Tampilkan postingan dengan label IT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IT. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 April 2012

Cara Baca Rp. 907.045.178.203.465.897.599

Cara Baca Rp. 907.045.178.203.465.897.599 - Selama ini kita hanya mengenal angka sampai triliyun, itupun jika melebihi triliyun kita masih menyebutnya juta triliyun atau ribu triliyun. itupun wajar, karna selama ini dalam bentuk kekayaan ataupun angka2 yang beredar tidak atau belum sampai jumlah seperti itu lazimnya digunakan di masyarakat umum.

Ternyata di dalam buku Pintar seri senior edisi 39, ada penyebutan yang di bakukan dalam bahasa indonesia, disana terlihat sampai 63 angka nol masih ada sebutannya.

Tanpa banyak basa-basi begini gan cara bacanya :

Rp. 907.045.178.203.465.897.599

Sembilan ratus tujuh trita empat puluh lima dwiyar seratus tujuhpuluh delapan triliyun dua ratus tiga milyar empat ratus enam puluh lima juta delapan ratus sembilan puluh tujuh ribu lima ratus sembilan puluh sembilan rupiah



Berikut dijabarkan sebutannya baik dalam bahasa kita maupun istilah asing :

SIMBOL BILANGAN DAN SEBUTANNYA
Indonesia, Amerika, Prancis Inggris dan Jerman



Keterangan :

* Dalam APBN Republik Indonesia Dwita diganti dengan kata Triliyun

Nah kaloRp.978.079.334.245.645.687.344.111.234.876.466.098.56 7.435.786.456.467.234.876.456.890.098.697.885.00,-

Rabu, 08 Februari 2012

Twitter, Moral & Etika Berkicau



PESELANCAR jejaring sosial tengah gundah gulana. Aktivitas para pengguna Twitter bisa diawasi atau disensor. Soal ini mencuat ke permukaan setelah pengelola Twitter mengajukan penawaran untuk melakukan sensor tweet (kicauan). Beberapa negara seperti Thailand pun menyambut tawaran ini dengan antusias.

Simpel alasan Twitter memberlakukan sistem sensor. CEO Twitter, Dick Costolo menjelaskan langkah tersebut terkait peraturan di negara-negara yang menjadi wilayah operasionalnya. Menurutnya, Twitter harus tetap berpegang teguh pada hukum di setiap negara.

Bukan hanya pengguna Twitter di Thailand dan Amerika Serikat (AS) yang kebakaran jenggot. Individu yang gemar berkicau di Indonesia pun serupa. Sebagian pengguna Twitter di Indonesia menentang keras diberlakukannya sensor kicauan atau konten lokal.

Sebenarnya tidak perlu risau dengan segala bentuk aturan yang diberlakukan untuk Twitter. Tidak ada yang perlu ditakutkan dengan kebijakan sensor tersebut. Namun wajar bila protes dan kegelisahan datang dari individu yang kerap melanggar etika dan moral saat berkicau di Twitter.

Secara harfiah, keberadaan jaringan sosial bertujuan untuk memudahkan interaksi antar individu atau lembaga. Tentunya sebagai tempat berbagi informasi yang berguna bagi orang lain. Sehingga bisa tercipta komunikasi dua arah yang positif dan menguntungkan di dunia maya. Hanya saja kebebasan berkicau yang dimiliki pengguna Twitter mulai bergeser.

Kebebasan tersebut tidak diimbangi dengan etika dan moral. Banyak tweet atau kicauan justru menyerang satu individu atau kelompok. Kemudian tidak sedikit kicauan tersebut merupakan bentuk pencemaran nama baik. Padahal Twitter diluncurkan bukan sebagai wadah saling serang atau adu domba.

Para aktor Twitter tentunya harus tahu bahwa tidak ada kebebesan mutlak. Mereka memang memiliki kebebasan sejati selama tidak mengusik kebebasan dan hak orang lain. Bila kebebasan itu mengusik hak bebas orang lain, maka bukanlah kebebasan.

Artinya sangat jelas, kicauan dalam jejaring sosial harus diringi dengan etika dan moral. Tetap ada batasan-batasan yang harus dipatuhi dalam berkicau. Tidak seorang pun atau individu berhak menggunakan kebebasannya secara serampangan. Yang harus diingat dalam kebebasan yang dimilikinya, terhadap kebebasan orang lain.

Indonesia sendiri sebenarnya sudah membuat aturan dalam membuat kicauan. Meski pemerintah belum berpikir memberlakukan sensor, Indonesia memiliki UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Undang-Undang ini bisa menjerat setiap pengguna Twitter saat menggunakan kebebasannya secara serampangan.

