Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2011

How to Remove Popup Ads Text-Enhance Cookie from Your Computer


Text-Enhance cookie was appeared at your computer because some reasons:

You have directly visited text-enhance.com or a website that you have visited uses some of the components (pages, files, images, and so on) of the enhance.com website
A software application with Internet-enabled functionality that had previously accessed the enhance.com website was running on your PC (in this case, the text-enhance.com cookie will be saved in Internet Explorer, Mozilla and other browser)



You can detect the presence of the enhance.com cookie in your system using some antimalware application. This way, the detection and removal will be performed automatically. Alternatively, you can choose to perform the following steps, depending on the browser you are using:

Internet Explorer 7 (IE7)

From the Tools menu, or the Tools list in the upper right section, select Internet Options
Under Browsing History, click Settings
Click View Objects or View Files
Check if for the enhance.com cookie is present on the list


Internet Explorer 5.x-6.x (IE5-IE6)

From the Tools menu, select Options or Internet Options
In the General tab, click Settings
Select View Files
You can identify the enhance.com cookie files by checking the file names beneath the Name or Internet Address column. The files will contain the Cookie: enhance.com element.


Mozilla Firefox (FF)

From the Tools menu, select Options
In the upper section of the Options window, click Privacy
In the Cookies tab, click Show Cookies or remove individual cookies link
In the Cookies window, enter enhance.com in the Search field and run a search, or you can scroll down the list to check whether the enhance.com cookie is present there.


And below, you will find instructions on how to block the enhance.com cookie permanently in the different browsers.

To block enhance cookie in Internet Explorer

From the Tools menu of Internet Explorer, select Internet Options
Select the Privacy tab, and then click Sites. The Per site privacy actions window will be displayed
In the Per site privacy actions window, enter enhance.com in the Address of Web site field
Click Block


To block enhance cookie in Mozilla Firefox

From the Tools menu, select Options
In the upper section of the Options window, click Privacy
In the Cookies tab, click Exceptions
In the new Exceptions - Cookies window, enter text-enhance.com and textsrv.com in the Address of Website field and click Disable

Removing Add-Ons/Extensions
In Google Chrome, click on the wrench at the top right, then select Tools->Extensions and remove something called “Facetheme” or “Better Links” there. The add-on called “Facetheme” was the one on my computer that was directly linked to text-enhance.com. “Better Links” was a similar add-on we found on a different computer, but worked essentially the same as text enhance.
In IE, go into Tools->Manage Add-Ons to remove it there. In Firefox, go into Tools->Add Ons. While you’re in there, remove any unwanted add-ons. There’s a good chance you’ll see some you don’t recognize or want.

Add/Remove Programs
We actually found “Facetheme” in our add/remove programs section of Windows. So, remove it from your computer. The removal process seemed to work this way as well.

Kamis, 10 November 2011

Ini Dia 7 Pelaku Penipuan Internet Terbesar


Kejaksaan Amerika Serikat (AS) menuntut tujuh pelaku penipuan internet terbesar, yang menyerang lebih dari empat juta komputer di seratus negara.

Seperti yang dikutip TheHinduBussinessLine, enam dari tujuh pelaku warga Estonia dan satu Rusia. Serangan itu sudah menimpa lembaga penting AS seperti NASA dan lainnya. Sekitar US$14 juta sudah dihasilkan melalui penipuan in.

Ketujuh pelaku tersebut adalah Vladimir Tsastsin, Timur Gerassimenko, Dmitri Jegorov, Valeri Aleksejev, Konstantin Poltev, Andrey Taame dan Anton Ivanov. Mereka tertangkap dan ditahan di Estonia.

Pihak pengacara AS mengatakan mereka akan segera diekstradisi ke Amerika. Masing-masing pelaku akan dikenakan lima tuduhan yang berkait dengan kejahatan komputer dan terancam hukuman hingga 30 tahun.

"Kasus ini seperti fenomena gunung es, masih banyak lagi yang belum kita ketahui," ungkap Preet Bharara, pengacara pihak AS dari Distrik Selatan New York.

Diungkapkan pula oleh AS, kejahatan ini dijalankan sejak 2007 hingga Oktober 2011.

Jumat, 16 September 2011

Astaga! Petir Renggut Nyawa Dua Pemain Sepakbola



Abey - Kabar mengerikan datang dari tanah Afrika setelah sebuah petir menghantam lapangan sepakbola. Sambaran itu mengakibatkan dua pemain kehilangan nyawanya.

Noussia Sport Academie, sebuah klub liga remaja nasional Kamerun, kehilangan dua pemainnya pada hari Senin lalu (12/9/2011) dalam laga persahabatan setelah sebuah petir menghantam lapangan. 22 pemain yang dilapangan dan wasit pun ikut terjatuh diatas lapangan.

