Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2012

SPESIAL: Sepuluh Hasil Buruk Indonesia Sepanjang Sejarah



Sepuluh. Angka ini mendadak tidak lepas dari benak pikiran serta ramai menjadi pembahasan penggemar sepakbola tanah air, Rabu (29/2) malam lalu. Pasalnya, telah tercipta sejarah yang sayangnya merupakan peristiwa memalukan bagi timnas Indonesia. Pada laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia, Indonesia ditelan tuan rumah Bahrain, 10-0.

Sepuluh gol tercipta ke dalam gawang Andi Muhammad Guntur. Seakan kian melengkapi penderitaan, Samsidar menerima kartu merah pada menit ketiga pertandingan, menyusul kartu merah kepada pelatih Aji Santoso, dan empat kali hukuman penalti yang dijatuhkan wasit Andre El Haddad asal Libanon. Sejarah juga mencatat, tidak ada tim lain setelah Brighton & Hove Albion pada Maret 1989 yang menerima empat hukuman penalti sekaligus pada satu pertandingan.

Goal.com Mencoba merangkum sepuluh hasil pertandingan terburuk yang pernah dialami Indonesia sepanjang sejarah. Definisi "terburuk" tidak mesti berarti kekalahan dengan skor besar, tetapi juga hasil-hasil mengejutkan dan di luar dugaan yang mencegah terwujudnya mimpi Indonesia untuk berprestasi. Sepuluh pertandingan ini juga dipilih berdasarkan dampaknya terhadap perkembangan sepakbola tanah air secara keseluruhan. Dengan demikian, kekalahan 7-1 dari Uruguay, misalnya, pada laga ujicoba tidak masuk dalam catatan.

Catatan hasil-hasil ini juga tidak dimaksudkan untuk menghujat, melainkan dilakukan dengan semangat pembelajaran dari pengalaman yang sudah dialami Indonesia. Sepakbola tidak melulu soal kemenangan, tetapi juga bagaimana caranya bangkit dari keterpurukan.

1. Mogok di debut regional, vs Thailand 1-1, SEA Games 1977
Untuk kali pertama Indonesia berpartisipasi di pesta olahraga negara Asia Tenggara, SEA Games. Di cabang sepakbola, Indonesia disematkan status favorit karena sudah langganan tampil di turnamen antarnegara seperti Merdeka Games, Piala Raja Thailand, atau Piala Presiden Korea Selatan. Status favorit kian lantang ketika Indonesia mampu mengalahkan tuan rumah Malaysia 2-1 pada laga debut SEA Games. Setelah laga itu, skuad Indonesia menuding kubu tuan rumah menerapkan strategi tidak sportif dengan jadwal ketat. Puncaknya terjadi ketika di laga semi-final Indonesia memprotes kepemimpinan wasit Othman Omar, asal Malaysia, yang dianggap berat sebelah. Pemain Indonesia berkelahi dengan Thailand dan wasit menghentikan pertandingan pada menit ke-60 pada kedudukan 1-1. Indonesia menolak melanjutkan laga sehingga panitia memberikan kemenangan kepada Thailand. Indonesia pun melanjutkan protes dengan mogok bertanding pada pertandingan perebutan medali perunggu melawan Burma.

2. Super-Mokh membungkam Senayan, vs Malaysia 0-1, SEA Games 1979
Setelah kasus mogok pada partisipasi debut, Indonesia berhasil melaju ke babak puncak SEA Games 1979 yang digelar di kandang sendiri. Ratusan ribu pasang mata memadati Senayan berharap Indonesia mampu melengkapi gelar juara umum dengan medali emas cabang primadona, sepakbola. Apalagi musuh di laga puncak adalah seteru abadi, Malaysia. Harapan masyarakat Indonesia musnah di kaki penyerang legendaris Harimau Malaya, Mokhtar Dahari. Memanfaatkan kecerobohan Ronny Pattinasarany, pemain berjuluk Super-Mokh itu berhasil membobol gawang Ronny Paslah pada menit ke-21. Indonesia gagal membalas sepanjang sisa pertandingan dan rivalitas dua negara tetangga ini pun kian dalam.


3. Raksasa melawan liliput, vs Fiji 3-3, Kualifikasi Piala Dunia 1982
Indonesia tak mampu mengalahkan Fiji, negara seukuran provinsi Nusa Tenggara Barat, dalam dua pertemuan pada kualifikasi Piala Dunia 1982. Tergabung di Sub Grup A kualifikasi Piala Dunia 1982 bersama Selandia Baru, Australia, Taiwan, dan Fiji, Indonesia nyaris saja terhempas menjadi juru kunci. Hasil buruk dibukukan pada empat laga pertama ketika dibekuk Selandia Baru 2-0 dan 5-0, kandang dan tandang, menyerah 2-0 dari Australia di Melbourne, dan bermain imbang 0-0 melawan tuan rumah Fiji. PSSI memutuskan mengganti pelatih Harry Tjong dengan Endang Witarsa. Di Senayan, dua hari sebelum melawan Fiji, seperti dilansir Tempo, manajer Syarnoebi Said akan menyuruh pemain Indonesia bersumpah guna menepis kecurigaan kemungkinan disuap. Di lapangan, Indonesia sempat unggul 3-1 sebelum akhirnya disamakan 3-3 oleh Fiji hingga pertandingan berakhir. Beruntung Indonesia selamat dari posisi juru kunci setelah menaklukkan Australia 1-0 pada laga pamungkas yang sudah tidak menentukan.

4. Antiklimaks Garuda 1, vs Thailand 0-7, SEA Games 1985
Hanya empat bulan setelah sukses menjuarai Sub Grup B kualifikasi Piala Dunia 1986 dan hanya kalah dari Korea Selatan yang lolos ke Meksiko, Indonesia tidak tampil dengan standar yang sama di SEA Games di Thailand. Padahal Indonesia tampil dengan sisa-sisa skuad Garuda 1 yang berlatih khusus di Brasil. Bedanya, Bertje Matulapelwa ditunjuk menjadi pelatih menggantikan Sinyo Aliandoe. Pada partisipasi kali ini, Indonesia hanya mampu bermain imbang sekali dalam empat pertandingan. Puncaknya adalah kekalahan telak 7-0 dari tuan rumah Thailand di semi-final. Usai SEA Games, Bertje tetap dipercaya PSSI menangani timnas. Seperti diketahui, Bertje kemudian sukses membawa Indonesia menempati peringkat keempat Asian Games 1986. Kegagalan SEA Games rupanya menjadi pelecut Indonesia untuk melaju jauh di Asian Games dan kemudian sukses menjuarai SEA Games 1987 yang digelar di Jakarta.

