Kamis, 05 April 2007

Ga Tau Judul Nya

Siapa Yang Mau Siapa Yang Ingin
Gagal Dalam Cinta
Hati Jadi Luka
Rindu Jadi Benci
Semua Karena Cinta

Manis Di Bibir Mu Lembut Suara Mu
Aku Terpedaya.....
Semua Yang Ku Rasa Hancur Hati Ku
Mungkin Sudah Suratan.....

Bila Ku Tatap Mata Mu Yang Begitu Lugu
Seakan Ku Tak Percaya
Sampai Hati Kau Tega Melihat Ku Di Sini
Berteman Sepi

Namun Untuk Apa Ku Harapkan Diri Mu
Bathin Ku Makin Tersiksa
Walau Begitu Dalam Rasa Cinta Di Hati
Lebih Baik Sendiri

Senyum Kehancuran Semua Ku Tutupi
Resah Hati Ini
Biarlah Cerita Di Telan Malam
Hilang Terbawa Angin

Selasa, 03 April 2007

Menebak Usia Mummi

Cerita tentang sayembara menebak usia mumi di Giza, Mesir. Puluhan negara diundang oleh pemerintah Mesir, untuk mengirimkan tim ahli paleoantropologinya yang terbaik. Tapi, pemerintah Indonesia lain dari yang lain, namanya juga zaman orde baru yang waktu itu masih bergaya represif misal banyaknya penculikan para aktivis . Makanya pemerintah mengirimkan seorang aparat yang komandan intel .

Tim Perancis tampil pertama kali, membawa peralatan mutakhir, ukur sana ukur sini, catat ini dan itu, kemudian menyerah tidak sanggup. Pakar Amerika perlu waktu yang lama, tapi taksirannya keliru. Tim Jerman menyatakan usia mumi itu tiga ribu dua ratus tahun lebih sedikit, juga salah. Tim Jepang juga menyebut di seputar angka tersebut, juga salah .

Giliran peserta dari Indonesia maju, Pak Komandan ini bertanya pada panitia, bolehkah dia memeriksa mumi itu di ruangan tertutup .

"Boleh, silahkan," Jawab panitia .

Lima belas menit kemudian, dengan tubuh berkeringat pak komandan itu keluar dan mengumumkan temuannya kepada tim juri .

"Usia mumi ini lima ribu seratus dua puluh empat tahun tiga bulan tujuh hari," Katanya dengan lancar, tanpa keraguan sedikit pun .

Ketua dan seluruh anggota tim juri terbelalak dan saling berpandangan, heran dan kagum. Jawaban itu tepat sekali ! Bagaimana mungkin pakar dari Indonesia ini mampu menebak dengan tepat dalam waktu sesingkat itu ? hadiah pun diberikan . Ucapan selamat mengalir dari para peserta, pemerintah Mesir, perwakilan negara-negara asing dan sebagainya dan sebagainya. Pemerintah pun bangga bukan kepalang .

Menjelang kembali ke Indonesia, Pak komandan dikerumuni wartawan dalam dan luar negeri di lobby hotel .

"Anda luar biasa," kata mereka. " Bagaimana cara anda tahu dengan persis usia mumi itu?"

Pak komandan dengan enteng menjawab,"saya gebuki, ngaku dia."