling membahayakan adalah ketika otak tertidur tanpa disadari. Biasanya ini terjadi ketika seseorang yang sedang mengemudi tiba-tiba seperti terbangun dan tidak mengingat lagi jalan yang sudah ditempuhnya sekian menit. Padahal mata masih terbuka dan tangan masih ada di kemudi mobil.

Kondisi ini terjadi karena sebenarnya sebagian otak sudah tertidur dan pengemudi menyetir dengan instingnya saja. Ini sangat membahayakan karena kendaraannya bisa keluar jalur atau menabrak karena sudah tidak awas lagi. Jadi, jika tiba-tiba merasa kaget karena tidak ingat jalan yang ditempuh sebelumnya, sebaiknya segera menghentikan kendaran dan sisihkan waktu untuk beristirahat.

Senin, 12 September 2011

Selebritis Indonesia Yang Suka Minum Air Seni Sendiri



MESKI aneh dan terkesan jorok, urine atau air seni, menurut artis Victorine Cherryline Soedarjono Burki alias Vicky Burki, sangat bermanfaat bagi kesehatannya. "Untuk mendapatkan tubuh yang fit seperti saat ini, aku pakai terapi urine dan olahraga teratur serta olah pikiran," ujar perempuan kelahiran Bandung, 17 Juni tersebut.

Menurut Vicky, dirinya kali pertama tertarik menekuni dunia terapi urine setelah membaca buku karya Coen van der Kroom saat menunggu penerbangan di salah satu terminal penerbangan luar negeri.

Lantaran penasaran dengan terapi tersebut, bintang sinetron Kesucian Prasasti itu berkonsultasi dengan sejumlah teman-teman yang berlatar belakang kedokteran.

"Ada yang mendukung dan menentang. Tapi, aku pikir kenapa nggak dicoba? Kan buku tersebut menyebut bahwa banyak masyarakat yang telah melakukannya. Bahkan, pejabat penting di India mengunakan terapi tersebut," ujarnya.

Akhirnya, pagi itu, cerita Vicky, dengan perasaan yang sedikit ragu dan binggung dirinya meneguk air seninya sendiri. Lambat laun, setelah mencoba beberapa kali terapi tersebut, bintang sinetron Kehormatan itu merasa sedikit perubahan dalam tubuhnya.

Staminanya kian prima ketika melakukan berbagai aktivitas. "Aku semakin fit dan tidak capek," tuturnya. Menurut Vicky, terapi itu harus dilakukan secara rutin. "Sebenarnya, cocok-cocokan. Buat aku sih cocok, belum tentu yang lain pas," tuturnya

Rabu, 02 Juli 2008

Banyak Tidur Cepat Mati

Tidur lebih dari tujuh jam sehari dapat memperlambat alur hidup, dengan kata lain mempercepat datangnya kematian. Mereka yang tidur rata-rata delapan jam malam hari menambah risiko meninggal sebanyak 12%.

Penelitian yang dilakukan pada 2002 itu mendata lebih dari sejuta penduduk Amerika Serikat berusia di atas 30, berlangsung antara 1982 hingga 1988. Penelitian yang tidak jauh berbeda dilakukan selama setahun penuh di rumah sakit Brigham and Women Hospital di Boston, menghasilkan kesimpulan yang sama.

Sedangkan Dr Jerome Siegel dari University of California Los Angeles menemukan angka harapan hidup menurun jika tidur jauh di bawah tujuh jam. Namun angka ini tidak sedrastis jika tidur lebih dari delapan jam.

Namun demikian sebagian pakar yang meneliti masalah tidur menolak mengambil kesimpulan banyak tidur cepat mati. Karena temuan itu hanya berdasarkan korelasi, alias hitung-hitungan semata, namun tidak menunjukkan apa penyebab dan pengaruhnya secara medis.

Satu-satunya asumsi adalah mereka yang terlalu banyak tidur cenderung mudah sakit karena badannya lesu kurang gerak.

Kamis, 29 Mei 2008

Antara Raut Wajah, Cinta, Jangka Panjang, Ranjang

Dari raut wajah bisa terlihat apakah seseorang hanya memiliki daya tarik seksual sesaat atau menginginkan komitmen jangka panjang.

Seperti telah diduga bahwa perempuan cenderung tertarik pada pria yang bertampang kekasih sejati, sementara pria akan menatap lekat wanita yang menunjukkan sinyal one night stand.