5. Gol bunuh diri Mursyid Effendy, vs Thailand 2-3, Piala Tiger 1998
Untuk menghindari tuan rumah sekaligus favorit Vietnam di semi-final, Indonesia dan Thailand "menolak" menang pada pertandingan terakhir babak penyisihan Grup A. Kedua tim sudah dipastikan lolos ke semi-final, tetapi hasil imbang saja sudah cukup bagi Thailand untuk menempati posisi runner-up dan terhindar dari laga melawan Vietnam. Ketidakseriusan memuncak usai jeda. Indonesia memimpin dua kali sebelum selalu disamakan Thailand. Puncaknya, pada menit ke-90 Mursyid Effendi melesakkan bola ke dalam gawang sendiri! Thailand menang 3-2 dan berhadapan dengan Vietnam di semi-final. Ketua Umum PSSI Azwar Anas menyambut kepulangan timnas di bandara dan sambil berlinang air mata menyatakan pengunduran diri karena insiden memalukan itu. Setelahnya, Mursyid juga mendapat sanksi larangan bermain untuk timnas seumur hidup oleh FIFA.

6. Antiklimaks di Negeri Tirai Bambu, vs Cina 0-5, Piala Asia 2004
Bersama pelatih Bulgaria yang senantiasa didampingi penerjemah bahasa Indonesia, Ivan Kolev, membawa Garuda mengejutkan Asia dengan menundukkan Qatar 2-1 pada laga perdana Grup A Piala Asia 2004. Hasil tersebut menyebabkan Qatar memecat pelatih Philippe Troussier. Optimisme pun melambung karena minimal Indonesia membutuhkan satu poin tambahan melawan Cina dan Bahrain pada dua laga susulan. Nyatanya, Indonesia tampil lesu pada laga kedua menghadapi tuan rumah Cina. Alex Pulalo mendapat kartu merah pada menit ke-29 dan Garuda menyerah 5-0. Pada laga terakhir Indonesia dikalahkan Bahrain 3-1 dan gagal masuk delapan besar. Kolev kemudian tidak melanjutkan tugas sebagai pelatih dan digantikan oleh Peter Withe untuk Piala AFF tahun yang sama. Tim besutan Withe, dengan mengandalkan bintang baru seperti Boaz Solossa dan Ilham Jayakesuma, tampil mempesona di turnamen tersebut.

7. Blunder Garuda Muda, vs Suriah 0-7, kualifikasi Piala Dunia 2010
Gairah publik meningkat setelah penampilan Indonesia di Piala Asia 2007 yang terbilang memuaskan meski gagal lolos ke babak perempat-final. Semangat melaju jauh di kualifikasi Piala Dunia pun mengapung ketika berhadapan dengan Suriah di babak eliminasi. Apa lacur, 9 November, Indonesia harus mengakui keunggulan tim tamu 4-1. Merasa tak lagi punya peluang, Indonesia mengirimkan tim U-23 yang disiapkan mengikuti SEA Games 2007. Kebijakan itu terbukti menjadi blunder. Garuda Muda menyerah 7-0 di Damaskus dan gagal total di Nakhon Rachasima, Thailand. Pelatih Ivan Kolev yang dipuja-puja saat Piala Asia pun sontak kehilangan kepercayaan PSSI dan digantikan dengan Benny Dollo di awal 2008.

8. Tersandung di Bukit Jalil, vs Malaysia 0-3, leg pertama final Piala AFF 2010
Sejengkal lagi perjuangan Indonesia mengakhiri puasa gelar sejak 1991 akan terwujud di Piala AFF 2010. Indonesia selalu menang dalam tiga pertandingan penyisihan grup dan dua laga semi-final melawan tim kejutan Filipina. Lawan di laga puncak adalah Malaysia, tim muda yang ditelan 5-1 pada laga pembuka di Senayan. Dengan segala sorotan dan eksploitasi terhadap tim asuhan Alfred Riedl, termasuk dengan kegiatan tim mengikuti pengajian sebelum laga final, Indonesia tersandung di Bukit Jalil. Malaysia mengejutkan dengan kemenangan 3-0 dan hasil itu hanya mampu dibalas 2-1 pada laga kedua di Senayan beberapa hari berselang. Harapan publik untuk berprestasi pun kembali pupus. Enam bulan setelah turnamen, terjadi pergantian kepemimpinan PSSI dan Riedl secara kontroversial dipecat untuk digantikan dengan Wim Rijsbergen.

9. Skandal Senayan, vs Yugoslavia Selection 2-3, Laga eksebisi
Almarhum Tony Pogacnik tercenung setiap kali ditanya wartawan tentang peristiwa memalukan yang terjadi di tengah persiapan Indonesia menghadapi Asian Games 1962 di negeri sendiri. Persiapan untuk cabang sepakbola digelar serius dengan menggelar pelatnas dan membentuk dua tim, Banteng dan Garuda. Sejumlah laga ujicoba digelar, antara lain menghadapi Torpedo Moskwa dan Yugoslavia Selection. Pada kekalahan 3-2 melawan Yugoslavia Selection disinyalir sejumlah pemain timnas menerima suap. Pogacnik bahkan sampai berlinang air mata ketika kepolisian memeriksa dan menahan beberapa pemain atas tuduhan tersebut. Pada akhirnya, Pogacnik terpaksa membentuk tim yang sama sekali baru. Di Asian Games, Indonesia gagal terbang tinggi dan tersisih di penyisihan grup.

10. Tragedi Manama, vs Bahrain 0-10, Kualifikasi Piala Dunia 2014
Terakhir, tentu saja hasil yang baru saja terjadi di pertandingan terakhir kualifikasi menuju Brasil 2014. Tak lagi punya peluang, ditambah dengan masalah dualisme kompetisi, PSSI memberangkatkan tim yang hanya diisi para pemain dari kompetisi legal. Wim Rijsbergen tidak lagi menjadi pelatih dan Aji Santoso dipercaya menukangi tim. Hasil buruk rupanya merusak laga debut Aji serta sebagian besar para pemain di ajang internasional. Kekalahan 10-0 di Manama ini merupakan yang terbesar dialami Indonesia sepanjang sejarah, melampaui rekor 9-0 ketika dikalahkan Denmark pada 1974.

Kamis, 24 November 2011

Duka Ferdinand, Duka Semen Padang



Ferdinand Sinaga adalah salah satu eksekutor yang gagal pada adu penalti di final SEA Games 2011 melawan Malaysia. Semen Padang, sebagai klub pemilik, pun merasakan kesedihan yang sama.

Ferdinand ditunjuk Rahmad Darmawan sebagai eksekutor ke empat pada laga yang berakhir dengan kemenangan Malaysia itu. Sayang tendangannya mampu dibendung oleh Khairul Fahmi, sebelum Bakhtiar Baddrol mencetak gol dan memastikan kemenangan tim tamu.

Rasa kecewa jelas dirasakan oleh sang pemain. Perasaan yang sama dirasakan oleh Semen Padang, yang baru memboyong mantan pemain Persidafon Dafonsoro itu ke tanah Minang.

"Sangat disayangkan. Tapi segala sesuatunya bisa terjadi dalam adu penalti, apalagi ditambah beban mental. Bahkan pemain kelas dunia seperti (Wayne) Rooney pun bisa melenceng tendangannya," ujar CEO Semen Padang Erizal Anwar.

"Saya sudah bicara dengan Ferdinand usai laga dan beri dia support," ungkap Erizal.

"Saya bilang 'kamu sudah bermain bagus, kita punya keinginan tapi tidak semua keinginan kita bisa diraih meski sudah bekerja keras'. Yang terpenting semua tim sudah bermain bagus, sungguh-sungguh dan all-out," ujar sang CEO.

