Rabu, 29 Februari 2012

Botol minuman bahayakan kesehatan



Tidak mudah pecah, anti bocor, ringan dan menarik secara penampakan, kemasan plastik serasa menjadi solusi mengemas makanan dan minuman yang paling ideal. Anda yang terbiasa membawa sebotol minuman ke mana-mana, atau suka membeli makanan dan minuman secara take home tentu sangat senang dengan kemasan ini.

Namun kepraktisan ini ternyata juga membawa bahaya untuk kesehatan. Bahan plastik memiliki bahan kimia yang bisa mengontaminasi makanan dan minuman yang disimpan di dalamnya, yaitu bahan kimia yang disebut phthalates dan BPA (Bisphenol A). Penelitian ini dilakukan di University of Michigan dan menemukan bahwa bahan-bahan kimia ini akan memengaruhi level hormon tiroid Anda.

Seperti diberitakan di fyiliving, studi yang melibatkan 1346 orang dewasa dan juga 329 remaja ini menemukan ada hubungan yang signifikan antara meningkatnya kadar kimia kemasan yang ikut masuk ke dalam tubuh manusia dengan level hormon tiroid seseorang. Kadar kimia ini dilihat dari tes urine yang dilakukan pada subyek penelitian. Keterkaitan ini paling tinggi ada pada bahan kimia bernama DEHP, sebuah phthalate yang umumnya ikut masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan. DEHP dan juga jenis phthalates lainnya ditemukan juga di berbagai perangkat plastik dan barang-barang yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Subyek penelitian dengan level DEHP tertinggi memiliki penurunan level hormon tiroid hingga 10 persen.

Perlu diketahui, kelenjar tiroid sangat penting untuk kelangsungan berbagai proses metabolis dalam tubuh. Hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid sangat memengaruhi level energi dan juga memengaruhi fungsi reproduktif, kardiovaskuler, sistem paru-paru serta tingkat kecemasan seseorang. Oleh karena itu segala hal yang berkaitan dengan kelenjar tiroid selalu menjadi fokus penting para praktisi kesehatan.

Rabu, 08 Februari 2012

Cek kesehatan lewat kuku jari



Banyak cara unik yang lebih ke arah tradisional untuk mendeteksi apakah seseorang menderita penyakit kronis atau tidak.

Setelah warna urine bisa digunakan untuk mendeteksi penyakit kronis, kini giliran kuku ‘unjuk kebolehan’. Hanya cukup dengan melihat warna dan bentuk kuku seseorang, Anda dapat mendeteksi penyakit kronis yang diderita.

1. Pucat
Seiring pertambahan usia, warna kuku cenderung berubah pucat. Warna kuku orang yang berusia lebih muda, biasanya terlihat lebih terang dibandingkan dengan milik orang usia senja.

Bila usia Anda masih tergolong muda, tapi warna kuku terlihat pucat dalam beberapa waktu, ini bisa mengindikasikan masalah kesehatan. Mungkin Anda mengalami anemia, gejala penyakit jantung atau hati. Lakukan tes kesehatan.

2. Berwarna kuning
Menggunakan cat kuku merah ternyata bisa membuat warna alami kuku memudar dan berubah menjadi kekuningan. Jangan anggap sepele, bisa jadi ini pertanda bahwa Anda mengalami infeksi jamur. Tapi, jangan panik! Masalah jamur di kuku umumnya dapat diobati dengan mudah.

3. Warna kebiruan
Ini bisa menjadi pertanda adanya masalah asupan oksigen di dalam tubuh. Warna ini seringkali muncul akibat terpaan cuaca yang terlalu dingin. Tapi, jika warna kebiruan terus melekat di kuku, Anda perlu waspada. Dalam kasus serius, warna ini menandakan adanya gangguan paru-paru, atau diabetes. Lakukan tes kesehatan.

4. Lubang-lubang kecil

Kasus ini biasanya muncul akibat luka ringan kuku. Tetapi, jika lubang tersebut menjadi terlalu banyak, mungkin Anda menderita psoriasis atau arthritis. Lakukan cek kesehatan.

