Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 April 2012

Cara Baca Rp. 907.045.178.203.465.897.599

Cara Baca Rp. 907.045.178.203.465.897.599 - Selama ini kita hanya mengenal angka sampai triliyun, itupun jika melebihi triliyun kita masih menyebutnya juta triliyun atau ribu triliyun. itupun wajar, karna selama ini dalam bentuk kekayaan ataupun angka2 yang beredar tidak atau belum sampai jumlah seperti itu lazimnya digunakan di masyarakat umum.

Ternyata di dalam buku Pintar seri senior edisi 39, ada penyebutan yang di bakukan dalam bahasa indonesia, disana terlihat sampai 63 angka nol masih ada sebutannya.

Tanpa banyak basa-basi begini gan cara bacanya :

Rp. 907.045.178.203.465.897.599

Sembilan ratus tujuh trita empat puluh lima dwiyar seratus tujuhpuluh delapan triliyun dua ratus tiga milyar empat ratus enam puluh lima juta delapan ratus sembilan puluh tujuh ribu lima ratus sembilan puluh sembilan rupiah



Berikut dijabarkan sebutannya baik dalam bahasa kita maupun istilah asing :

SIMBOL BILANGAN DAN SEBUTANNYA
Indonesia, Amerika, Prancis Inggris dan Jerman



Keterangan :

* Dalam APBN Republik Indonesia Dwita diganti dengan kata Triliyun

Nah kaloRp.978.079.334.245.645.687.344.111.234.876.466.098.56 7.435.786.456.467.234.876.456.890.098.697.885.00,-

Kamis, 10 November 2011

Ini Dia 7 Pelaku Penipuan Internet Terbesar


Kejaksaan Amerika Serikat (AS) menuntut tujuh pelaku penipuan internet terbesar, yang menyerang lebih dari empat juta komputer di seratus negara.

Seperti yang dikutip TheHinduBussinessLine, enam dari tujuh pelaku warga Estonia dan satu Rusia. Serangan itu sudah menimpa lembaga penting AS seperti NASA dan lainnya. Sekitar US$14 juta sudah dihasilkan melalui penipuan in.

Ketujuh pelaku tersebut adalah Vladimir Tsastsin, Timur Gerassimenko, Dmitri Jegorov, Valeri Aleksejev, Konstantin Poltev, Andrey Taame dan Anton Ivanov. Mereka tertangkap dan ditahan di Estonia.

Pihak pengacara AS mengatakan mereka akan segera diekstradisi ke Amerika. Masing-masing pelaku akan dikenakan lima tuduhan yang berkait dengan kejahatan komputer dan terancam hukuman hingga 30 tahun.

"Kasus ini seperti fenomena gunung es, masih banyak lagi yang belum kita ketahui," ungkap Preet Bharara, pengacara pihak AS dari Distrik Selatan New York.

Diungkapkan pula oleh AS, kejahatan ini dijalankan sejak 2007 hingga Oktober 2011.

Minggu, 16 Oktober 2011

Rock City Club Luncurkan Social Music Network


Rock City, sebuah klub musik yang berbasis di Inggris meluncurkan web untuk band-band yang ingin mempromosikan musiknya.

Rockcityclub.com diluncurkan pada 14 Oktober, Web ini disebut sebagai sebuah "jejaring musik sosial" yang dapat mempromosikan musik dari para penggunanya, serta media sosial musik ini juga dapat diintegrasikan dengan Facebook, Twitter dan media sosial lainnya.

Seperti dilansir Reuters, Jack Wishma, orang yang ikut andil dalam pembuatan ide media musik ini mengatakan bahwa, Rock City Club ini diciptakan untuk mencari bintang baru dalam dunia musik, bukan hanya untuk mengidentifikasi saja.

"Dengan ini kita bisa melihat bakat yang dimiliki, hal ini sebenarnya sama dengan American Idol, The X-Factor, MySpace dan YouTube," kata Wishama.

Wishma menambahkan, "Pencarian bakat baru ini sama seperti mencari jarum di dalam jerami, dan yang kami lakukan sekarang adalah merawat jerami tersebut."

Rock City Club, dinilai cukup ambisius dengan rencananya menemukan para seniman baru secara online.