Meski tidak mendapat mengakhiri dehidrasi gelar di SEA Games selama 20 tahun, Erizal tetap memberikan aplaus pada Rahmad Darmawan yang dinilai bisa membangun tim kuat hanya dalam waktu singkat.

"Saya salut pada RD yang bisa membuat tim bagus seperti ini meski hanya persiapan selama tiga bulan," sambung Erizal.

Ketika ditanya adakah keinginan untuk menarik RD ke kursi pelatih Semen Padang, Erizal menampik hal tersebut.

"Ah kami sekarang masih dilatih oleh adiknya RD (Nil Maizar)," tukasnya sambil tertawa. "Beliau cukup memuaskan musim lalu, jadi kita akan terus pertahankan."

Hindari Sanksi, PSMS Bentuk Tim Tandingan



Surat edaran PSSI kepada klub-klub soal pencabutan pengelolaan kompetisi profesional dari PT Liga Indonesia tak ayal merupakan peringatan keras. Bahkan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS)- lah pemegang legal pengelolaan kompetisi 2011-2012 dengan rumusan kompetisi berlabel Indonesian Premier League (IPL)

Nah, jika klub membelot dari IPL, sanksi tentu menunggu. Gelagat PSMS menuju ISL yang kental terasa membuat beberapa pihak di PSMS berniat membentuk tim tandingan. Artinya tetap menjaga arah PSMS ke jalur resmi. 40 klub pemilik PSMS punya inisiatif demikian. Salah satu pemilik klub PSMS, PS Kinantan dan Medan Putra, Freddy Hutabarat, membenarkan hal itu.

"Kami, para klub anggota PSMS, sudah melihat kemungkinan ini (ke ISL-red). BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia-red) yang berhak mengeluarkan izin dan PT LPIS penyelenggara sah. Lalu apakah PSMS siap dengan sanksi jika tetap memaksakan diri ke ISL?" tanyanya di Sekretariat Gedung Mantan PSMS baru-baru ini.

Kabarnya pemain-pemain beberapa klub di Sumut seperti PS Pratama, Pro Duta juga PON Sumut, dan PSMS U-21 akan mengisi skuad PSMS tandingan ini. Tim ini bakal berlatih di Stadion TD Pardede. Freddy pun membenarkan pihaknya sudah menyiapkan 25 pemain jika benar PSMS berlaga di ISL.

"Nanti kalau sudah pasti. Ada beberapa pemain dari PSMS U-21 dan lainnya," jelasnya enggan membeberkan lebih detail.

Lalu bagaimana dengan nama klub? Tidak mungkin dalam kompetisi berbeda, tetap mengusung nama PSMS Medan.

"Ini hanya opsi jika PSMS disanksi, soal nama kan masih harus dirapatkan dulu dengan klub, karena PSMS ini pemiliknya adalah klub-klub dan tak semudah itu membuat tandingan," tegasnya lagi.

Freddy sendiri heran dengan tindak tanduk kebijakan yang kerap berubah. Apalagi sebelumnya PSMS sudah memastikan IPL saat Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap bertemu Ketua PSSI, Djohar Arifin.

"Klub-klub jangan dibodohi, pemilik klub-klub sudah pernah bertemu wali kota (ketum), dan IPL sudah oke. Bagaimana jika ISL tidak sampai semusim sudah dihentikan?” katanya.

Persib Dinilai Tidak Punya Sopan Santun



Persib Bandung sudah meninggalkan IPL dan bergabung ke ISL. Hal ini membuat Ketua Komisi Disiplin PSSI Bernard Limbong menilai tim berjuluk Maung Bandung ini tidak memiliki sopan santun.

Deadline yang diberikan untuk Persib hingga 26 November mendatang, merupakan kesempatan untuk memikirkan kembali mengenai keputusan yang sudah diambil.

Limbong sangat menyayangkan keputusan Persib. Pasalnya, jika dari awal Persib mengisyaratkan untuk bergabung ke ISL, tidak perlu mengikuti setiap rangkaian acara yang digelar IPL.

“Persib saat ini tidak tahu sopan santun. Kalau datangnya mengucapkan salam, seharusnya pergi juga mengucapkan salam. Ini sih Persib mengambil keputusan sepihak yang diumbar ke media tanpa Persib memberikan surat keterangan bagi PSSI,” ujar Limbong saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (24/11/2011).

Surat keputusan mengundurkan diri dari IPL memang belum dilayangkan oleh manajemen Persib. Hal ini dinilai tidak menghargai keputusan IPL yang telah mencantumkan nama Persib pada daftar klub yang mengikuti kompetisi tersebut.

Keputusan Persib yang bermula bergabung di IPL juga merupakan hal yang salah karena jika akhirnya bergabung ke ISL, Maung Bandung tidak perlu menjalani kompetisi melawan Semen Padang beberapa waktu lalu.

Senin, 21 November 2011

Kehadiran Markus Geser AK?



PSMS Medan dipastikan akan kembali diperkuat Markus Haris Maulana. Kiper plontos ini sudah tiba di Medan sejak Sabtu lalu dan siap memulai latihan mulai Senin ini di Stadion Teladan.

"Tadinya kalau memang Sabtu, saya berniat langsung latihan. Tapi ternyata PSMS berujicoba dan tidak mungkin saya baru sampai langsung turun. Senin ini, saya akan bergabung latihan," ujarnya malam ini.

Sudah sejak lama Markus diwacanakan akan kembali ke klub yang membesarkan namanya itu. Artinya ini kedua kali ia comeback ke PSMS. Sejak hengkang ke Persik Kediri di musim 2007/2008, ia sempat kembali di pertengahan musim Liga Super 2008/2009. Setelah itu kiper plontos ini bertualang di Pulau Jawa dengan memperkuat Persib Bandung dan Arema Malang.

Pelatih kepala PSMS, Raja Isa menyambut positif Markus comeback. "Kita butuh pemain-pemain yang bisa kembali mengangkat pamor tim. Seperti Markus. Juga kita tunggu pemain-pemain lainnya seperti itu," katanya.

Namun kehadiran Markus menjadi sinyal berbahaya bagi Achmad Kurniawan. Sebelum Markus datang, kiper yang akrab dengan inisial AK ini digadang-gadang sebagai kiper utama. Wajar saja dari deretan kiper yang ada, AK paling berpengalaman dan punya kemampuan yang bisa diandalkan.

Anehnya, saat berujicoba dengan Pro Duta FC, Sabtu lalu, AK tak terlihat. Saat dikonfirmasi soal ketidakhadiran AK, Raja Isa mengatakan AK sedang menghadiri pernikahan kerabatnya jadi tidak mengikuti ujicoba tersebut.

"Dia sudah izin kesaya, jadi dia tidak hadir di sini. bukan karena berita yang beredar dia pergi karena Markus mau datang," katanya.

Senada dengan Raja Isa, Pelatih kiper PSMS, Sugiar, membenarkan AK sudah minta izin pulang kampung. "Adiknya nikah. Dia sudah izin untuk pulang ke Jakarta," ujarnya via telepon seluler.

Menurut Sugiar, kehadiran Markus justru akan membuat pihaknya bisa melakukan rotasi di bawah mistar.