5. Retak dan rapuh

Kulit kuku pecah atau mudah retak menjadi indikasi kuat yang berhubungan dengan penyakit tiroid. Tes untuk penyakit tersebut dilakukan dengan cepat dan tanpa rasa sakit, jadi jangan khawatir, Anda hanya perlu melakukan check-up kesehatan.

6. Kutikula merah

Jika kutikula berwarna merah dan bengkak, itu bisa berarti adanya beberapa gangguan dari jaringan ikat. Tapi jangan khawatir, karena gangguan kutikula mungkin terjadi akibat proses penghapusan cat kuku yang terlampau kasar sehingga memicu iritasi. Coba ganti remover cat kuku yang lebih cocok untuk Anda..

7. Kuku berwarna putih (white nail)

Kuku yang berwarna putih dengan bagian pinggir yang lebih gelap, bisa mengindikasikan masalah liver, seperi hepatitis. Jika Anda mengalami hal ini, perlu juga dicuigai adanya gangguan liver lainnya.

8. Peradangan di lipatan kuku (puffy nail fold)
Warna kemerahan dan bengkak di sekitar kuku merupakan pertanda adanya peradangan pada lipatan kuku. Hal ini bisa disebabkan oleh lupus atau gangguan jaringan penghubung lainnya.

Garis berwarna gelap di bawah kuku(dark lines) kanker kulit yang paling berbahaya. Karena itu, jika mengalami hal ini, sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter.

9. Gigit kuku
Menggigit kuku mungkin saja dianggap sebagai kebiasaan lama. Tapi, pada beberapa kasus, hal ini merupakan pertanda kecemasan yang bisa ditangani dengan pengobatan.

Menggigit kuku dikaitkan dengan obsessive-compulsive disorder. Jika Anda tidak bisa menghentikan kebiasaan ini, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter.

Nah, karena warna dan bentuk kuku ternyata bisa menjadi sinyal gangguan kesehatan di dalam tubuh, hendaknya jangan selalu dianggap remeh. Jika warna kuku tiba-tiba berubah tidak seperti biasanya atau berwarna aneh, itu mengindikasikan gangguan kesehatan yang berbeda.

Twitter, Moral & Etika Berkicau



PESELANCAR jejaring sosial tengah gundah gulana. Aktivitas para pengguna Twitter bisa diawasi atau disensor. Soal ini mencuat ke permukaan setelah pengelola Twitter mengajukan penawaran untuk melakukan sensor tweet (kicauan). Beberapa negara seperti Thailand pun menyambut tawaran ini dengan antusias.

Simpel alasan Twitter memberlakukan sistem sensor. CEO Twitter, Dick Costolo menjelaskan langkah tersebut terkait peraturan di negara-negara yang menjadi wilayah operasionalnya. Menurutnya, Twitter harus tetap berpegang teguh pada hukum di setiap negara.

Bukan hanya pengguna Twitter di Thailand dan Amerika Serikat (AS) yang kebakaran jenggot. Individu yang gemar berkicau di Indonesia pun serupa. Sebagian pengguna Twitter di Indonesia menentang keras diberlakukannya sensor kicauan atau konten lokal.

Sebenarnya tidak perlu risau dengan segala bentuk aturan yang diberlakukan untuk Twitter. Tidak ada yang perlu ditakutkan dengan kebijakan sensor tersebut. Namun wajar bila protes dan kegelisahan datang dari individu yang kerap melanggar etika dan moral saat berkicau di Twitter.

Secara harfiah, keberadaan jaringan sosial bertujuan untuk memudahkan interaksi antar individu atau lembaga. Tentunya sebagai tempat berbagi informasi yang berguna bagi orang lain. Sehingga bisa tercipta komunikasi dua arah yang positif dan menguntungkan di dunia maya. Hanya saja kebebasan berkicau yang dimiliki pengguna Twitter mulai bergeser.

Kebebasan tersebut tidak diimbangi dengan etika dan moral. Banyak tweet atau kicauan justru menyerang satu individu atau kelompok. Kemudian tidak sedikit kicauan tersebut merupakan bentuk pencemaran nama baik. Padahal Twitter diluncurkan bukan sebagai wadah saling serang atau adu domba.