Ini bukan kesimpulan warung kopi tapi tercantum dalam jurnal Evolution and Human Behavior. Selama survei, peneliti 'mengumpulkan' tampang mahasiswa yang dikatagorikan sebagai berwajah kinclong yang mencari cinta sejati, atau hinggap sana-sini.

Sekitar 700 mahasiswa yang jadi partisipan. Sebagian besar hasil baca wajah itu benar adanya. Sebanyak 72% partisipan mengiyakan hasil penilaian peneliti terhadap wajahnya.

"Mereka mempunyai insting namun tidak banyak yang memahami dan melukiskan dengan kata-kata," tulis Profesor Linda Boothroyd, dari University Durham Inggris yang memimpin penelitian.

Pria berwajah seperti aktor Clive Owen yang memiliki tulang rahang persegi, beralis tebal, hidung dan mata kecil, umumnya cenderung menyukai hubungan sesaat alias doyan seks semata. Sedangkan pria yang memiliki raut muka halus konon lebih suka mencari pasangan untuk jangka panjang.

Sementara, wanita berpenampilan hot umumnya lebih banyak menyukai fling alias tebar pesona sana-sini.

Baik pria dan wanita yang ikut dalam survei umumnya sepakat bahwa wanita yang atraktif lebih menarik untuk diajak yang serba kilat. Meskipun ini benar, namun Boothroy tidak menggambarkan detail wajah. Hanya dikatakan ini adalah golongan wanita yang memiliki daya tarik klasik.

Teori Boothroy hanya menguatkan sepakat publik, wajah cantik membuka peluang penyebar action apalagi jika berusia 18 tahun. Walaupun sebagian dari kita pura-pura menampik namun sebenarnya pepatah menilai buku dari sampulnya, ada benar juga.


Rabu, 26 Maret 2008

Kuman Vagina Pembunuh Sperma

dr Arju Anita Sp.OG pernah mendapati pasien seorang ibu rumah tangga berusia 26 tahun dengan seorang putra. Tetapi setelah anak pertama usia 7 tahun, si ibu kesulitan untuk memperoleh anak kedua, padahal si ibu tidak pernah pakai alat kontrasepsi sejak anak berusia 2 tahun.

Dilihat dari haidnya cukup teratur setiap bulannya dengan siklus 27-29 hari. Setelah diperiksa ke dokter, diswab dan diUSG vagina, dokter mendiagnosa di kandungannya ada bakteri yang membunuh semua sperma yang masuk. Ditemukan adanya T.Vaginalis dan bakteri (+). Oleh dokter si ibu tidak diperbolehkan berhubungan intim selama mengonsumsi obat.

Yang menjadi pertanyaan si ibu adalah apakah bakteri tersebut berbahaya, apakah si ibu masih bisa hamil anak kedua dan perlukah suaminya mengikuti tes sperma.

Apa yang dialami oleh si ibu rumah tangga ini mungkin dialami juga oleh beberapa perempuan lainnya. Dalam tulisan ini saya mungkin bisa memberikan informasi tentang kuman vagina yang umumnya masih sangat awam diketahui perempuan.

Kuman di vagina biasanya tak membahayakan bagi diri kita. Kuman tersebut menjadi petunjuk adanya infeksi di daerah vagina. Infeksi vagina bisa terjadi kapan saja. Namun yang terpenting kita selalu menjaga higienitas vagina. Pakailah selalu pakaian dalam yang bersih dan kering. Jangan gunakan pakaian dalam yang basah atau seharian penuh tak diganti.

Obat Flagyl Forte 500 mg, Tricostatic Ovula dan Lactacyd dapat mematikan kuman vagina apabila istri terjangkit kuman vagina. Biasakan melakukan papsmear setahun sekali. Papsmear sebaiknya dilakukan oleh semua perempuan yang telah berhubungan intim. Gunanya untuk mendeteksi kuman yang ada di mulut rahim, sehingga test screening mendeteksi kanker mulut rahim.

Kehamilan harus dievaluasi dari kedua pihak, suami maupun istri. Masalah keterlambatan memiliki anak bisa disebabkanberbagai factor. Pasangan yang belum dikarunia anak lagi, meski sudah mempunyai anak bis disebut infertilitas sekuder.

Penyebabnya bisa timbul dari istri atau suami. Dari pihak suami dapat terganggunya pembentukan sperma yang sehat. Kelainan sperma bisa disebabkan beberapa faktor antara lain hormonal, trauma, infeksi, lingkungan atau radiasi.

Bila faktor yang mengganggu proses pembentukan sperma bisa dihilangkan, sperma siap membuahi sel telur istri. Sedangkan, masalah yang bisa timbul pada perempuan antara lain faktor hormonal, infeksi, radiasi atau obat-obatan.