"Kan tidak selamanya Markus bisa bermain. Karena itu kita akan lakukan rotasi. Kita akan berusaha menciptakan persaingan yang sehat. Artinya mereka harus bisa tunjukkan perkembangan yang baik," ujar mantan kiper PSMS ini.

Namun menurut Sugiar, pihaknya memastikan tak lagi melakukan pencoretan dengan komposisi empat kiper. Selain AK dan Markus, PSMS dipekuat Edi Kurnia, Sahbani plus kiper magang, Alrian Suhaibi.

"Kita hanya melakukan penambahan. Dan sudah koordinasi dengan pelatih kepala, tidak ada lagi pencoretan. Untuk Alrian, dia tetap dimagangkan," pungkasnya.

Kamis, 10 November 2011

Persebaya lawan perdana PSMS


Kompetisi Indonesian Premier League (IPL) semakin mantap melangkah. Kontroversi seputar adanya dualism kompetisi tak membuat IPL surut. Manager Meeting IPL di Jakarta baru-baru ini pun resmi menyerahkan manual liga yang selama ini kerap menjadi hambatan klub dalam bergerak.

Iswanda Ramli mengatakan pertemuan di Jakarta untuk PSMS memang memiliki dua agenda. Selain membahas soal kesepakatan persyaratan yang diminta PSMS kepada konsorsium, juga membagikan manual liga.

Dari jadwal IPL, lanjutnya, Ayam Kinantan ini akan melawan Persebaya Surabaya pada partai tertanggal 26 November 2011 di Stadion Teladan Medan. Setelah itu, laga berikutnya PSMS juga melakoni laga tandang melawan Persija Jakarta.

Artinya ada perubahan komposisi jumlah klub yang berlaga di IPL yang otomatis merubah penjadwalan. Pada pertemuan sebelumnya PSMS dijadwalkan bertandang ke Persiwa Wamena di laga perdananya. Wacana beredar Persiwa lebih memilih ikut serta di Indonesian Super League (ISL) bentukan PT Liga Indonesia.

Persebaya yang dihadapi PSMS tentunya Persebaya 1927 yang dipimpin Cholid Goromah. Sementara kubu Wisnu Wardhana berencana mendaftarkan Persebaya bentukan lainnya ke Divisi Utama.

Rabu, 09 November 2011

Juninho pastikan ke Medan



Kebutuhan akan sosok gelandang serang membuat PSMS Medan sangat menantikan kedatangan wajah-wajah baru. Salah satunya Orlando de Melo Juninho yang santer dikabarkan akan datang.

Awalnya, Juninho direncanakan hadir di Medan sejak pekan lalu. Namun mantan pemain Minangkabau FC ini menunda kedatangannya karena urusan di Brazil yang tidak bisa ditinggalkan.

Ia harus mengantar ibunya berobat di Brazil, namun memastikan dalam dua hari ke depan akan tiba di Medan. Pemain yang disebut-sebut jebolan Akademi Sepakbola Manchester United itu terdengar sangat antusias ke Medan.

"PSMS klub yang besar dan punya suporter yang fanatik dan punya historis yang luar biasa," ujarnya saat dikonfirmasi baru-baru ini.

Pemain berusia 22 tahun ini mencoba semakin mencintai sepakbola Indonesia. Meskipun sempat terbesit kekecewaan karena pengalaman pengalaman di Liga Primer Indonesia (LPI) yang hanya bertahan setengah musim.

"Yang saya inginkan hanyalah punya kesempatan untuk bermain dan saya harap kesempatan itu ada di PSMS," jelasnya.

PSMS memang sangat membutuhkan gelandang yang mampu mewarnai lini tengah. Batalnya Inkyun Oh (Korsel) bergabung dan Stephen Mennoh yang kemungkinan tak lagi bersedia kembali membuat tim seleksi harus berpikir keras mendatangkan sosok gelandang yang sesuai harapan.

Minggu, 16 Oktober 2011

FA Selidiki Rasisme Luis Suarez


Federasi Sepakbola Inggris (FA) akan menginvestigasi tudingan Patrice Evra bahwa striker Liverpool Luis Suarez telah berlaku rasis. Tindakan itu diterima Evra saat United bermain imbang 1-1 dengan Liverpool di Anfield kemarin malam.

Kepada media, Evra mengatakan bahwa Suarez telah menyerangnya dengan perlakuan rasis. FA kemudian memberikan konfirmasi bahwa mereka akan menindaklanjuti tudingan itu setelah wasit Andre Marriner juga membuat laporan.

"Federasi telah mengetahui insiden yang ditudingkan ini saat Liverpol menghadapi Manchester United di Anfield. FA akan menindaklanjuti hal ini," tulis statemen FA, seperti dikutip The Daily Star.

Juru bicara Liverpool mengatakan sendiri membantah tudingan tersebut. Luis menurut mereka telah membantah tudingan tersebut.

Sepanjang pertandingan, Evra mengakui Suarez berulang kali melakukan tindakan rasis. Keduanya memang kerap tertangkap kamera tengah bersitegang. Namun Evra enggan menyebut tindakan rasis apa yang diperbuat oleh bomber Uruguay itu.

Minggu, 18 September 2011

Sistem satu wilayah bahayakan PSMS



Abey - Euphoria lolosnya PSMS sebagai salah satu calon peserta kompetisi PSSI level 1 sepertinya segera berakhir. Pasalnya hasil Rapat Komite Eksekutif PSSI kemarin, PSSI kini berubah pikiran untuk tetap menggunakan format satu wilayah. Meralat keputusan sebelumnya soal kompetisi dua wilayah.

Artinya klub-klub pun dirampingkan. Dari 32 klub rencana awal, PSSI kemungkinan menetapkan maksimal 20 klub. Verifikasi ulang pun akan dilakukan. Bahkan kali ini akan lebih ketat.
Bahkan Anggota Exco, La Nyalla mengatakan 15 klub ISL musim lalu akan mendapat keutamaan dari PSSI untuk verifikasi. Jika demikian sisa slot peserta untuk tim-tim lain tentu tak lagi banyak.

Nah, ini merupakan sinyal bahaya bagi PSMS Medan. Betapa tidak, status PSMS sebagai penghuni level kedua, Divisi Utama tentu membuat Ayam Kinantan tak berada dalam zona diutamakan itu.

PSMS pun kalang kabut. Plt Ketua Umum PSMS, Idris, kini memprotes sikap plin plan PSSI yang merubah aturan soal kompetisi dua wilayah. Menurutnya PSSI harusnya bisa menjelaskan kondisi Indonesia yang tak sama seperti Eropa sehingga belum bisa menggelar kompetisi dua wilayah.

"Harusnya memang dua wilayah. Letak geografis kita kan tidak memungkinan untuk satu wilayah. Tentunya pembiayaan klub membengkak. Bahkan luas wilayah kita lebih besar dari Brazil yang sampai saat ini masih menggunakan dua wilayah,” tukas Idris.

Wajar jika PSMS kelimpungan. Pasalnya PSMS juga tidak sedang berada dalam kondisi safety untuk bisa melewati ujian verifikasi yang disebut-sebut ketat itu. Lihat saja Stadion Teladan yang sampai sekarang tak juga disentuh untuk dibenahi. Belum lagi kondisi internal yang tidak sehat. Persiapan teknis perekrutan pemain juga tidak maksimal.

