Tampilkan postingan dengan label Nazaruddin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nazaruddin. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 September 2011

Michael Manufandu Nazaruddin Denies Allegations



Abey - Former Ambassador to Colombia Michael Manufandu denied the allegations have received a bribe of 1 million dollars from Muhammad Nazaruddin. Allegedly received bribes in order Nazaruddin could come see his wife in Kuala Lumpur, Malaysia when repatriated from Bogota last August 12.

In addition, Michael also denied hiding the compact disc (CD) and flash disk Nazaruddin property, as well as recordings that reportedly contains Nazaruddin meeting with Chandra M Hamzah. In an interview via Skype with Iwan Piliang, Nazaruddin never claimed a CD and a flash disk that contains the data flow of funds to the Democratic Party officials including Anas Urbaningrum.

"Nothing to it. No, "said Michael at the Corruption Eradication Commission office on Friday (09/16/2011). Michael checked for nearly 8 hours.

However, he admitted examined indirectly related to the case Nazaruddin because investigators simply asked her resume as an ambassador.

"The question of ten to eleven," he said, once again denied having met his wife Nazaruddin, Neneng Sri Wahyuni​​.

Sabtu, 27 Agustus 2011

[Video] Fatihruddin - Anak Nazaruddin - Himbauannya Kepada SBY

Selasa, 23 Agustus 2011

Anggota Polisi Ciptakan Lagu Tentang Nazaruddin

Karena kecewa dengan kasus korupsi yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Seorang anggota Polisi berpangkat Brigadir di Kepolisian Makassar, Sulawesi Selatan menciptakan sebuah lagu tentang Nazaruddin.
Brigadir Taufik Hidayat beralasan membuat lagu tersebut, karena dia prihatin dengan penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan proyek wisma atlet SEA Games, Palembang Nazaruddin.

“Sebagai anggota polisi sekaligus warga negara, saya prihatin dengan penangangan kasus korupsi Nazaruddin yang akhirnya sulit dibongkar oleh aparat penegak hukum,” ujarnya kepada wartawan, di Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam lirik lagu tersebut, Brigadir Taufik menyinggung biaya pemulangan Nazaruddin yang mencapai empat milyar rupiah. Sejauh ini belum ada konfirmasi dari atasan brigadir Taufik terkait lirik lagu yang dia ciptakan.

Seperi diketahui sebelumnya, biaya carter pesawat Gulfstream untuk membawa Nazaruddin mencapai Rp4 miliar. Berdasarkan penelusuran okezone, ada tujuh tipe pesawat carter yang dimiliki perusahaan tersebut. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto menjelaskan, total biaya pengamanan yang dikeluarkan untuk memulangkan Nazaruddin adalah Rp4 miliar atau USD500 ribu

Usai Lebaran KPK-Polri Harus Jelaskan Kasus Nazar

Banyaknya kejanggalan yang terjadi dari mulai pemulangan tersangka kasus suap wisma atlet di Palembang, M Nazaruddin sampai perubahan sikapnya, membuat Komisi III DPR ingin mendengarkan penjelasan apa yang terjadi dari KPK dan Kepolisian.

"Harusnya minggu ini kita memanggil KPK dan Kepolisian, tapi karena terbentur dengan hari Raya sehingga DPR sepi, banyak anggota DPR yang pergi ke dapilnya. Karenanya habis Lebaran kita akan mengungkap kejanggalan-kejanggalan," kata Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo dalam diskusi 'Rekayasa Kasus Nazaruddin, Antasari dan Bank Century' di Rumah Perubahan, Jakarta, Selasa (23/8/2011).

Tak hanya KPK dan Kepolisian yang akan dimintai penjelasannya terkait penangkapan Nazaruddin hingga perubahan sikap, kata Bambang, tapi DPR juga akan memanggil Duta Besar Indonesian untuk Kolombia.

"Dari mulai penangkapan Nazaruddin yang katanya istrinya Neneng ada saat penangkapan tapi sekarang tiba-tiba hilang, keterlambatan pesawat yang membawa Nazaruddin, barang bukti yang katanya hilang," ujarnya.

Bambang mengaku sudah merasa ada tangan-tangan tidak terlihat dalam kasus Nazaruddin ini "Kami sudah merasakan ada tangan-tangan tidak terlihat saling menyodok," ujarnya.