Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Januari 2012

Malam Tahun Baru, Mujiono 3 Kali Gagahi Siswi SLTP



Mujiono Suryanto (23), warga Randu Agung Lumajang, harus mendekam di sel tahanan Polrestabes Surabaya, setelah dilaporkan melakukan pemerkosaan terhadap seorang siswi SLTP.

Menurut Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Suparti, pemerkosaan yang dilakukan oleh Mujiono terhadap Nikma (nama samaran), yang baru berusia 14 tahun terjadi pada Sabtu (31/12/2011) lalu.

Kasus tersebut berawal saat Nikma salah mengirim SMS ke Mujiono. Dari salah SMS keduanya kemudian sering berkomunikasi dan akhirnya berpacaran pada bulan Maret 2011.

Kemudian pada Sabtu lalu, Mujiono yang tinggal di Lumajang menelepon Nikma untuk mengajaknya berjalan-jalan. Akhirnya keduanya bertemu di Pusat Grosir Surabaya. Setelah itu, dengan mengunakan motor korban, keduanya berjalan-jalan keliling Surabaya.

"Mujiono yang tinggal di Lumajang kemudian menelpon korban untuk diajak janjian. Mereka kemudian bertemu dan mengajak ke Taman Kenjeran," kata Kompol Suparti, Senin (02/12/2011).

Ternyata Mujiono yang sehari-hari merupakan seorang pengangguran, mempunyai rencana bejat. Sesampainnya di Taman Kenjeran, dia kemudian meminta korban melakukan hubungan badan, dengan iming-iming akan menikahi korban.

Setelah itu Mujiono pun melampiaskan nafsu bejatnya. Dalam pengakuannya, pria pengangguran itu tidak kali melakukan hubungan badan dengan Nikma, satu kali di atas rumput dan dua kali di atas motor korban, pada malam tahun baru.

Orang tua korban yang mengetahui perbuatan tersebut, tidak terima dan melaporkan Mujiono. Dihadapan petugas Mujiono mengatakan hubungan badan itu dilakukan atas dasar suka sama suka dan dia memang benar berniat menikahi korban. Namun karena korban masih dibawah umur, dan orang tua korban tidak terima akhirnya kini pemuda itu harus mendekam di balik sel.

Kamis, 24 November 2011

Oknum Polisi, Tentara, Wartawan Pesta Sabu



Polsek Mulyorejo berhasil menggerebek pesta narkoba di sebuah rumah di kawasan Sidotopo Wetan V, Rabu malam pukul 18.30 WIB.

Sumber di Polrestabes Surabaya menyatakan, pemilik rumah yang dipakai judi bernama IM. Dari lidik, IM ternyata adalah polisi yang berpangkat Bripka, dia dinas di Polsek Genteng. Selain menangkap Bripka IM, ada temannya Brigadir SC dan Briptu MS. Satu lagi anggota TNI berpangkat Kopral satu dan wartawan mingguan bernama AM.

Lantaran pelanggaran dilakukan oleh anggota, kasus ini dilimpahkan ke Unit II Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya.

Awalnya penangkapan ini ketika petugas Polsek Mulyorejo mendapat informasi adanya pesta narkoba. Petugas langsung mendatangi lokasi. Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 0,3 gram, 1 alat hisap, bong dan 2 pipet kaca yang masih ada sisa pakai.

Hingga semalam, ketiganya masih menjalani pemeriksaan. Sayangnya, para pejabat kepolisian dari Polrestabes Surabaya tidak ada yang mau dimintai konfirmasi atas penggrebekan narkoba yang terdapat anggotanya.

Kamis, 03 November 2011

Penipu 49 CPNS Di Tangkap


Seorang tenaga honor di Pemprov Sumut ditangkap polisi atas dugaan memalsukan tanda tangan pejabat Pemprov Sumut untuk menipu calon pegawai negeri sipil (CPNS). Tersangka T Hasanul Bolqiah, 27, warga Marelan, berhasil meraup uang korbannya sebanyak Rp500 juta lebih.