Jumat, 16 September 2011

David Beckham Merapat ke Prancis?



Abey - Rumor kembalinya David Beckham ke Liga Primer Inggris terus menyeruak, namun saat ini mantan gelandang Manchester United itu berpeluang besar ke Prancis.

Paris Saint-Germain, yang baru diakuisi pengusaha asal Timur Tengah, siap membuat sensasi baru dengan merekrut pemain Los Angeles Galaxy tersebut, yang kontraknya akan rampung bulan November mendatang.

Sebelumnya, Becks dikabarkan akan memperkuat Tottenham Hotspur dan Queens Park Rangers, namun hingga kini belum ada pergerakan nyata dari keduanya. Justru PSG lewat direktur tekniknya, Leonardo, yang dengan terbuka menyatakan niatnya. Nilai komersial menjadi pertimbangan Leo dalam upaya merekrut pemain 36 tahun itu.

“Pintu kami terbuka, dia lebih dari sekedar pesepak bola. Dia adalah merek, bintang pop. Saya akan selalu mempertimbangkan dia,” ujar Leonardo, seperti dinukil dari The Sun.

“Dia menghormati peraturan, selalu mendengarkan dan selalu menginginkan yang terbaik untuk timnya. Itu sebanya bagi saya dia adalah seorang panutan. Saya pernah bekerja dengannya (di AC Milan) dan itu sebabnya saya bisa berbicara mengenai namanya,” lanjut mantan pelatih AC Milan dan Inter Milan itu.

PSG mendadak kaya setelah diambil alih oleh pengusaha asal Qatar musim panas ini. Leonardo pun menyatakan klubnya tidak akan keberatan mengajukan tawaran menggiurkan bagi Beckham.

Tambahnya, “Saya melatihnay di AC Milan dan kami bisa membuat hubungan yang baik. Kemudian Anda melihatnya berlatih setiap hari dan bermain-main seperti anak kecil. Dia adalah seseorang yang benar-benar saya hargai dan saya kagumi, karena nilainya dan semua yang telah ia lakukan di sepak bola.”

Cristiano Ronaldo: Saya Hebat, Kaya dan tampan



Abey - Bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, gerah juga dengan cemoohan dari suporter-suporter lawan Los Blancos. Sang bintang pun membalas.

Teror mental diterima Real Madrid saat bertandang ke Dinamo Zagreb pada laga Grup D Liga Champions Kamis dini hari (15/9/11) WIB. Cemoohan terus didengungkan suporter lawan setiap penyerang sayap timnas Portugal itu menguasai bola.

Dikutip dari The Sun, ia berujar, “Saya rasa karena saya kaya, tampan dan pesepakbola yang hebat sehingga orang-orang iri kepada saya. Tak ada penjelasan lain.”

Selain menjadi target cemoohan, pemain berusia 26 tahun itu juga menjadi target para pemain Zagreb. Akibatnya, engkel kanannya pun berdarah dan harus dijahit.

CR7, julukannya, merasa tak senang dengan terlalu besarnya toleransi yang diberikan wasit Svein Oddvar Moen terhadap aksi beringas lawan. Ia merasa wasit tidak memberikan cukup perlindungan kepada pemain bintang.

“Kami sangat senang dengan tiga poin yang kami raih tetapi saya tak terlalu puas dengan wasit. “Saya harap kami tak pernah melihat wasit ini lagi. Orang-orang berbicara mengenai fair-play, melindungi pemain bagus tetapi saya tak pernah mendapatkan itu, saya tak bisa memahaminya.”

“Saya sedih karena saya dengar wasit berkata bahwa mereka akan melindungi pemain dengan skil individu. Tetapi saat yang lain sangat terlindungi, saya justru menjadi santapan bek lawan,” keluhnya.

Pengusaha Indonesia Selangkah Gaet Espanyol



Abey - Seorang pengusaha asal Indonesia dikabarkan tinggal selangkah lagi mendapatkan hak kepemilikan penuh klub penghuni La Liga, Espanyol.

Sebagaimana dilansir AS, klub rival sekota Barcelona itu kini tengah dilanda krisis finansial. Mereka telah sukses menggaet persuhaan olahraga asal China Li Ning sebagai sponsor utama kostum mereka untuk musim depan.

Sementara sebagai sponsor utama klub, Espanyol sukses menggaet sebuah resor asal Meksiko bernama Cancun.

Kini, Espanyol dikabarnya dekat dengan salah satu perusahaan/konsorsium asal Indonesia yang disebutkan sangat berambisius sebagai salah investor (pemilik) baru Espanyol.

Kedua belah pihak bahkan disebutkan telah berbicara serius bahkan negosiasi berjalan positif, dilaporkan juga bahwa dalam negosiasi itu terdapat poin dimana salah satu pemain muda bertalenta dari Indonesia akan bergabung dengan Espanyol.

Dalam beberapa pekan kedepan diharapkan negosiasi terus berkembang positif sehingga kesepakatan akhir dapat dicapai.

Astaga! Petir Renggut Nyawa Dua Pemain Sepakbola



Abey - Kabar mengerikan datang dari tanah Afrika setelah sebuah petir menghantam lapangan sepakbola. Sambaran itu mengakibatkan dua pemain kehilangan nyawanya.

Noussia Sport Academie, sebuah klub liga remaja nasional Kamerun, kehilangan dua pemainnya pada hari Senin lalu (12/9/2011) dalam laga persahabatan setelah sebuah petir menghantam lapangan. 22 pemain yang dilapangan dan wasit pun ikut terjatuh diatas lapangan.

Bek, Bouba Ahmadou berusia 17 tahun, dan gelandang, Herman Keptchou berusia 20 tahun, terkulai tak bernyawa saat korban lain mulai siuman dan berusaha berdiri, jelas presiden klub, Jean-Rene Noubissi.

Usai latihan rutin pada pagi hari, tim tersebut bermain melawan klub lokal lainnya ketika cuaca mulai memburuk dan diikuti sambaran petir pada akhir babak kedua.

"Pelatih mencoba menyadarkan mereka kembali pada perjalan ke rumah sakit, tapi itu gagal. Dokter mengkonfirmasi mereka telah meninggal saat tiba di RS," jelas Noubissi, seperti yang dinukil dari Goal.com.

"Pemain lain masih belum pulih, mereka trauma. Kami harus menunda sesi latihan," paparnya.

Kejadian mengerikan ini bukan yang pertama terjadi di Afrika, yang paling parah saat sebuah petir membunuh 11 pemain sebuah klub di Kongo pada tahun 1998.

Alfred Riedl Lanjutkan Karir di Laos



Abey - Mantan pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl, akhirnya melanjutkan karir di Laos. Negara yang pernah ia tangani pada SEA Games 2009 di Laos.

Seharusnya Riedl masih menukangi Indonesia hingga tahun depan namun kontraknya diputus secara sepihak oleh PSSI dengan alasan adanya cacat kontrak. PSSI sendiri enggan membayar kompensasi sebesar Rp 1,6 miliar, seperti yang tertera pada kontrak.