Bek, Bouba Ahmadou berusia 17 tahun, dan gelandang, Herman Keptchou berusia 20 tahun, terkulai tak bernyawa saat korban lain mulai siuman dan berusaha berdiri, jelas presiden klub, Jean-Rene Noubissi.

Usai latihan rutin pada pagi hari, tim tersebut bermain melawan klub lokal lainnya ketika cuaca mulai memburuk dan diikuti sambaran petir pada akhir babak kedua.

"Pelatih mencoba menyadarkan mereka kembali pada perjalan ke rumah sakit, tapi itu gagal. Dokter mengkonfirmasi mereka telah meninggal saat tiba di RS," jelas Noubissi, seperti yang dinukil dari Goal.com.

"Pemain lain masih belum pulih, mereka trauma. Kami harus menunda sesi latihan," paparnya.

Kejadian mengerikan ini bukan yang pertama terjadi di Afrika, yang paling parah saat sebuah petir membunuh 11 pemain sebuah klub di Kongo pada tahun 1998.

Rabu, 01 Desember 2010

Memperjuangkan Keadilan Melalui Internet



Rilis ratusan ribu dokumen rahasia di situs WikiLeaks membuat Amerika Serikat kebakaran jenggot. Pria di balik ini semua adalah Julian Assange. Siapa dia?

Jurnalis kelahiran Australia ini terlihat bak buronan yang paranoid. Ketika menemui wartawan New York Times yang hendak mewawancarainya di distrik kumuh Paddington, London, Inggris, ia mengatakan sebaiknya berbicara pelan-pelan. Assange, dibaca asanj, khawatir ada intel yang memata-matainya.

Mengganti ponsel pun kerap ia lakukan seperti laiknya bersalin pakaian. Juga menginap di hotel dengan nama palsu, mewarnai rambut, berbelanja dengan uang tunai. “Berada di jalur ini dan tidak berkrompomi, telah membawa saya dalam ketegangan yang luar biasa,” katanya dalam wawancara kepada media itu.

Ia bahkan membawa serta sekelompok orang dan seorang juru kamera yang siap merekam, jika terjadi sesuatu padanya. Bagi Anda, sikap pria berusia 39 tahun ini agak berlebihan. Tidak salah, jika Anda mengetahui apa yang ia lakukan.

Hal ini bermula dari impiannya bahwa suatu hari, internet akan menjadi menjadi media untuk perjuangan melawan ketidakadilan. Maka pada akhir 1980-an, Assange, bergabung dengan kelompok peretas (hacker), International Subversives dan menggunakan nama pena Mendax.

Kegiatannya ini berujung pada penggerebekan Kepolisian Australia pada 1991 ke rumahnya. Assange dituding membobol komputer sebuah universitas di negaranya, perusahaan telekomunikasi Kanada, Nortel, serta beberapa organisasi lainnya. Semua ia lakukan hanya dengan berbekal modem.

Pada 1993, pria yang terkenal dengan ciri khas rambut berwarna platinumnya ini memulai karir sebagai programmer dan pengembang piranti lunak gratis. Berbagai produk open source lahir dari tangan dinginnya itu. Hingga Assange bisa merilis buku mengenai dunia hacking pada 1997.

Pada tahun itulah ia membantu penemuan sistem Rubberhouse deniable encryption, sebuah konsep kriptografik untuk Linux. Sistem ini dimaksudkan untuk aktivis hak asasi manusia yang ingin melindungi data sensitif. Assange kemudian membeli domain leaks.com, meski belum terpikir mau melakukan apa.

Baru pada 2006, ia mendirikan WikiLeaks. Assange menjadi salah satu dari sembilan anggota dewan penasihat sekaligus bertindak sebagai jubirnya. Meski tidak mau disebut sebagai pendiri, Assange menyatakan dirinya adalah pemimpin redaksi (editor-in-chief) situs tersebut.

Media ini bersifat investigatif, terutama pada isu-isu sensitif dunia. Seperti kawan-kawan pendiri lainnya, ia adalah relawan yang tak dibayar yang memiliki tujuan untuk merilis dokumen-dokumen rahasia. Menurutnya, dunia layak mengetahui dokumen tersebut.

Apa yang Assange lakukan, adalah melakukan pendekatan secara jurnalistik untuk transparansi dan ilmiah. Siapapun bisa ‘menyetorkan’ materi rahasia ke situs yang ia dirikan dan akan dimuat. Ternyata, sebagian besar kegiatannya adalah membuka rahasia negara.

Pencapaian terbesar WikiLeaks adalah merilis ratusan ribu dokumen terkait Amerika. Selain catatan perang Irak-Afghanistan, materi terbaru yang diungkapkan adalah rahasia di balik diplomasi internasional AS. Tak heran negara adidaya ini benar-benar kesal dengan Assange.