Para aktor Twitter tentunya harus tahu bahwa tidak ada kebebesan mutlak. Mereka memang memiliki kebebasan sejati selama tidak mengusik kebebasan dan hak orang lain. Bila kebebasan itu mengusik hak bebas orang lain, maka bukanlah kebebasan.

Artinya sangat jelas, kicauan dalam jejaring sosial harus diringi dengan etika dan moral. Tetap ada batasan-batasan yang harus dipatuhi dalam berkicau. Tidak seorang pun atau individu berhak menggunakan kebebasannya secara serampangan. Yang harus diingat dalam kebebasan yang dimilikinya, terhadap kebebasan orang lain.

Indonesia sendiri sebenarnya sudah membuat aturan dalam membuat kicauan. Meski pemerintah belum berpikir memberlakukan sensor, Indonesia memiliki UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Undang-Undang ini bisa menjerat setiap pengguna Twitter saat menggunakan kebebasannya secara serampangan.

Masihkan Anda ingin serampangan saat berkicau? Anda harus berpikir dua kali dalam membuat kicauan. Setiap kicauan yang ada unggah, harus dipadukan dengan tanggungjawab berupa etika dan moral. Sudah saatnya semua pengguna jejaring sosial bersikap propesional.

Anggota DPRD Tertangkap Nonton Film Porno



Perilaku menonton film porno yang dilakukan oleh wakil rakyat ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Hal tersebut juga terjadi di India, keduanya pun langsung disarankan mundur dari jabatannya.

Dua orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Negara Bagian Karnataka, India tertangkap basah menonton film porno di ponselnya saat sidang paripurna berlangsung.

Lakshman Savadi dan koleganya, CC Patil menonton film porno saat mereka hadir di sidang, namun sayangnya kelakuan mereka langsung tertangkap oleh kamera tersembunyi. Tingkah kedua menteri India itu langsung dipublikasikan ke dalam televisi lokal India, meski demikian Savadi tidak mengakui perbuatannya.

Menurut laporan dari Times Now, kedua pria itu mengutarakan alasan yang heboh saat tertangkap menonton film porno. Salah seorang dari mereka mengatakan, mereka sedang menonton rekaman video yang berupa rekaman penganiayaan seorang warga negara asing.

Meski demikian, laporan itu menyebutkan, kedua anggota DPRD itu menonton dua cuplikan film di dalam ponsel dan salah satu di antaranya adalah film porno. Perilaku Patil dan Savadi sangat mempermalukan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang mereka wakilkan. Para pejabat BJP pun sangat marah.

Seperti diberitakan PTI, Rabu (8/2/2012), Presiden BJP Nitin Gadkari yang saat ini ada di Uttar Pradesh langsung menelpon salah seorang pejabatnya, Sadananda Gowda dan sejumlah pejabat partainya untuk mendiskusikan kasus Patil dan Savadi.

Bila memang kedua menteri itu terbukti bersalah, mereka akan segera ditindak oleh Ketua Parlemen India atas perbuatannya. Setelah peristiwa ini terjadi, kediaman milik Savadi juga tampak dilempari batu oleh para demonstran.

Jumat, 03 Februari 2012

Tiga Jasad Pelancong Tewas di Sibolangit Ditemukan


iga pelancong tewas setelah tersapu banjir bandang di kawasan hutan wisata Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara. Proses evakuasi korban sendiri sempat tergendala karena beratnya lokasi kawasan hutan.

Ketiga pelancong itu, Gadis, Samratih, dan Hadi Putra tersapu banjir bandang, Kamis (2/2) sore. Tim SAR yang melakukan pencarian sempat mengalami kesulitan, karena medan yang berat dan cuaca buruk.

Tim kemudian melanjutkan pencarian, Jumat (3/2) pagi, dengan menyusuri Sungai Lau Betimus. Akhirnya, ketiga jenazah korban ditemukan tersangkut di aliran sungai di kawasan Dusun Satu, Desa Durin Sirugun, Kecamatan Sibolangit.

Proses evakuasi jenazah korban juga mengalami kendala karena sungai berada di jurang dengan kedalaman seratus meter lebih. Akhirnya, Tim SAR akhirnya berhasil mengevakuasi jenazah korban dengan cara diangkat dari dasar jurang.