Kabid Humas Polda Sumut melalui Kasubid Pengeola Informasi dan Data (PID) AKBP MP Nainggolan, mengatakan, tersangka telah menipu 49 CPNS di lingkungan Pemprov Sumut. “Kepada korbannya dia mengaku bisa mengeluarkan surat keputusan (SK) pengangkatan dari CPNS menjadi PNS dengan syarat membayar Rp10 juta hingga Rp25 juta,” kata Nainggolan.

Kasus itu terungkap setelah salah satu korbannya Hendra Arif Ritonga, 31, mempertanyakan kesalahan tahun lahirnya kepada Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan dan Pembinaan Pemprov Sumut, Khaiman Turnip yang tanda tangannya tertera dalam SK pengangkatan itu. Pada SK itu tertulis tahun lahirnya 1990, padahal seharusnya 1980.

Tetapi saat itu Khaiman Turnip mengaku tidak pernah menandatangani SK pengangkatan CPNS. Kesal ulah pegawai honor tersebut, Turnip kemudian menghubungi personel Intelkam Poldasu dan menyusun rencana penangkapan.

Korban penipuan Hendra Arif Ritonga diminta menghubungi pelaku agar SK yang salah itu diganti, sekaligus menyerahkan sisa uang Rp15 juta. Dalam pembicaraan itu pelaku meminta korban datang ke kawasan Jalan T Amir Hamzah.

“Pada Kamis (28/10) malam, saat tersangka menyerahkan SK yang baru, dan korban memberikan uang Rp15 juta, polisi langsung melakukan penangkapan,” kata Nainggolan.

Sementara disaat bersamaan, Turnip membuat laporan pemalsuan dilakukan tersangka. Kedua kasus tersebut kini masih disidik Direktorat Reskrim.

Korban Hendra Arif mengatakan, diminta pelaku Rp25 juta agar SK pengangkatannya sebagai PNS bisa dikeluarkan. Dia menyerahkan dana awal Rp10 juta, dan sisanya akan diserahkan setelah SK diterima. Selain dia, banyak juga korban lainnya. Tersangka diancam pasal 263 dan pasal 335 KUH Pidana tentang pencemaran nama baik dan penipuan.

Sabu Senilai 2,5 M Diamankan


Aksi penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu di Pelabuhan Teluk Nibung, Tanjung Balai, Sumatera Utara, digagalkan petugas Bea dan Cukai Teluk Nibung, dengan mengamankan 6 tersangka dan barang bukti sabu seberat 1.001 gram atau ditaksir sekitar Rp2,5 miliar diamankan.

Ironisnya, guna mengelabui petugas, barang haram tersebut dimasukkan tersangka ke dalam rongga badan melalui dubur dan sepatu. Mereka datang dari Port Klang, Malaysia. Demikian dikatakan Kepala Kantor Bea dan Cukai Teluk Nibung, Rahmady Effendi Hutahaean hari ini.

Menurut dia, penangkapan ini dilakukan, saat petugas mencurigai seorang penumpang Kapal Ferry MV Pacific Jet Star yang merapat dari Port Klang. "Petugas melakukan pemindaian terhadap barang bawaan penumpang dengan menggunakan mesin X-Ray. Berdasarkan profiling dan targeting, petugas mencurigai salah seorang penumpang bernama Salman," terang Rahmady.

Selanjutnya barang bawaan tersangka Salman berupa tas sandang warna hitam dimasukan ke dalam mesin X-Ray dan diperoleh tampilan gambar berupa benda mencurigakan. Benda itu disembunyikan di dalam sepatu.

"Setelah dilakukan pemeriksaan secara mendalam, diperoleh hasil di dalam sepatu dimaksud kedapatan 3 kapsul serbuk berwarna putih. Berdasarkan pengembangan selanjutnya, didapati 5 (lima) orang penumpang lainnya yang berdasarkan teknik profiling dan targeting dicurigai," jelasnya.