Untuk dapat mengakses Web-nya, para pesertanya dapat mendaftar melalui Facebook atau Twitter. Akses pada dua jejaring sosial tadi untuk membantu mendistribusikan musik mereka pada pendengar dan juga berinteraksi dengan mereka.

Rock City berencana untuk menawarkan kesempatan pada peserta yang paling populer untuk melakukan streaming dan tampil di Palms Resort dan Casino di Las Vegas. Serta nantinya mereka juga mendapatkan pelatihan dari produser-produser terpilih yang menangani lagu-lagu Madonna dan Aerosmith.

Rock City Club, mengenakan biaya bulanan USD12,95 bagi peserta yang nantinya akan mengikuti kompetisi.

Jejaring Sosial Rusia Miliki Fitur Pengenal Wajah


Odnoklassniki, situs jejaring sosial buatan Rusia menambah fitur pengenalan wajah di salah satu menunya, memungkinkan proses tagging menjadi lebih mudah.

Seperti yang dikutip dari TechCrunch, Odnoklassniki merupakan situs jejaring sosial terbesar kedua di Rusia, di belakang Vkontakte, yang mana merupakan bagian dari grup Mail.Ru Group. Marketshare Facebook di Russia sendiri tidak pernah melewati angka 5 persen (lima juta pengunjung dalam waktu satu bulan) menurut data dari ComScore.

Odnoklassniki sendiri mendapat 25-26 juta kunjungan dalam satu bulan. Untuk teknologi pengenalan wajah situs mereka disediakan oleh perusahaan asal Israel, yang juga memasang teknologi pengenalan wajahnya di Facebook.

Fitur deteksi wajah memungkinkan pengguna untuk secara otomatis mengenali sejumlah orang yang ada di foto, serta menyediakan perangkat yang lebih mudah untuk tagging.

Meskipun begitu, Odnoklassniki, mengatakan bahwa mereka tetap akan menjaga privasi dari pengguna mereka. Dikatakan bahwa album foto privat tetap tidak mampu dibuka oleh aplikasi Face.com, dan pengguna tetap akan mampu mencegah sistem untuk men-tag mereka sendiri, dengan cara mengubah settingan personal.

Atas fitur baru ini, Odnoklassniki diperkirakan akan mendapat sekira satu miliar foto dari pengguna pada akhir tahun ini.

Rabu, 12 Oktober 2011

Virtapay



Why you should join today...

1. You start with $100 in your VirtaPay account and it's free.

2. Earn up to $20 per day in your account for participating as we continue to develop our service.

3. Get a $25 bonus for each new user you refer.

4. You'll be an EarlyBird user—your participation will help shape the development of this amazing new virtual currency system.

5. Earn money to your existing bank account by sharing VirtaPay or by selling high-quality digital goods using VirtaPay.

Senin, 10 Oktober 2011

Legenda Hacker, Kevin Mitnick

Kevin Mitnick: Sang legenda



Mungkin sebagian dari para pembaca sudah ada yang mengenal atau mengetahui sejarah dari Kevin Mitnick. Ya, ia adalah seorang pembobol yang pernah mencatatkan namanya sebagai buronan paling dicari atau Most Wanted di America. Ia melakukan banyak kejahatan dunia maya yang membuatnya harus berurusan dengan polisi setempat.

Mitnick merupakan seseorang yang sangat terinspirasi dan tertarik dengan komputer. Ia lahir dari keluarga yang tidak mampu untuk membeli sebuah komputer sehingga memaksanya untuk selalu mengunjungi toko RadioShack dan perpustakaan umum. Ia sangat kecanduan dengan kompie (komputer) dan melekat hingga ia tumbuh dewasa.

Pada tahun 1980-an, Mitnick sering keluar masuk kedalam sistem komputer. Kegiatan tersebut ia lakukan dengan begitu mudahnya karena kepintarannya. Diakhir tahun 80-an, ia berniat untuk meninggalkan hobinya dan mulai mencari pekerjaan yang tidak melanggar hukum, namun nampaknya tidak cukup berhasil. Terbukti pada tahun 1987, ia menyusup pada sebuah komputer Santa Cruz Organization yang bergerak dibidang piranti lunak sistem operasi Unix. Dalam kasus tersebut, sang jenius diganjar hukuman tiga tahun masa percobaan.