Hal ini antara lain bisa mengakibatkan penyumbatan di saluran telur dimana pertemuan sperma dan sel telur terjadi di lokasi ini. Untuk mengetahui hal ini kita perlu berkonsultasi dengan dokter ahli kandungan.

Minggu, 17 Februari 2008

Kegemukan Tingkatkan Risiko Kanker



Jangan sampai Anda mengalami obesitas atau kegemukan. Berdasarkan penelitian, obesitas bisa meningkatkan risiko penyakit kanker.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet ini menggunakan analisis 141 studi, yang melibatkan 282.000 responden yang mengalami kegemukan. Ukuran kegemukan dalam penelitian itu dengan indikator indeks masa tubuh (body mass index/ BMI), yakni berat badan seseorang dalam kilogram diperbandingkan dengan tinggi badannya. Seseorang dengan BMI 25-29,9 dikategorikan sebagai kelebihan berat badan, sedangkan BMI 30 dan lebih dikategorikan sebagai obesitas.

Para peneliti menemukan bahwa setiap pencapaian BMI sebesar lima poin pada pria meningkatkan risiko kanker tenggorokkan 52 persen, kanker tiroid (terkait dengan kelenjar gondok) sebesar 33 persen, serta kanker usus besar dan ginjal sebesar 24 persen. Di antara wanita, apabila BMI-nya meningkat lima poin maka meningkatkan risiko kanker rahim sebesar 59 persen, kanker hati (59 persen), tenggorokan (51 persen), dan kanker ginjal (9 persen).

Meskipun memiliki persentase kecil, yang perlu diwaspadai adalah peningkatan angka BMI pada pria yang berisiko meningkatkan kanker usus besar, anus, dan kulit. Sementara itu, pada wanita, angka BMI itu akan menyebabkan kanker payudara, pankreas, tiroid, dan usus besar. Selain itu, angka risiko setara pada dua jenis kelamin adalah meningkatnya risiko leukemia, kanker kelenjar getah bening (non-hodgkin), serta kanker tulang sumsum (multiple myeloma).

Sudah sejak lama, obesitas diketahui amat terkait dengan penyakit kardiovaskular dan diabetes. Pada negara industri, fenomena obesitas tersebut sedang menjamur dan mewabah.
Berdasarkan estimasi, angka kematian akibat obesitas di Amerika Serikat (AS) telah melampaui angka kematian akibat merokok sejak 2005 lalu. Namun, hasil penelitian terbaru ini menunjukkan keterkaitan antara tubuh gemuk yang berlebihan dengan penyakit kanker. Berdasar beberapa laporan dari Lembaga Pendanaan Riset Kanker Dunia dan Lembaga Penelitian Kanker Amerika, beberapa waktu lalu, ada keterkaitan antara kanker tenggorokan, usus besar, ginjal, anus, dan payudara di antara wanita pada usia menopause.

Dalam sebuah laporan yang dipaparkan dalam jurnal The Lancet, ahli nutrisi dari Swedia Susanna Laron dan Alicja Wolk dari lembaga Karolinska di Stockholm memperkirakan bahwa kegemukan yang berlebihan bisa mengakibatkan perubahan level insulin, steroid jenis kelamin, dan hormon-hormon lainnya.

"Ini bisa berefek pada munculnya kerusakan sel (apoptosis), sebuah mekanisme yang membuat cacat sebuah sel bahkan menjadi bunuh diri. Sel kanker memiliki kemampuan untuk apoptosis, kemudian berkembang biak tanpa bisa dicegah," jelas Susanna.

Selain itu, akumulasi sel lemak juga bisa berkontribusi secara signifikan pada tumor khusus, seperti kanker hati dan tenggorokan. Sementara itu, hasil penelitian Rumah Sakit Anak Philadelphia AS menemukan bahwa orang dewasa yang kehilangan berat badan juga berisiko kehilangan masa tulangnya. Namun, pada anak-anak remaja, hal itu tidak berlaku.

Berdasarkan penelitian yang dipimpin Dr Nicolas Stettler dan dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Obesity ini, anak-anak yang mengalami obesitas kemudian menjalani pengobatan penurunan berat badan, tidak akan berefek pada k0- esehatan tulang mereka. Penelitian itu melibatkan 62 anak-anak obesitas yang secara lengkap mengikuti program penurunan berat badan secara intensif selama satu tahun.