Berdasarkan penyelidikan dan pengakuan para tersangka ditemukan di dalam rongga tubuh bagian bawah pelaku terdapat benda berbentuk kapsul sabu. Dari ke-enam pelaku tersebut diperoleh jumlah barang berupa methamphetamine berjumlah 16 kapsul dan setelah ditimbang berat keseluruhan berjumlah 1.001 gram.

Adapun nama-nama penumpang ferry yang kedapatan membawa sabu itu adalah Salman yang membawa tiga kapsul seberat 159 gram di dalam sepatu. Lalu, Zulkifli tiga kapsul seberat 172 gram dimasukkan ke dalam dubur, Faisal tiga kapsul 171 gram dimasukkan ke dalam dubur.

Kemudian, Andinukamal membawa dua kapsul 115 gram dimasukkan ke dalam dubur. Muharram Muhammad dengan empat kapsul seberat 106 gram, dua dalam sepatu dan sisanya dimasukkan ke dalam dubur. Hasadi membawa dua kapsul seberat 221 gram dimasukkan ke dalam dubur. Selanjutnya, keenam orang tersangka dan barang buktinya diserahkan kepada Polres Tanjung Balai.

Kamis, 23 Desember 2010

10 Macam Cyber Crime

Teknologi digital dan internet berhasil mencetak individu-individu berkarakter jahat, yang bisa menjadi pembohong, penipu, pencuri, atau perampok, bahkan teroris.

Namun tidaklah mudah bagi penegak hukum untuk melakukan identifikasi, penyelidikan dan penangkapan terhadap mereka seperti di dunia nyata. Kemudahan untuk mengakses dunia maya – dengan identitas yang gampang disembunyikan, membuat siapa saja berpotensi besar untuk menjadi kriminal, dan bertindak sesuka hati.

Apabila diklasifikasi berdasarkan tindak kejahatannya, maka para cyber criminal ini bisa dikelompokkan menjadi 10 jenis, seperti disebutkan di bawah ini.

1. Penulis Malware

Ini adalah orang-orang yang menulis dan mendistribusikan virus dan worm, trojan dan berbagai jenis malware, produk buruk digital. Mereka memaksa orang-orang dan dunia bisnis untuk menghabiskan sejumlah besar uang untuk membeli teknologi anti-malware yang telah merampok sistem kekuasaan dan kinerja. Para pencipta Malware adalah benar-benar sampah masyarakat.

2. Phishers

Tiba-tiba rekening bank anda bisa berakhir masa lakunya dan anda harus segera membaharui informasinya, tetapi tidak benar-benar terjadi, karena sesungguhnya hanyalah usaha para phisher untuk mencuri informasi pribadi anda, identitas anda, dengan mengarahkan anda kepada suatu situs web tertentu.

Grup Pekerja Anti-Phishingorking Group, sebuah asosiasi institusi pengecer dan lembaga keuangan sedang memfokuskan pada penghapusan Web berbasis penipuan, dikatakan telah ditemukan sekitar 20.000 hingga 30.000 situs web phishing yang unik setiap bulannya.

3. Hoaxsters

Seringkah anda mendapatkan e-mail dari Nigeria akhir-akhir ini? Atau sebuah “pesan mendesak” dari seorang bangsawan Inggris? Sebuah penawaran pekerjaan dari luar negeri, barangkali? Di dalam semua kasus, anda mungkin berhadapan dengan beberapa bentuk perjanjian transfer dana.

Tetapi, seperti pengalaman banyak orang, satu-satunya uang yang pernah ditransfer di dalam kasus ini adalah dari korban ke hoaxster-nya.

4. Scammers

Kotak masuk (inbox) e-mail milik anda mungkin penuh dengan pekerjaan tangan dari scammers, berupa penawaran diskon farmasi,t ime-shares (sejenis penggunaan bersama atas harta, seperti rumah untuk berlibur), makanan sehat, peralatan-peralatan dan semacamnya. Ketika anda mengirimkan nomor kartu kredit anda kepada orang-orang ini – atau yang lebih buruk lagi, tunai –anda hanya akan menerima perasaan tertekan sebagai balasannya.

