Advertisement

Senin, 08 Desember 2014

Istri Sakit Parah, Suami Duluan Pergi

Jasad Tangkas Barus
TIGAJUHAR-M Tangkas Barus (70) warga Desa Rumah Lengo Kecamatan STM Hulu, Deliserdang. Pakai seutas tali nilon, dia menggantungkan diri di pintu ruang tamu rumah, kemarin (71/2) sekira jam 17.00 WIB. Sementara istri dia, Lea br ginting sakit parah dan sekarang diopname di RS Delitua.
"Dugaan kami, dia nekat bunuh diri karena prustasi melihat istri sakit-sakitan. Karena saat ini, istri dia lagi opname di rumah sakit", ucap sejumlah warga, ketika ditemui di lokasi kejadian.
Sejumlah dugaan tentang motif bunuh diri bapak memiliki tiga anak dan cucu itu, muncul. Yang pasti, Tangkas Barus duluan pergi menghadap Sang Pencipta, dikala istri sedang sakit keras. Apalagi, biaya perobatan wanita itu, terbilang cukup mahal.
Pertama kali melihat jasad Tangkas Barus bunuh diri di pintu tengah rumah, anak kedua mereka, Uson Barus. Waktu itu, Uson baru pulang dari ladang. Begitu masuk rumah, mata dia langsung melototi sesosok tubuh tergantung di dalam rumah.
Kaget melihat bapak sudah terbujur kaku,  Uson barus berteriak dan minta tolong kepada warga.   Begitu warga mengetahui, hitungan detik warga langsung berkerumunan. Selang beberapa menit, petugas kepolisian langsung melakukan Olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). 
Ketika dikonfirmasi wartawan, Kapolsek Tiga Juhar, AKP Simon Pasaribu mengatakan korban murni tewas karena bunuh diri. Sebab, pada jasad korban, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Sedangkan motif aksi nekat itu, belum bisa memastikan.
"Sesuai dengan permintaan keluarga, mereka menolak untuk dilakukan outopsi", ujar Kapolsek.(Julibar)

Perempuan 42 Tahun Di Tusuk 1 Kali


Surabaya-M. Saat hujan turun, seorang perempuan kost di Jalan Rungkut Kidul Gang Kalimir V menjadi korban pembunuhan, malam Minggu (6/12). Pelaku adalah tetangga kost korban. Dugaan sementara, pemicu pembunuhan itu, adalah air hujan  masuk ke kost tersangka. Sedangkan korban tewas, dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Korban adalah Suliani (42) Warga Desa Ngglaran, Kecamatan Mbareng, Jombang, Jawa Timur. Dia bekerja sebagai pengasuh bayi. Sedangkan tersangka pelaku pembunuhan, adalah Sentot Supriadi (49) sehari-hari bekerja sebagai tukang servis AC."Peristiwa terjadi saat hujan turun malam tadi," ujar Kapolsek Rungkut AKP Oskar Samsudin, kemarin (7/12).
Oskar mengatakan, saat itu Suliani keluar menggunakan payung. Saat kembali ke kos, Suliani berhenti di depan kamar kos Sentot. Rupanya tanpa disadari, tetesan air hujan dari payung Suliani mengucur dan membasahi kamar Sentot. Kamar mereka memang bersebelahan.
Sentot pun menegur tetangga kos tersebut. Tapi Suliani justru marah, saat ditegur. Sehingga mereka pun terlibat pertengkaran mulut. Cekcok itu semakin panas sehingga Sentot yang terbakar emosi masuk ke kamar. Begitu balik, di tangan Sentot sudah terhunus sebuah pisau dapur. Pisau itu langsung saja ditusukkan ke perut bagian kiri tembus ke pinggang. Menerima tusukan itu, Suliani langsung terjatuh.
"Korban sempat dibawa ke klinik SIER. Dari klinik SIER, korban dirujuk ke RSU dr Soetomo. Namun dalam perjalanan, nyawa korban tak tertolong,"ujar Oskar.
Oskar menambahkan,  pelaku langsung dapat diamankan saat itu juga. "Pelaku sudah kami amankan berikut barang bukti, berupa pisau digunakan untuk membunuh korban," ujar  Oskar.
Berdasarkan keterangan saksi,  pelaku ini sudah menyimpan dendam sejak siang. Saat itu, korban sedang menyapu teras kosnya. Namun, debunya masuk ke dalam makanan istri tersangka yang saat itu sedang masak di dapur kos. "Pelaku langsung kami tangkap tanpa perlawanan," kata Kanitreskrim, Sugeng Rianto di lokasi kejadian. "Karena tak berani, istri tersangka pun mengadu ke suaminya. Cekcok mulut pun terjadi antara tersangka dan korban. Namun, sebentar sudah mereda," terangnya.(***/tkm/km/ino)