Sementara Riedl mengurus haknya melalui FIFA, pelatih asal Austria itu melanjutkan karir kepelatihannya dengan kembali ke Laos. Di sana, Riedl akan menjabat sebagai direktur teknis terlebih dahulu karena saat ini Laos memiliki pelatih asal Australia. Baru kemudian ia menangani timnas U-23 Laos pada Januari mendatang.

"Saya akan menetap di Austria selama tiga hari. Kemudian, saya akan ke Laos pada bulan Oktober," ungkapnya.

"Saya akan menandatangani kontrak selama tiga tahun bersama Laos. Saya akan mulai bekerja sebagai seorang direktur teknis. Sebagai seorang direktur teknis, saya akan ikut mendampingin timnas U-23 Laos di ajang SEA Games November mendatang."

"Kemudian pada bulan Januari mendatang, saya baru akan melatih timnas U-23 dan timnas senior Laos," sambungnya.

Namun, Riedl juga menegaskan bahwa dirinya siap kembali menangani timnas ataupun melatih di tempat lain jika ada tawaran bagus menghampirinya selama masa kontraknya bersama Laos.

"Selama jangka waktu itu, apa saja bisa saja terjadi. Saya juga siap jika kembali dipercaya sebagai pelatih timnas," pungkasnya.

Wawan Widiantoro coba peruntungan di PSMS



Abey - Calon peserta level 1, PSMS Medan, kembali kebanjiran lamaran. Kali ini pemain sayap gaek Persik Kediri, Wawan Widiantoro, mencoba peruntungannya di klub berjuluk Ayam Kinantan ini. Wawan sendiri tak membantah keinginannya hengkang dari klub yang diperkuatnya sejak 2003 itu.

“Saya terpaksa hengkang dari Persik karena sudah tidak lagi masuk dalam rencana kedepan. Semoga saya bisa diterima PSMS," ungkap pemain yang selalu memakai nomor punggung 32 itu.

Wawan tak lantas akan langsung berkostum hijau PSMS. Ia terlebih dahulu harus menjalani seleksi bersama dengan para pemain lain yang direkomendasikan. Sebelumnya, Wawan tak termasuk dalam list pemain Persik yang dipertahankan. Jaya Hartono, arsitek Persik memutuskan hanya mempertahankan enam pemain dari skuad musim lalu.

Wawan turut andil salah satu pemain veteran yang pernah membawa tim "Macan Putih" juara Liga Indonesia pertama pada 2003 silam, akhirnya memilih hengkang. Sebelumnya, PSMS menetapkan 27 nama calon pemain termasuk di antaranya pemain asing seperti Osas Marvellous Saha, Pierre Njanka, dan pemain-pemain lokal yang berpengalaman di liga.

Seleksi sendiri telah dimulai sejak Senin kemaran di Stadion Kebun Bunga Medan setelah sempat tertunda karena banyaknya pemain yang belum bergabung. Calon Pelatih PSMS, Abdul Rahman Gurning, mengatakan akan lebih dulu memantau kemampuan pemain yang disodorkan manajemen.

"Yang pasti saya lihat awalnya dari simulasi game. Baru kemudian melihat fisik pemain," ujar Gurning.

Pierre Njanka tiba di Medan



Abey - Satu dari tiga pemain asing yang akan memperkuat PSMS Medan sudah mendarat di Medan. Adalah Pierre Njanka Beaka, pemain asal Kamerun yang sudah tiba di Mess PSMS di Kebun Bunga malam ini. Sementara dua pemain lainnya Ikpefua Osas Marvellous Saha, dan Stephen Nagbe Mennoh menyusul.

Menurut calon asisten pelatih PSMS, Roekinoy, Pierre Njanka baru akan mengikuti latihan. Sama seperti yang lain, Njanka akan lebih dulu dipantau sebelum mendapat sodoran kontrak dari manajemen.

“Pemain asing tetap harus dipantau dan nantinya melalui persetujuan pelatih kepala," ujar Kinoy yang juga pelatih PSMS U-21.

Sebelumnya, Pierre Njanka bermain di klub Aceh United. Namun di putaran kedua ia tak lagi dipertahankan di luar status kompetisi LPI yang bubar di tengah jalan. Pemain kelahiran 15 Maret 1975 sebelumnya bermain di Arema Indonesia pada musim kompetisi ISL 2009-2010.

Perannya di lini belakang sukses mengantar Singo Edan menjuarai ISL musim tersebut. Njanka adalah salah satu anggota dari timnas Kamerun yang bermain di Piala Dunia 1998 dan 2002, kemudian di Piala Afrika 2004. Dia telah memperkuat timnas Kamerun sebanyak 47 kali dan mencetak 2 gol.

Seleksi calon pemain PSMS 2011-2012 sampai saat ini belum bisa dilakukan secara maksimal karena belum bergabungnya seluruh pemain yang dipanggil. Pemain-pemain lokal yang mengikuti seleksi di antaranya Ramadhan Syahputra (Persita), Arie Priatna, Zinal Anwar (Persipasi), Anto Samba (Persikabo), Simon Kujiro (Semarang United), Dede Sulaiman (PSPS), Arifin Genuni (PSAP), Masrudin Almassi (Persematra) dan Denny Rumba (PSPS).

Selain mereka ada empat mantan pemain yang dipertahankan dari skuad PSMS 2010/2011 yakni Zulkarnaen, Mahadi Rais, Sahbani, dan Novi Handriawan.

Senin, 12 September 2011

Suharto & Roekinoy jadi asisten pelatih

Teka-teki siapa pendamping Abdul Rahman Gurning sudah terjawab. PSMS Medan sudah menentukan seluruh perangkat kepelatihan 2011/2012. Beberapa nama yang diprediksi sebelumnya didapuk sebagai asisten Gurning.

Bisa dibilang perangkat pelatih musim ini terbilang ramai. Betapa tidak, PSMS tidak hanya menunjuk dua asisten seperti musim-musim sebelumnya melainkan tiga orang. Dua untuk posisi asisten pelatih teknis dan satu posisi pelatih kiper.

Dua nama yang mengisi asisten pelatih teknis sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya. Roekinoy dan Suharto selama ini disebut-sebut kandidat kuat pendamping Gurning. Hanya saja yang mengherankan bukan salah satunya yang dipilih, melainkan keduanya.

Menilik kapasitas kedua nama di atas memang tak meragukan. Roekinoy yang saat ini duduk sebagai pelatih PSMS U-21 bukan sosok yang asing bagi Gurning. Ia asisten Gurning saat membesut tim sepakbola PON Sumut di tahun 2004. Karena itu ketika nama Gurning disebut-sebut sebagai calon asistennya, Gurning menyetujui.

Untuk Suharto juga tak kalah mumpuni. Bahkan ia sosok penting saat membawa PSMS ke Babak Delapan Besar Divisi Utama musim lalu. Namun lisensi kepelatihan Suharto yang belum memenuhi syarat membuat PSMS terganjal untuk menetapkan Suharto sebagai pelatih kepala. Sedikit aneh, posisi Suharto turun setingkat menjadi asisten pelatih.