5. Renternir Online

Adakah badan peminjam yang tidak membutuhkan jaminan dan verifikasi pendapatan? Itulah renternir online. Tidak seperti scammers, renternir online berjanji akan mengirimkan uangnya kepada anda. Namun sebelumnya bandit cyber itu akan meminta pembayaran di muka untuk “biaya proses aplikasi”, dan sialnya, itu adalah satu-satunya proses pengiriman uang yang terjadi, tidak ada proses sebaliknya.

6. Spammers

Orang-orang ini dikatakan jahat dalam pengertian bahwa mereka mencuri waktu anda. Tidak seperti phishers, hoaxsters dan para peleceh dengan e-mail lainnya yang berniat memisahkan anda dari informasi atau uang anda, spammers membanjiri kotak masuk e-mail anda dengan iklan-iklan – produk legal dan tidak legal, kecaman politis, lelucon-lelucon, dan berbagai bualan lainnya.

Spammers bukanlah penjahat dunia maya yang berbahaya, namun yang pasti sangat mengganggu. Spammers juga berimplikasi terhadap biaya keuangan perusahaan, baik karena meningkatnya pemakaian bandwidth dan memaksa penyedia-penyedia layanan, perusahaan dan para pengguna individual untuk menginstal teknologi anti spam – yang selalu tidak sempurna – secara lebih sering dan mahal.

7. Lelang Fraudsters

Anda pasti sangat senang ketika berhasil memenangkan sebuah arloji emas di eBay. Perasaan senang dan bahagia anda akhirnya anjlok, bagaimana tidak, ketika jam tangan itu tiba di tangan anda. Arloji tersebut terlihat dengan susah dimirip-miripkan dengan gambar onlinenya.

Tapi untungnya anda menerima sesuatu, dibanding dengan banyak korban lelang fraudsters yang tidak menerima apa pun.

8. Penyelenggara Hadiah Palsu

“Selamat, anda sudah memenangkan Fredonia National Lottery”. Semua orang tampak benar-benar menang, tentu saja, adalah sebuah kebetulan kalau “penyelenggara lotere” melibatkan anda dalam proses yang kompleks disertai pembayaran di muka dan cek-cek palsu.

9. Pembajak Media

Kenapa harus membeli yang asli jika anda bisa mendapatkan lagu atau video dari layanan file-sharing?

Tidak ada orang yang dilukai, ya khan? Memang, tidak ada yang terluka, tetapi orang-orang yang bekerja keras untuk mencipta karya, hati mereka pasti terluka.

10. Parasit Sosial


Situs jejaring sosial, jaringan pesan instan, layanan kencan online dan berbagai web yang dipenuhi oleh mereka yang diklasifikasikan sebagai orang-orang yang menyatakan dirinya sebagai orang lain.

Sebagian dari target adalah orang-orang berkarakter lemah dan naif untuk ditipu agar mengeluarkan uang. Parasit-parasit lain memainkan peran sebagai selebritis, dengan maksud mencoreng reputasi mereka atau mendapatkan sedikit kepopuleran.
Di dalam kasus manapun, parasit-parasit sosial adalah teror bagi masyarakat internet.

Kamis, 23 September 2010

English - Attacks Already In Design Since 2nd Month



Terrorist attack on the carpet Mapolsek Silver, Deli Serdang, North Sumatra have been planned since two months ago.

Former activists of the Islamic State of Indonesia (the NII) Al Chaidar say, a terrorist group attack against a target of government agencies are always planned at least two months before the operation.

'It was planned since the attacks two months ago, not a surprise attack. Everything was carefully planned with consideration of strength, said Al Chaidar, Thursday (23 / 9).

According to him, the terrorist group deliberately chose to attack Silver Mapolsek carpet due to its location in Deli Serdang easily penetrated because it is far from Police Headquarters in Medan, North Sumatra.

'It was based on Quran verses that describe the philosophy of caterpillars eat leaves, so a new attack from the periphery to the heart of defenses, he said.