Pulang Atau Ulang

Malam minggu, Apek Tongtong tampak gelisah. Rupanya, dia sedang memikirkan satu rencana jahat. Target dia, rumah seorang janda kaya tanpa anak di ujung kampung mereka. Apalagi, penampilan wanita itu cukup menggairahkan tiap pria yang melihatnya, termasuk sejumlah orangtua, terutama Apek Tongtong.
Pendek cerita, timbul dalam benak Apek Tongtong untuk merampok di rumah si janda yang kaya. Diapun berhasil masuk rumah si janda lewat atap dan kebetulan ada di kamar si janda. Dan pada saat itu si janda lagi tidur tengkurap tanpa busana. 
Disini, muncullah niat yang lain bagi Apek Tongtong. Lantas, dia menyelinap ke bawah tempat tidur si janda. Bukan main kagetnya si janda karena ada gelas dibawah tempar tidur yang kesenggol Apek Tongtong, jatuh ke lantai. Akhirnya sijanda terbangun. Spontan Apek Tongtong menarik golok dan mengancam si janda.
"Jangan berteriak, NYAWA ATAU NYAMAN" Setengah menggertak, si janda ketakutan dan dengan nada lemas, menjawab " NYAMAN AJA Bang" Setelah hal tersebut terjadi .... si Apek Tongtong hendak pulang karena merasa puas. Tapi pada saat hendak memakai pakaian, golok tertinggal di samping si janda. Spontan si janda langsung mengambil dan balik mengancam,"Mau Kemana?"
"Pulang" jawab Apek Tongtong
Si janda langsung membentak "MAU PULANG ATAU ULANG"

Sabtu, 06 Desember 2014

Nonton Film Di LAPTOP Picu Sakit Punggung

Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa menggunakan laptop atau tablet di tempat tidur seperti menonton film dapat berakibat buruk bagi punggung. Hampir sebagian dari warga Inggris mengaku menggunakan perangkat tersebut sebelum tidur.

Namun British Chiropractic Association (BCA) mengatakan bahwa orang-orang cenderung lupa akan postur mereka, seperti membungkuk saat melihat layar sehingga menyebabkan nyeri pada punggung dan leher.

Senin, 17 November 2014

Kaca Mobil POLWAN Di Pecahkan Penjual Koran

Seorang penjual koran tiba-tiba marah dan menghantam tongkatnya ke satu unit mobil yang dikendarai polwan di halaman Polsek Medan Baru, hari ini.

Aksi Jabaringin Marbun (53) itu sontak mengejutkan warga dan personel kepolisian di Mapolsek Medan Baru. Marbun tiba-tiba marah dan menghantamkan tongkatnya ke jendela kaca sebelah kanan Toyota Etios abu-abu BK 1727 ZV yang akan keluar dari halaman kantor polisi itu.

Kaca jendela yang dibuka setengah pun pecah kena hantam tongkat alumunium itu. Pengemudi mobil, Aipda Dieny Chaniago juga terkejut, lengannya terluka terkena pecahan kaca. Polwan yang mengenakan seragam dinas ini bahkan sampai menangis.

Penyandang cacat itu langsung diamankan petugas. Warga Karang Sari, Polonia ini dibawa ke ruang pemeriksaan. Saat diperiksa, Marbun mengaku marah karena merasa akan ditabrak.

Jalan Juanda Makan Korban

Warga di Jalan Juanda Gang Mawar, Kecamatan Medan Kota dini hari tadi mendadak heboh. Pasalnya, Romi Lubis (13) yang diketahui tukang semir sepatu di lokasi tersebut, tertabrak sepeda motor Scorpio BK 5521 SG yang datang dari arah Jalan Polonia menuju Jalan Halat, Medan.

Alhasil, Romi pun dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Pringadi Medan, guna mendapat perawatan. Sementara Jen Prima Depari (24) yang merupakan pengendara sepeda motor tersebut juga mendapat perawatan intensif di RS Al-Ummah yang beralamat di Jalan Ismailiyah, Kecamatan Medan Area.

Informasi  menyebutkan, Jen merupakan warga Jalan Ngumban Surbakti, Kecamatan Medan Johor, diketahui baru pulang dari rumah temannya. Lantaran seputaran Jalan Polonia sunyi, Jen pun memacu sepeda motornya.

Karena ngebutnya membawa sepeda motor, tanpa disadarinya, tiba-tiba Romi menyebrang. Lantaran sudah terlalu kencang, Jen pun tak bisa memijak rem. Dengan seketika pun sepeda motor Jen menabrak tubuh mungil Romi hingga terpental sekitar 20 meter, begitu juga dengan Jen.