Gurning sejatinya tak menganggap hal itu sebuah masalah. Ia siap bekerjasama dengan siapapun baik Roekinoy, Suharto dan Mardianto. Hanya saja sedikit janggal karena ia harus membawahi pelatih kepala musim lalu.

“Suharto pelatih kepala musim lalu. Sekarang asisten saya. Pastinya sedikit berbeda, tapi kami bisa bekerjasama dengan baik karena saya juga mengenalnya baik,” tukas Gurning.

Suharto sendiri mencoba profesional. Kecintaannya dengan PSMS membuatnya rela turun pangkat jadi asisten pelatih. “Tidak ada masalah kalau musim ini saya dipercaya sebagai asisten. Lagipula ini jadi tantangan buat saya,” ujarnya.

Jumat, 31 Desember 2010

Surat Untuk Firman Utina

Dalam suratnya, Ito memberi apresiasi terhadap puluhan ribu suporter yang antre tiket agar dapat menonton aksi Firman Utina dkk. Di balik keluh keringat para suporter, Ito menyoroti segelintir elit politik yang menyiapkan rencana jahat untuk menghancurkan kegembiraan rakyat.

Ito berharap, Firman melalui tendangan kakinya dapat menjadi simbol dari kehidupan masa depan anak-anak muda di Indonesia. "Tendanganmu kawan, membuat orang-orang percaya bahwa kata “bisa” belum punah dari kehidupan kita. Tetapi inilah buruknya hidup di tengah bangsa yang frustasi, semua beban diletakkan ke pundakmu. Seragammu hendak digunakan untuk mencuci dosa politik," tulisnya.

Sekadar diketahui, E S Ito lahir pada 1981, di Magek, Kabupaten agam, Sumatera Barat. Nama E.S. Ito merupakan gabungan dari singkatan nama asli dan nama panggilannya. E.S. adalah singkatan Eddri Sumitra, sedangkan Ito adalah panggilan masa kecilnya.

Alumni SMA Taruna Nusantara Magelang dan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini telah menerbitkan dua novel. Novel pertamanya "Negara Kelima" terbit tahun 2005. Dua tahun kemudian dia menulis novel keduanya yang cukup terkenal yakni "Rahasia Meede".

Berikut isi lengkap dari surat ES Ito:

Surat untuk Firman

Kawan, kita sebaya. Hanya bulan yang membedakan usia. Kita tumbuh di tengah sebuah generasi dimana tawa bersama itu sangat langka. Kaki kita menapaki jalan panjang dengan langkah payah menyeret sejuta beban yang seringkali bukan urusan kita. Kita disibukkan dengan beragam masalah yang sialnya juga bukan urusan kita. Kita adalah anak-anak muda yang dipaksa tua oleh televisi yang tiada henti mengabarkan kebencian. Sementara adik-adik kita tidak tumbuh sebagaimana mestinya, narkoba politik uang membunuh nurani mereka. Orang tua, pendahulu kita dan mereka yang memegang tampuk kekuasaan adalah generasi gagal. Suatu generasi yang hidup dalam bayang-bayang rencana yang mereka khianati sendiri. Kawan, akankah kita berhenti lantas mengorbankan diri kita untuk menjadi seperti mereka?

Di negeri permai ini, cinta hanyalah kata-kata sementara benci menjadi kenyataan. Kita tidak pernah mencintai apapun yang kita lakukan, kita hanya ingin mendapatkan hasilnya dengan cepat. Kita tidak mensyukuri berkah yang kita dapatkan, kita hanya ingin menghabiskannya. Kita enggan berbagi kebahagiaan, sebab kemalangan orang lain adalah sumber utama kebahagiaan kita. Kawan, inilah kenyataan memilukan yang kita hadapi, karena kita hidup tanpa cinta maka bahagia bersama menjadi langka. Bayangkan adik-adik kita, lupakan mereka yang tua, bagaimana mereka bisa tumbuh dalam keadaan demikian. Kawan, cinta adalah persoalan kegemaran. Cinta juga masalah prinsip. Bila kau mencintai sesuatu maka kau tidak akan peduli dengan yang lainnya. Tidak kepada poster dan umbul-umbul, tidak kepada para kriminal yang suka mencuci muka apalagi kepada kuli kamera yang menimbulkan kolera. Cinta adalah kesungguhan yang tidak dibatasi oleh menang dan kalah.

Hari-hari belakangan ini keadaan tampak semakin tidak menentu. Keramaian puluhan ribu orang antre tidak mendapatkan tiket. Jutaan orang lantang bersuara demi sepakbola. Segelintir elit menyiapkan rencana jahat untuk menghancurkan kegembiraan rakyat. Kakimu, kawan, telah memberi makna solidaritas. Gocekanmu kawan, telah mengundang tarian massal tanpa saweran. Terobosanmu, kawan, menghidupkan harapan kepada adik-adik kita bahwa masa depan itu masih ada. Tendanganmu kawan, membuat orang-orang percaya bahwa kata “bisa” belum punah dari kehidupan kita. Tetapi inilah buruknya hidup di tengah bangsa yang frustasi, semua beban diletakkan ke pundakmu. Seragammu hendak digunakan untuk mencuci dosa politik. Kegembiraanmu hendak dipunahkan oleh iming-iming bonus dan hadiah. Di Bukit Jalil kemarin, ada yang mengatakan kau terkapar, tetapi aku percaya kau tengah belajar. Di Senayan esok, mereka bilang kau akan membalas, tetapi aku berharap kau cukup bermain dengan gembira.

Firman Utina, kapten tim nasional sepak bola Indonesia, bermain bola lah dan tidak usah memikirkan apa-apa lagi. Sepak bola tidak ada urusannya dengan garuda di dadamu, sebab simbol hanya akan menggerus kegembiraan. Sepak bola tidak urusannya dengan harga diri bangsa, sebab harga diri tumbuh dari sikap dan bukan harapan. Di lapangan kau tidak mewakili siapa-siapa, kau memperjuangkan kegembiraanmu sendiri. Di pinggir lapangan, kau tidak perlu menoleh siapa-siapa, kecuali Tuan Riedl yang percaya sepak bola bukan dagangan para pecundang. Berlarilah Firman, Okto, Ridwan dan Arif, seolah-olah kalian adalah kanak-kanak yang tidak mengerti urusan orang dewasa. Berjibakulah Maman, Hamzah, Zulkifli dan Nasuha seolah-olah kalian mempertahankan kegembiraan yang hendak direnggut lawan. Tenanglah Markus, gawang bukan semata-mata persoalan kebobolan tetapi masalah kegembiraan membuyarkan impian lawan. Gonzales dan Irvan, bersikaplah layaknya orang asing yang memberikan contoh kepada bangsa yang miskin teladan.