As reported, the Office of carpet Perak police, armed gangs attacked North Sumatra, on Wednesday (22 / 9) morning. Three police members were killed instantly in the attack, eyewitnesses said the attacker about 15 people using AK-type guns and M-16 47

Serangan Sudah Di Rancang Sejak 2 Bulan Lalu



Penyerbuan teroris ke Mapolsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara sudah direncanakan sejak dua bulan lalu.

Mantan aktivis Negara Islam Indonesia (NII) Al Chaidar mengatakan, penyerangan kelompok teroris terhadap sebuah target instansi pemerintah selalu direncanakan minimal dua bulan sebelum pelaksanaan.

"Itu penyerangan terencana sejak dua bulan lalu, bukan serangan mendadak. Semua sudah direncanakan secara matang dengan mempertimbangkan kekuatan," ujar Al Chaidar, Kamis (23/9).

Menurutnya, kelompok teroris sengaja memilih menyerang Mapolsek Hamparan Perak di Deli Serdang dikarenakan lokasinya mudah ditembus karena jauh dari Mapolda Sumatera Utara di Medan.

"Itu berdasarkan ayat Quran yang menjelaskan filosofi ulat memakan daun, jadi menyerang dari pinggiran baru ke jantung pertahanan," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, Kantor Polsek Hamparan Perak, Sumatera Utara diserang gerombolan bersenjata, Rabu (22/9) dini hari. Tiga anggota Polisi tewas seketika dalam serangan itu, saksi mata mengatakan penyerang sekitar 15 orang menggunakan senjata api jenis AK-47 dan M-16.

Selasa, 21 September 2010

Tak Diberitahu Operasi Densus, Kapolda Tersinggung

Mabes Polri berharap Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Oegroseno tidak tersinggung dengan operasi rahasia penangkapan pelaku perampokan CIMB Niaga oleh Densus 88.

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Pol Iskandar Hasan hal itu dilakukan agar operasi tersebut tidak bocor.

"Mudah-mudahan Kapolda tidak tersinggung, artinya sudah sampai lalu bergerak," ujar Iskandar di Mabes Polri, Selasa (21/9).

Kadiv mengaku Oegroseno selaku pemegang kekuasaan wilayah pengamanan di Sumatera Utara tersinggung karena tak diberitahu mengenai operasi rahasia Densus 88 tersebut.

"Ini Kapolda sedikit tersinggung, tapi Kapolri sudah tahu," jelasnya.

Kadiv Humas menambahkan mengingat management Densus 88 ada di bawah Kapolri, sehingga semua sudah dilakukan sepengetahuan Kapolri.

Senjata Api Perampok Dipastikan Bukan Milik Polri

Mabes Polri memastikan senjata api yang digunakan perampok Bank CIMB Niaga bukan senjata organik Polri.

Polri akan menyelidiki apakah pistol yang digunakan oleh kelompok perampok Medan merupakan buatan Pindad.

"Dilihat dari fisiknya, dari mana itu sedang ditelusuri petugas ada nomor serinya ada P1 9 mm, saya lihat sendiri fisiknya ada. Nomor serinya akan jadi bahan kita untuk mengecek, kita akan cek ke TNI atau Pindad senjata ini disalurkan kemana," jelas kadiv Humas Polri Iskandar Hasan di Jakarta, Selasa (21/9).

Kadiv Humas juga mengatakan akan menyelidiki apakah senjata itu berasal dari anggota yang disersi, karena menurutnya ada perbedaan antara pistol yang digunakan TNI dengan yang digunakan Polri.

"Itu yang sedang kita selidiki, kita akan kroscek masih ada tidak, siapa yang megang, kita tidak pegang pistol Pindad, yang kita punya revolver tapi pelurunya dari Pindad," ucapnya di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (21/09).

Sebagai diberitakan, Minggu (19/9) Densus 88 membekuk 18 gerombolan perampok Bank CIMB Niaga di Medan, Dari 18 perampok 3 diantaranya tewas ditembak. Dari TKP, Polisi menyita sejumlah senjata api yang digunakan pelaku untuk merampok.