Masihkan Anda ingin serampangan saat berkicau? Anda harus berpikir dua kali dalam membuat kicauan. Setiap kicauan yang ada unggah, harus dipadukan dengan tanggungjawab berupa etika dan moral. Sudah saatnya semua pengguna jejaring sosial bersikap propesional.

Minggu, 07 Maret 2010

Hi5 Bakal Gabung dengan Facebook?


Hi5, merupakan situs jejaring social yang kini mengubah fokusnya hanya untuk game.

Hi5, kemarin telah membangun sebuah kode sehingga developer aplikasi Facebook dapat mentransport kreasi mereka ke platform Hi5 dengan usaha yang minimal.

Game Hi5 tersebut ditujukan untuk developer game, sehingga game yang dibangun di Facebook, juga dapat dibangun di Hi5.
“Sebagai distributor platform game, sudah tugas kami untuk membuat game menjadi live di Hi5, agar mudah dimainkan.

Kini developer yang mendesain dan mengembangkan game social untuk Facebook dapat dengan mudah mengembangkan game mereka di Hi5 dengan usaha pengembangan yang minimalis.” ungkap Alex St. John, president Hi5.

Sementara itu, platform developer Hi5 masih berbasis ke framework OpenSocial, yang merupakan standard jaringan social, ditujukan untuk membuat game cross platform, dan banyak situs jejaring social yang mengikutinya, kecuali Facebook. Facebook memiliki platform tersendiri yang jauh lebih baik.

Minggu, 13 September 2009

Bikin Mozilla Ngebut

1. Buka Mozilla.

2. Ketikan di addres bar "about:config" (tanpa tanda petik/kutip).

3. Scroll mouse anda kebawah dan cari "network.http.max-connections", double klik dan masukan nilai "64".

4. Cari "network.http.max-connections-per-server", double klik dan masukan nilai "21".

5. Cari 'network.http.max-persistent-connections-per-server", double klik dan masukan nilai "8".

6. Doube klik pada "network.http.pipelining " menjadi "true".

7. Cari "network.http.pipelining.maxrequests", double klik dan masukan nilai "100".
8. Double klik pada "network.http.proxy.pipelining" menjadi "true".

9. Langkah terakhir, klik kanan dimana saja pilih : New >> integer >> lalu tulis "nglayout.initialpaint.delay" (tanpa tanda petik/kutip. Kemudian masukan nilai "0".


Close Mozilla kamu, kemudian buka lagi dan bandingkan kecepatan nya sebelum kamu melakukan setting tadi. Oke, gimana hasilnya ??

Selasa, 13 Januari 2009

Ketahui Seberapa Berat Blogmu

Dalam membuat blog tentunya kita ingin supaya blog kita tampil semenarik mungkin, ya to? Tapi karena saking semangatnya kita dalam mempercantik blog, kadang-kadang kita sampai melupakan sesuatu yang penting, yaitu masalah berat (size) dan kecepatan (speed) berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuka blog kita.

Walaupun blog kita bagus tapi kalo blog kita lama banget dibukanya maka pengunjungpun jadi enggan untuk singgah di blog kita. Kita tentu pernah kan membuka suatu web/blog yg luama buanget, karena saking lamanya kita akhirnya tidak jadi membuka web/blog tersebut. Nha tentu km gak pingin gitu kan, blogmu jadi miskin pengunjung gara-gara loading membukanya lama.


Nan dibawah ini ada alat untuk mengukur berapa besar ukuran (size) blog dan seberapa cepat loadingnya... Untuk menggunakan alat dibawah ini kamu tinggal memasukkan alamat blog yang ingin di cek. Kemudian hasilnya akan langsung keluar. Hasil yang ditampilkan yaitu : Size, Load Time dan Avarege Speed per KB. Yang perlu diperhatikan adalah "Size", karena "Load Time" dan "Avarege Speed per KB" hasilnya akan selalu berubah-ubah. Jika hasil tes menunjukkan blogmu size-nya lebih dari 100 KB, usahakan untuk menguranginya dengan cara mengurangi pernak-pernik yang kurang begitu berguna seperti jam, kalender, dll. Dengan alat ini km juga bisa membandingkan dengan web/blog kepunyaan orang lain.
Selamat mencoba.

Di Coba Yach, Nih Link Nya : Seberapa Berat Blog Mu

Kamis, 08 Januari 2009

Train Of V-Net SMS