Kawan, aku berbicara tidak mewakili siapa-siapa. Ini hanyalah surat dari seorang pengolah kata kepada seorang penggocek bola. Sejujurnya, kami tidak mengharapkan Piala darimu. Kami hanya menginginkan kegembiraan bersama dimana tawa seorang tukang becak sama bahagianya dengan tawa seorang pemimpin Negara. Tidak, kami tidak butuh piala, bermainlah dengan gembira sebagaimana biasanya. Biarkan bola mengalir, menarilah kawan, urusan gol seringkali masalah keberuntungan. Esok di Senayan, kabarkan kepada seluruh bangsa bahwa kebahagiaan bukan urusan menang dan kalah. Tetapi kebahagiaan bersumber pada cinta dan solidaritas. Berjuanglah layaknya seorang laki-laki, kawan. Adik-adik kita akan menjadikan kalian teladan! [beritajatim.com]

Selasa, 21 Desember 2010

Christian Gonzalez Profile



Timnas sepakbola Indonesia mendapat suntikan amunisi pemain asing naturalisasi dalam rangka menghadapi piala AFF bulan November 2010, yaitu Christian Gonzales dan Irfan Bachdim. Walaupun Christian Gonzales bisa dikatakan sudah “berumur”, tetapi reputasinya di persepakbolaan di Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Bagi anda yang belum mengetahui kisah, profil dan biografi Christian Gonzales yang sekarang bermain untuk klub Persib Bandung, silahkan baca profilnya berikut ini.

Nama lengkap: Christian Gerard Alvaro Gonzalez
Templat, tanggal lahir: Montevideo, Uruguay, 30 Agustus 1976
Tinggi / Berat Badan: 177 cm / 80 Kg
Posisi: Striker
Julukan: El Loco
Istri: Eva Nurida Siregar
Anak: Fernando, Florencia, Amanda, Michael
Nomor Punggung Klub: 99
Klub:
1990-1995 Defensor Sporting
1995-1997 Sud America – Main 1 – Gol 0
1997-1999 Huracan Ctes (status: pinjaman) – Main 3 – Gol 0
1999-2000 Sud America – Main 12 – Gol 1
2000-2003 Deportivo Maldonado – Main 22 – Gol 1
2003-2005 PSM Makassar – Main 26 – Gol 27
2005-2008 Persik Kediri – Main 83 – Gol 88
2008-2009 Persib Bandung (status: pinjaman) – Main 16 – Gol 14
2009- Persib Bandung – Main 38 – Gol 32

Ia adalah salah satu Penyerang yang paling mematikan sepanjang sejarah kompetisi sepakbola Indonesia. Kemampuannya dalam menendang, mencetak gol, penempatan posisi, visi permainan, dan sundulan adalah andalannya. Disamping kemampuannya, ia juga terkenal memiliki fisik yang prima.

Pada saat bermain di Uruguay, ia ditugaskan sebagai gelandang serang, tapi produktivitasnya dalam mencetak gol sangatlah kurang. Di penghujung tahun 2002, setelah sempat bermain untuk sebuah klub di Portugal, Campo Mayor, Cristian Gonzales memutuskan menerima sebuah tawaran bermain di Indonesia, negeri asal istrinya, Eva Nurida Siregar. Karena itu, pada Liga Indonesia (LI) IX/2003, Gonzales sudah berkostum PSM Makassar, klub pertamanya di Indonesia.

Setelah tinggal di Indonesia yang sebagian besar penduduknya muslim, Gonzales bisa mengenal lebih jauh dunia Islam. Karena sudah berinteraksi dengan masyarakat Indonesia, Gonzales mengenal Islam tidak hanya dari istrinya, tapi juga dari lingkungan sekitarnya. Tidak mengherankan kalau pria yang terkenal pendiam ini semakin memiliki kesan positif terhadap Islam.

Akhirnya, setelah menuntaskan musim pertamanya di Indonesia dengan mencetak 33 gol dan mengantarkan PSM menjadi runner-up LI IX/2003, Gonzales memutuskan masuk Islam pada tanggal 9 Oktober 2003.
Ustaz Mustafa, seorang ahli masjid di Masjid Agung Al-Akbar Surabaya, merupakan orang yang mengislamkan Gonzales. Sebagai seorang mualaf yang baru memeluk agama Islam, Gonzales masih memerlukan pembimbing.

Selain Ustaz Mustafa, Gonzales juga memiliki dua guru spiritual lainnya, yaitu Hj. Fatimah asal Mojosari dan Hj. Nurhasanah di Gresik.Seperti dituturkan Eva, Hj. Fatimah merupakan seorang kepala dusun yang sudah menjabat selama 30 tahun di daerah Mojosari. Sedangkan Hj. Nurhasanah adalah pemilik sebuah majelis zikir di Gresik.

“Mereka adalah ibu angkat Gonzales dan keluarga kami. Mereka sangat sayang dan selalu memberikan bimbingan buat Gonzales dan keluarga kami sampai sekarang,” tutur Eva. Setelah menikah, ia memiliki paspor Indonesia, istrinya adalah wanita Indonesia bernama Eva Nurida Siregar. Dari pernikahannya, ia memperoleh dua orang anak (Fernando dan Florencia). Ia juga telah mempunyai dua anak hasil pernikahan sebelumnya (Amanda dan Michael).

Pada musim 2006, ia adalah pemain termahal di Liga Indonesia menurut data Badan Liga Indonesia dengan bayaran Rp 1,2 milyar. Sebenarnya keinginannya untuk menjadi WNI (warga Negara Indonesia) sudah sangat lama. ”Saya sangat ingin jadi WNI. Bahkan saya sudah pernah mencoba bertanya ke imigrasi. Tapi, hingga sekarang belum ada hasil yang memuaskan. Saya merasa dipersulit,” ujarnya, dengan nada tinggi.

Saat ke imigrasi itu, ada oknum yang menawari Gonzales. Dia bisa mulus keinginannya menjadi WNI, asal diminta uang. Berapa? Gonzales menyebut kisarannya sekitar ratusan juta. ”Jelas saya keberatan. Kalau pun ada uang, ndak sebanyak itu. Apalagi kami harus memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari,” ujarnya.
Dia mengatakan, selama berusaha mengurus administrasi untuk menjadi WNI, tidak ada pihak yang membantunya. ”Padahal, tujuan saya, ingin menjadi bagian dari Timnas agar sepak bola Indonesia bisa berprestasi di level internasional,” tuturnya.

Gonzales merasa, pengurus elite PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) tidak menghendaki dia menjadi WNI. Padahal, lanjutnya, banyak negara lain yang melakukan itu. ”Kenapa PSSI tidak melakukan itu? Alasan untuk memakai pemain muda sampai sekarang juga belum berhasil,” tuturnya.

Dia menandaskan, keinginannya menjadi WNI sudah muncul sejak 2003. ”Selama berkarir di sini, saya sangat jarang pulang ke Uruguay. Terhitung baru sekali kembali ke Uruguay, yakni pada Agustus 2005. Itu pun hanya sepekan, ketika orang tua saya sakit keras hingga koma,” jelasnya.

Gonzales merasa sudah tak beda dengan WNI lainnya. Dia begitu mencintai Indonesia. ”Apalagi istri saya orang Indonesia,” tandasnya. Akankah tekatnya untuk menjadi WNI masih tetap menggelora, sementara upayanya banyak menemui kendala? ”Mungkin saya harus bersabar. Yang jelas, saya tidak akan meninggalkan Indonesia, meski nanti saya sudah tak lagi bermain bola,” katanya.

Go Christian Gonzales … Harumkan nama Indonesia …

Dari berbagai sumber.