Dengan penyinaran sinar X, ternyata diketahui tidak terjadi perubahan kandungan mineral dalam tulang mereka. Masa tulang mereka masih tetap bertumbuh dan lebih tinggi jika dibandingkan anak-anak yang kurus. "Temuan kami memang sangat mengejutkan. Secara medis, pengobatan obesitas pada anak-anak tidak menyebabkan masalah pada kesehatan tulang," tutur Nicolas.

Senin, 17 Desember 2007

Soal KB, Pria Tak Boleh Ketinggalan

Tak ada kendala yang paling besar yang menyebabkan program KB pria seolah jalan di tempat, selain kurangnya sosialisasi ke masyarakat. Sosialisasi KB pria masih menjadi barang langka, jarang dan sulit ditemui di masyarakat, sehingga metode KB pria seperti vasektomi dan kondom masih belum sepopuler metode kontrasepsi wanita seperti pil, suntik, atau IUD.

Sosialisasi KB pria ini membutuhkan banyak dukungan mulai dari para pemegang kebijakan, para petugas KB di lapangan (PLKB dan kader) hingga provider pelayanan KB.

Kegagalan dan keberhasilan merekrut kaum pria dalam berKB sangat dipengaruhi oleh sikap provider dan petugas KB di lapangan karena dengan sikap proaktif dalam mempromosikan dan responsif bila menemui kaum pria yang membutuhkan pelayanan KB, maka program KB pria akan berjalan optimal.

Hal lain yang sangat mendukung sosialisasi program KB pria adalah promosi dan motivasi dari kaum pria yang telah menjadi akseptor KB pria. Apalagi bila para akseptor tersebut telah bergabung dalam suatu kelompok KB. Dengan terbentuknya kelompok KB pria tersebut maka proses sosialisasi KB pria ke masyarakat akan lebih mudah dan terarah.

Pentingnya pria terlibat dalam KB dan kesehatan reproduksi didasarkan bahwa pria adalah mitra reproduksi dan seksual, sehingga sangat beralasan apabila pria dan wanita berbagi tanggung jawab dan peran secara seimbang untuk mencapai kepuasan kehidupan seksual dan berbagi beban untuk mencegah penyakit serta komplikasi kesehatan reproduksi.

Pria bertanggungjawab secara sosial dan ekonomi termasuk untuk anakanaknya sehingga keterlibatan pria dalam keputusan reproduksi akan membentuk ikatan yang lebih kuat di antara mereka dan keturunannya.Pria secara nyata terlibat dalam fertilitas dan mereka mempunyai peranan yang penting dalam memutuskan kontrasepsi yang akan digunakan istrinya serta dukungan kepada pasangannya terhadap kehidupan reproduksinya seprti saat melahirkan dan setelah melahirkan serta selama menyusui. Walaupun keterlibatan pria dalam KB dan Kesehatan Reproduksi sangat penting, tetapi masih banyak pria yang enggan melakukannya terutama dalam praktek KB.

Perlu Upaya
Tahun ini merupakan tahun tengah periode yang hasil capaian programnya dapat menjadi ukuran dalam memperkirakan apakah sasaran yang telah disepakati bersama dalam RPJMN 20042009 dapat dicapai.

Saat ini pencapaian KB pria baru mencapai 1,36 persen dari sasaran RPJMN sebesar 4,5 persen. Untuk itu perlu upaya yang memadai dari seluruh jajaran BKKBN untuk menggerakan seluruh kemampuan dan mendorong mitra kerja dan peran serta masyarakat agar pria secara aktif bergerak dalam program KB.

Upaya pencapaian tujuan tersebut BKKBN telah mereformulasikan visi dan misi baru. Visi baru "seluruh keluarga ikut KB" dan misi "mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera". Visi misi ini sebagai upaya untuk lebih mendorong pelaksanaan program yang dirasakan memudar karena perubahan lingkungan strategis sekaligus mampu mensinergikan rantai nilai yang ada.

Penjabaran dari pelaksanaan visi dan misi ini BKKBN mengimplementasikan dalam lima strategi dasar yaitu menggerakan dan memberdayakan seluruh masyarakat dalam program KB, menata kembali pengelolaannya program KB, memperkuat SDM operasional KB, meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui pelayanan KB dan meningkatkan pembiayaan program KB.

Apapun upaya yang dilakukan intinya penantian panjang peran pria dalam berKB harus diminimalisir. Sudah saatnya mitra KB yang potensial seperti pria digalakkan dengan usaha maksimal dengan melibatkan seluruh masyarakat dan semua pihak baik tingkat pusat dan daerah.