Belum genap setahun setelah penangkapan tersebut, ia kembali melakukan pembobolan terhadap sistem milik Digital Equipment Coorporation. Pembobolan ini kembali membawanya berurusan dengan pihak berwajib. Dalam kasus ini, Mitnick atau yang dijuluki sebagai 'the condor' mendapatkan ganjaran yang lebih besar dari sebelumnya.

Hanya dengan modal berbicara via telepon, ia mampu membobol sebuah sistem. Kepintarannya membuat ia terkenal. Bahkan saking bahayanya, sipir di penjara tempat Mitnick mendekam takut jikasaja Mitnick berulah lagi. Alhasil, ia tidak diperbolehkan untuk bersentuhan dengan telepon dan komputer dan ditempatkan dalam ruang isolasi di Lompoc. Penempatan tersebut membuat ia frustrasi dan kabarnya sempat mengalami gangguan jiwa.

Pada tahun 1989, 'The Condor' Kevin Mitnick dilepaskan dari penjara dan berusaha mencari pekerjaan yang tidak melanggar hukum. Namun rencana baiknya tersebut mengalami kendala karena status mantan narapidana yang disandangnya sampai pada akhirnya, ia bekerja sebagai pendulang informasi kantor swasta yang kemudian kembali membawanya ke dunia yang kelam. Tidak lama kemudian, pada tahun 1990, lagi-lagi ia menjadi buronan FBI. Akibat trauma yang dideritanya atas penjara di ruang isolasi, ia memutuskan untuk kabur dan bersembunyi.

Keahlian Mitnick ternyata tidak hanya terbatas pada kemampuan tekhnis saja. Ternyata ia benar-benar memahami tentang sistem keamanan komputer tidak hanya terbatas pada sekedar pengamanan saja, melainkan terdapat kebijakan organisasi, SDM dan proses, serta teknologi didalamnya. Ibaratnya, didunia nyata, ia adalah seorang peng-hipnotis. Ia banyak melakukan rekayasa sosial dalam aksinya untuk mendapatkan informasi berupa password dan lainnya. Ada cerita menarik mengenai Mitnick yang dikisahkan pada sebuah forum online.

Pada suatu kesempatan, ia ditantang oleh temannya untuk mendapatkan sebuah nomor telepon Sprint Fontcard-nya dengan iming-iming imbalan berupa traktiran makan malam jika ia berhasil. Tergiur dengan imbalan yang ditawarkan, ia kemudian menghubungi Customer Service dan berpura-pura menjadi seseorang dari bagian Teknologi Informasi. Dalam percakapannya, ia menanyakan apakah petugas mengalami kesulitan pada sistem yang digunakan?!. Petugas kemudian menjawab tidak!. Mitnick melanjutkan dengan pertanyaan, "Apakah sistem yang digunakan untuk mengakses data pelanggan?" dengan dalih ingin memverivikasi. Dalam pembicaraan tersebut, petugas masuk perangkap dan kemudian memberikan nama sistem yang ditanyakan Mitnick.

Setelah ia mendapatkan nama sistemnya, Mitnick menutup telepon dan kemudian kembali menelpon dan diterima dengan petugas yang berbeda. Namun, petugas yang satu ini curiga dengan Mitnick karena kurang berhati-hati saat bertanya, sampai pada akhirnya, petugas tersebut melaporkan Mitnick kepada bagian keamanan. Sebodoh itukah Mitnick???

Ternyata ia tidak kehabisan akal. Ia memutuskan untuk membawa seorang temannya dan menyuruhnya untuk menyamar sebagai 'penyelidik keamanan' yang akan mencatat laporan dari petugas Customer Service yang tadi. Teman Mitnick kemudian berbicara dengan petugas tadi dan mengatakan bahwa ia menerima laporan adanya penyusup. Setelah tanya jawab, Customer Service tadi mengatakan bahwa si penyusup berusaha untuk mendapatkan nomor Fontcard. Penyelidik palsu kemudian bertanya, "memangnya berapa nomor Fontcardnya??" yeah... Kasus selesai. Customer Service memberikan nomornya.